Kabar Lokal - Jum, 23/10/09 08:55 WIB

Produk Bajakan Menjamur, PPHKI Gelar Kampanye

Koskosanku.com - Produk Bajakan Menjamur, PPHKI Gelar Kampanye

Timnas PPHKI akan melakukan kampanye HKI untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan produk bajakan

Pada tahun 2007, warga Jawa Timur sempat berbangga hati saat Kapolda Jatim saat itu, Irjen Pol Herman S Sumawiredja, menerima penghargaan penegakan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari presiden SBY.

Penghargaan itu diberikan atas upaya polisi menekan upaya pembajakan sehingga Surabaya bersih dari barang-barang bajakan. Tapi sekarang upaya polisi ke arah tersebut agak melempem. Barang-barang bajakan seperti software ataupun film sudah mulai bertebaran dan tak sulit didapatkan di Surabaya.

"Saya nggak mau membicarakan tentang pergantian kapolda, tetapi sekarang ini aparat kok mulai tidak tegas terhadap barang-barang bajakan," ujar Ketua Asosiasi Rekaman Video Seluruh Indonesia (Asirevi), Wihadi Wiyanto dalam konferensi pers kampanye nasional HKI, di Hotel Bumi Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Kamis (22/10/2009).

Dulu, kata Wihadi, banyak pedagang VCD/DVD bajakan di kawasan Tunjungan Center yang tiarap akibat ketegasan polisi. Tetapi sekarang ini mereka sudah mulai bermunculan dan semakin berani. Wihadi mengatakan jika hal itu dibiarkan saja maka peringkat Indonesia dalam hal pembajakan pasti akan naik.

Yang berarti bahwa kepercayaan negara asing terhadap Indonesia akan turun. Hasil studi International Data Corporation (IDC) menyebutkan bahwa angka pembajakan software di Indoensia pada 2008 naik 1 % menjadi85 %. Itu berarti peringkat Indonesia berada di nomor 12 dan kehilangan potensi pendapatan 544 juta Dollar.

Agar tak berlarut-larut, maka Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas PPHKI) akan melakukan kampanye HKI untuk membangun kesadaran masyarakat tidak hanya terhadap produk sofrware asli, tetapi juga hak paten, merk, desain industri dan lainnya.

Menurut Koordinator Administrasi Sekretariar Timnas PPHKI, Ansori Sinungan, ini merupakan kampanye tahap kedua dengan sasaran pusat-pusat perbelanjaan, instansi pemerintah dan kantor BUMN. Kampanye tersebut akan digealr dengan cara aksi simpatik berupa kunjunganke toko-toko dan pemasangan poster HKI. Selain Surabaya, kota-kotabesar yang menjadi sasaran kampanye adalah Jakarta, Medan, Bandung dan Jogjakarta.

"Melalui kampanye ini, ditargetkan tidak ada lagi pelanggaran hak cipta, paten, merk, rahasia dagang atau hakkekayaan intelektual lainnya," ujar Ansori.

(Sumber: detik Surabaya/Imam Wahyudiyanta)

(foto:jpnn)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya