Kabar Terkait
BMKG: Gempa Belum Bisa Diprediksi Waktu dan Tanggalnya
Alam memang tak bersahabat, kondisinya serba tidak menentu, termasuk soal gempa. BMKG yang sudah pakar dalam bidang ini pun mengaku bahwa sulit memprediksikan kapan gempa akan terjadi.
Hingga saat ini belum ada teknologi yang mengetahui secara pasti mengenai waktu dan tempat gempa. Untuk itu, masyarakat tak perlu panik jika ada pihak yang mengaku mengetahui hal tersebut. Demikian dikatakan Fauzi, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, terkait maraknya pihak yang mengaku mempunyai informasi mengenai daerah yang akan dilanda gempa.
"Tidak benar kalau ada yang mengatakan akan terjadi gempa di daerah A pada waktu B," ujarnya pada Rabu (7/10) di Jakarta. Fauzi mengatakan, yang hanya dapat dilakukan adalah memberi peringatan dini mengenai waktu gempa. Dengan begitu, masyarakat sudah mempersiapkan diri jika gempa melanda pada waktu tertentu.
Selain peringatan dini, lanjutnya, masyarakat juga harus mengetahui daerah mana saja yang rawan gempa. Daerah rawan gempa di Indonesia terbagi dalam enam wilayah. Daerah yang paling rawan terkena gempa adalah pantai barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara Timur, utara Papua, dan Sulawesi.
"Masyarakat yang berada di sana harus selalu siap dengan kemungkinan terjadi gempa karena daerah-daerah itu adalah wilayah aktif gempa," kata dia.
Selanjutnya, Fauzi menyayangkan tindakan beberapa media yang salah mengutip dengan memberikan informasi mengenai waktu dan tanggal akan terjadi gempa. "Saat diwawancara, saya bilang kemungkinan. Tapi sewaktu keluar, kata 'mungkin' itu dihilangkan sehingga kesannya pasti. Padahal, tidak begitu maksudnya," sesal dia.
Lebih jauh ia mengatakan, setelah suatu daerah diguncang oleh gempa yang berkekuatan besar, gempa-gempa susulan akan terjadi. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena biasanya gempa-gempa susulan tidak sebesar gempa sebelumnya. Seperti yang terjadi di Padang dan sekitarnya, gempa pertama berkekuatan 7,6 skala Richter, setelah itu gempa selanjutnya di bawah 5 skala Richter.
(sumber:kompas/penulis:RDI)

Artikel Lainnya
-

Parkir Otomatis Mahasiswa Petra
Terinspirasi film Tokyo Drift, mahasiswa UK Petra mengembangkan sistem parkir canggih seperti d...Baca» -

Bule Pun Ikut Menyapu Jalan
Warga negara asing pun ikut menyapu dan menyikat jalan dalam aksi sosial Surabaya Sejahtera.Baca» -
Hari Pertama, 2.358 Anak Ikut Audisi
Pada audisi Idola Cilik 3 hari pertama kemarin tercatat 2.358 peserta mendaftar.Naik sekitar 15...Baca» -
Bajol Ijo-nya Persebaja
Apakah sejak dulu Bonek identik dengan kerusuhan? Menarik juga profil Bonek Surabaya ini...Baca» -

Meriahnya Hari Batik
Batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia. Hari batik yang ditetapkan tanggal 2...Baca» -

Peringatan HUT ke-64 TNI Digelar Sederhana
Peringatan HUT ke-64 TNI di Makodam V Brawijaya digelar sederhana. Kesederhanaan terlihat dari...Baca»
