Harga Bahan Lebih Murah, MFO Bisa Hemat 40 Persen
Sumber energi alternatif dan renewable energy yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menyikapi krisis energi dunia. Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO), misalnya. Penggunaan MFO ternyata bisa menghemat...
Sumber energi alternatif dan renewable energy yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menyikapi krisis energi dunia. Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO), misalnya. Penggunaan MFO ternyata bisa menghemat biaya sampai 40 persen.
Ini terungkap dalam Seminar Nasional bertema “Penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) dan Dampaknya Terhadap Motor Diesel” di Hotel Somerset Surabaya, Selasa (27/10) yang diadakan oleh jurusan Teknik Sistem Perkapalan (FTK) ITS.
Hadir sebagai pembicara Ir Indrajaya Gerianto MSc dari Teknik Sistem Perkapalan ITS, Hery Tjahjana dari PT TurboNed Indonesia, dan dari diwakili Gigih wahyu HI PT Pertamina (Persero). Seminar ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta dari berbagai latar belakang profesi, terutama dari kalangan industri kemaritiman.
Disampaikan Indrajaya, ada beberapa keuntungan dan permasalahan yang dihadapi ketika mengubah sistem bahan bakar dari HSD (high speed diesel) ke sistem bahan bakar MFO.
“Keuntungannya karena perbedaan harga bahan MFO atau heavy oil residu lebih rendah dari bahan bakar HSD atau minyak solar, selisihnya berkisar Rp 1.400 per kg,” kata Indarajaya. Diakui Indrajaya, di Indonesia memang masih jarang yang menggunakan sistem bahan bakar MFO, padahal hampir seluruh dunia sudah menstandarkan penggunaan MFO ini.
Sementara menurut Semin ST MT selaku ketua panitia, seminar ini diharapkan adanya pemahaman yang sama dari semua pelaku bisnis yang menggunakan mesin diesel dari mulai penghasil minyak atau produsen bahan bakar, pengguna, dan pembuat diesel.
“Sehingga ketika perubahan sistem bahan bakar ini dilakukan sudah tersedia semua penunjangnya dengan harga terjangkau,” kata SEMIN dalam rilis Humas ITS yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (27/10).
Selain membahas perubahan sistem bahan bakar ini, seminar ini juga menganalisa perhitungan biaya penggunaan MFO ini di sebuah PLTD. Dari hasil perhitungannya, didapat adanya penekanan biaya hanya mencapai 40 persen dari keseluruhan biaya operasional yang ada.
SEMIN menambahkan dibandingkan tanpa penggunaan MFO, biaya bahan bakar ini bisa mencapai 60 persen dari total biaya operasional.
(suarasurabaya.net/AgitaSukmaListyanti)

Artikel Lainnya
-

Massa Aksi Hari Anti Korupsi Mulai Unjuk Rasa di Grahadi
Sri Gayatri sempat kagetkan massa yang sedang berunjuk rasa, karena mendadak muncul membawa aya...Baca» -
Murdoch University-ITS Jajaki Kerjasama untuk Studi S3
Proses penjajakan kerjasama double degree untuk studi lanjut S3 dilakukan oleh Murdoch Univers...Baca» -

Tolak Kenaikan Retribusi, Pedagang Demo PD Pasar
100 pedagang demo tolak kenaikan retribusi pasar. Baca» -

Pengawas Unas Diacak, Satu Ruang Berbeda Soal
Unas benar-benar diperketat, selain guru, pengawasan juga melibatkan aparat kepolisian dan tim ...Baca» -

Tugu Pahlawan, Monumen Momentum Surabaya
Tugu Pahlawan sudah menjadi simbol kota Surabaya sebagai ikon kota Pahlawan, Ikuti cerita menar...Baca» -
On Line Trading Cara Baru Berbisnis
Para pelaku industri web di Surabaya dirikan Asosiasi Industri Web Indonesia (AIWI) untuk mewad...Baca»
