Prihatin Gizi Buruk, Pondok Kasih Bagikan 1000 Kotak Susu
Meningkatnya jumlah balita penderita gizi buruk di Surabaya akhir-akhir ini menggerakkan Yayasan Pondok Kasih (YPK) Surabaya untuk berbuat sesuatu.
Meningkatnya jumlah balita penderita gizi buruk di Surabaya akhir-akhir ini menggerakkan Yayasan Pondok Kasih (YPK) Surabaya untuk berbuat sesuatu.
Bertempat di Gelora Pantjasila, Jalan Indragiri, Surabaya, Rabu (14/10/2009) sore, 1000 kotak susu dibagikan secara cuma-cuma. Tentu saja, kotak susu gratisan ini disambut hangat para ibu yang mengantre sambil menggendong balitanya. Akibat terlalu antusiasnya, aksi dorong pun terjadi. Namun, hal ini tak menimbulkan keributan yang berarti.
"Terima kasih," kata Sri (30) sambil terisak usai menerima kotak susu dari aktifis YPK. Sri yang juga ibu dari Susi (6), Sita (4), Ita (2) merasa sangat bersyukur. Disaat perekenomian yang sulit seperti ini, dirinya masih dapat memberikan bayinya asupan susu.
"Jangankan untuk membeli susu, untuk makan sehari-hari saja, saya sering mengalah sama ketiga anak saya. Bahkan, tak jarang dalam sehari, saya tidak makan sama sekali," kata Sri, yang sehari-hari mengaku berprofesi sebagai pengamen jalanan dan tinggal di kawasan kuburan Kembang Kuning.
Tak hanya kotak susu. Tapi beberapa kebutuhan pokok pun dibagikan secara gratis pada kesempatan sore itu. Ada beras, gula, kecap, mie dan sosis. Jumlahnya 5000 paket.
Menurut DR. Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih, aksi sosial seperti ini sebenarnya rutin dilakukan tiap Rabu. Semua bantuan itu dibagikan untuk anggota YPK yang berasal dari pelbagai komunitas kumuh binaan yang tersebar di Surabaya. Diantaranya, seperti komunitas Kuburan Kembang Kuning, Kuburan Rangkah, Lokalisasi Tambak Asri, dan Terminal Joyoboyo.
"Tapi, khusus kali ini, kami memberikan tambahan berupa kotak susu untuk balita. Mengingat, akhir-akhir ini, semakin maraknya balita penderita gizi buruk di Surabaya. Dan hal ini menimbulkan keprihatinan dan rasa empati bagi kami," ujar Hana.
Aksi sosial ini juga disertai pembagian kursi roda bagi para penyandang cacat serta orang-orang yang membutuhkan alat bantuan tersebut. Secara simbolis, pada kesempatan sore itu, 50 orang pilihan dapat membawa pulang langsung kursi roda, sumbangan dari Free Wheel Chair Mission.
"Khusus untuk Surabaya, kami akan membagikan tak kurang dari 300 kursi roda. Tapi secara keseluruhan, sampai akhir 2009 ini, sekitar 2000 kursi roda akan kami bagikan untuk seluruh kota di Indonesia," ungkap Hana Ananda yang pernah mendapatkan piagam penghargaan di era pemerintahan mantan Presiden Megawati Soekarno Putri ini.
Bahkan, lanjut Hana, 250 kursi roda telah dikirimkan bagi para korban gempa di Padang yang membutuhkan alat bantu tersebut.
(surabaya.detik.com/danielLukas)

Artikel Lainnya
-

Proyek Surabaya Sport Centre Terancam Berantakan
Pembangunan SSC alias Gelora Bung Tomo, stadion super megah ini terancam gagal jika APBD tidak ...Baca» -
Dukung KPK, LBH Surabaya Gelar Aksi
Dukungan kepada KPK terus mengalir, termasuk dari LBH Surabaya. Mereka melakukan aksi di depan ...Baca» -

Job Fair Unair, Membludak!
Job Fair Unair kembali digelar, tak ayal lagi para jobseeker pun datang membludak ke acara ters...Baca» -
Sepanjang 2009, 80-an Bocah Jadi Korban Perdagangan Manusia di Dolly
Upaya penekanan angka perdagangan perempuan di bawah umur di Surabaya.Baca» -

Mobil Tabrak Pohon, Mahasiswa Petra Malah Cengengesan
Kecelakaan lagi, lagi lagi kecelakaan! tapi kali ini yang mengalami kecelakaan itu bukannya ber...Baca» -

Polisi Sita Belasan Satwa Dilindungi
Belasan satwa langka yang dilindungi pemerintah berhasil disita polisi di Pasar burung Kupang.Baca»
