Kabar Lokal - Rab, 28/10/09 09:56 WIB

Kampanye Hemat Listrik Sulit Diterapkan di Kota Besar

Koskosanku.com - Kampanye Hemat Listrik Sulit Diterapkan di Kota Besar

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya, kampanye hemat listrik masih sulit diberlakukan di kota metropolitan

Menurut Paidi Prawirorejo, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya, kampanye hemat listrik masih sulit diberlakukan di kota metropolitan seperi Surabaya-Sidoarjo.

Misalnya pemilik mall yang pasti bakal enggan menghemat listik seperti AC dan lighting karena dianggap dapat mengurangi kenyaman konsumen. "Mereka akan berhitung, energi (listrik) sama dengan uang," ujar Yoyok, panggilan Paidi di Surabaya First Channel, Radio Trijaya FM, Selasa (27/10/2009) bertepatan Hari Listrik Nasional.

Maklum, pengusaha akan berpikir realistis. Jika menghemat listrik, takutnya konsumen malah lari. Begitu juga dengan masyarakat biasa. Pola pikir masyarakat inilah, menurut Yoyok, yang harusnya dibenahi. "Sering kali TV dan kipas angin nyala tetapi tidak ada yang menggunakan, siang hari lampu tidak dimatikan," tambah Yoyok.

Kondisi ini dirasa kurang bijak karena pasokan listrik di Jawa-Bali terbatas. Menurut Corporate Speaker PLN Distribusi Jatim, Agus Widayanto, jumlah pembangkit listrik dirasa pas-pasan. Kebutuhan cadangan beban sebesar 40% hanya bisa dipenuhi sebanyak 10-20% saja. Jika ada lonjakan yang tidak bisa dipenuhi, jalan satu-satunya pemadaman. "Tiga hari yang lalu kan sempat ada pemadaman," lanjut Agus.

Cadangan beban, digunakan untuk mengganti pembangkit listrik yang sedang beristirahat atau pun ketika diperbaiki. Selain itu, juga untuk memasok kenaikan beban yang dikonsumsi masyarakat. Saat ini beban listrik di Jatim mencapai 16.000 megawatt. (beritajatim/sundari)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya