Kabar Lokal - Kam, 22/10/09 09:07 WIB

Surabaya Harus Bebas Nyeri Kanker

Koskosanku.com - Surabaya Harus Bebas Nyeri Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, pertahun terdapat 3.000 penderita kanker baru di Surabaya.

Jumlah penderita kanker di Surabaya cukup membuat bulu kuduk merinding. Per tahun, terdapat 3.000 penderita kanker baru. Sebanyak 84% penderita itu mengalami nyeri kanker.

Angka itu, sekitar 0,1% dari total penambahan penderita kanker tiap tahun secara nasional. Tak ingin, jumlah penderita terus mengalami peningkatan, gerak cepat dilakukan Pusat Pengembangan Paliatif dan Bebas Nyeri Kanker (P3BNK) RSU dr Soetomo dengan menyelenggarakan program Surabaya Bebas Nyeri Kanker 2010.”Pada Desember 2010 tidak boleh ada penderita kanker yang merintih sakit,”kata Pembina P3BNK Prof R Sunaryadi Tejawinata,kemarin.Upaya pembebasan satu kota dari nyeri kanker ini baru pertama terjadi dunia.

Menurut Teja, dari ribuan penderita kanker sampai saat ini,hanya 50% saja yang dirawat. Sisanya hanya membiarkan penyakit berbahaya tersebut. Karena itulah, P3BNK RSU dr Soetomo terus menggalakkan sosialiasi paliatif untuk menggugah kesadaran masyarakat penderita kanker untuk berobat. Dalam melaksanakan program ini, P3BNK menggandeng berbagai pihak terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dan Yayasan Paliatif Surabaya.

”Kami akan melibatkat banyak relawan, hingga PKK untuk menyukseskan program ini,” Rias Arimukti, perwakilan Dinkes Surabaya yang hadir di RSU dr Soetomo. Rias mengakui, saat ini baru ada empat puskesmas yang bisa melayani paliatif.”Akan terus dilakukan pelatihan dan diharapkan jumlah tersebut bertambah,”katanya. Puskesmas akan melakukan upaya home care dengan tenaga yang tersedia sekitar 226 orang,sedangkan dari tim relawan paliatif sekitar 250 orang. Sementara itu, Ketua Yayasan PaliatifSurabayadrgLizzaChristian Hendriadi mendukung penuh program Surabaya Bebas Nyeri Kanker 2010.

”Kita akan melaksanakan karnaval pada Sabtu 25 Oktober mendatang,”kata Lizza.Acara karnaval ini akan diikuti 6.000 orang peserta.Mereka akan berjalan kaki dengan rute Taman Bungkul-Jalan Raya Darmo-Jalan Urip Sumoharjo, berputar di patung karapan sapi lalu kembali ke Taman Bungkul. Perlu diketahui satu di antara enam orang yang meninggal, disebabka kanker.

Dari data World Health Orgaziation (WHO), salah satu penderitaan akibat kanker adalah rasa nyeri. Rasa nyeri ini sebenarnya bisa diatasi dengan kaidah-kaidah perawatan paliatif dan step ladderWHO.

(Sumber; Seputar Indonesia/Zaki Zubaidi)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya