Kabar Lokal - Rab, 28/10/09 08:24 WIB

Harga Bahan Lebih Murah, MFO Bisa Hemat 40 Persen

Koskosanku.com - Harga Bahan Lebih Murah, MFO Bisa Hemat 40 Persen

Sumber energi alternatif dan renewable energy yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menyikapi krisis energi dunia. Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO), misalnya. Penggunaan MFO ternyata bisa menghemat...

Sumber energi alternatif dan renewable energy yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menyikapi krisis energi dunia. Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO), misalnya. Penggunaan MFO ternyata bisa menghemat biaya sampai 40 persen.

Ini terungkap dalam Seminar Nasional bertema “Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) dan Dampaknya Terhadap Motor Diesel” di Hotel Somerset Surabaya, Selasa (27/10) yang diadakan oleh jurusan Teknik Sistem Perkapalan (FTK) ITS.

Hadir sebagai pembicara Ir Indrajaya Gerianto MSc dari Teknik Sistem Perkapalan ITS, Hery Tjahjana dari PT TurboNed Indonesia, dan dari diwakili Gigih wahyu HI PT Pertamina (Persero). Seminar ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari berbagai latar belakang profesi, terutama dari kalangan industri kemaritiman.

Disampaikan Indrajaya, ada beberapa keuntungan dan permasalahan yang dihadapi ketika mengubah sistem bahan bakar dari HSD (high speed diesel) ke sistem bahan bakar MFO.

“Keuntungannya karena perbedaan harga bahan MFO atau heavy oil residu lebih rendah dari bahan bakar HSD atau minyak solar, selisihnya berkisar Rp 1.400 per kg,” kata Indarajaya. Diakui Indrajaya, di Indonesia memang masih jarang yang menggunakan sistem bahan bakar MFO, padahal hampir seluruh dunia sudah menstandarkan penggunaan MFO ini.

Sementara menurut Semin ST MT selaku ketua panitia, seminar ini diharapkan adanya pemahaman yang sama dari semua pelaku bisnis yang menggunakan mesin diesel dari mulai penghasil minyak atau produsen bahan bakar, pengguna, dan pembuat diesel.

“Sehingga ketika perubahan sistem bahan bakar ini dilakukan sudah tersedia semua penunjangnya dengan harga terjangkau,” kata SEMIN dalam rilis Humas ITS yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (27/10).

Selain membahas perubahan sistem bahan bakar ini, seminar ini juga menganalisa perhitungan biaya penggunaan MFO ini di sebuah PLTD. Dari hasil perhitungannya, didapat adanya penekanan biaya hanya mencapai 40 persen dari keseluruhan biaya operasional yang ada.

SEMIN menambahkan dibandingkan tanpa penggunaan MFO, biaya bahan bakar ini bisa mencapai 60 persen dari total biaya operasional.

(suarasurabaya.net/AgitaSukmaListyanti)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya