Kabar Lokal - Kam, 29/10/09 09:44 WIB

Box Culvert Semolowaru, Korbankan 4 Rumah

Koskosanku.com - Box Culvert Semolowaru, Korbankan 4 Rumah

Pembangunan Box Culvert Semolowaru memakan 4 korban, ya 4 dari rumah di wilayah itu terpaksa dibongkar

Pembangunan box culvert Semolowaru Kecamatan Sukolilo sisi tengah yang dikerjakan sejak Jumat (23/10) lalu, meresahkan warga sekitar. Bahkan 4 rumah yang berada tepat di bibir sungai Semolowaru, retak-retak dan ambruk.

Dari 4 rumah tersebut 2 diantaranya ambruk bagian depannya karena pondasi rumah berada tepat di atas bibir sungai. Sedangkan 2 rumah lainnya, mengalami retak-retak dan penghuni terpaksa libur dari aktivitasnya karena rumah tersebut digunakan untuk usaha.

Menurut SIGIT (38) warga Semolowaru 16 Surabaya pada suarasurabaya.net, Rabu (28/10), ambruknya rumah milik BAHRUL warga Semolowaru I sempat mengagetkan warga lainnya pada Selasa (27/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Suaranya cukup keras dan warga berlarian ke lokasi. Rumah tersebut ambruk, saat box culvert dipasang mandor. Saat itu juga pekerjaan proyek dihentikan,”tukas SIGIT.

SIGIT menjelaskan 4 rumah yang menjadi ‘korban’ pembangunan proyek box culvert biasanya digunakan untuk usaha warung kopi seperti rumah nomor 13 milik BASMAN, rumah BAHRUL (dua rumah) nomor 15 untuk jualan motor bekas dan nomor 17 yang dikontrak SULASTRI untuk warung nasi pecel.

Mereka terpaksa menutup usahanya untuk sementara waktu dengan kejadian tersebut. Bahkan, kata SIGIT, sebenarnya BAHRUL sudah mengantisipasi pembangunan box culvert dengan memundurkan bangunan rumahnya 1 meter.
“Tapi karena pondasinya ada di bibir sungai, begitu bibir sungai dikeruk dan dipasang box, depan rumahnya katut dan ambruk,”cerita SIGIT.

Sementara SIGIT sendiri mengakui merugi akibat pembangunan box culvert. Pasalnya, jualan air galonan terus melorot karena jalan depan tempat usahanya ditimbuni lumpur dari sungai.

"Biasanya, kalau hari normal bisa 100 galon, kemarin hanya 60 galon. Dan hari ini jumlahnya merosot. Apalagi ini menjelang musim hujan, kalau pembangunan tidak segera selesai, wah bisa berabe,”tukasnya.

SIGIT menambahkan yang aneh dari pembangunan ini adalah, kenapa tidak diselesaikan yang ada di ujung timur lebih dulu. Pembangunan langsung diarahkan ke barat sekitar 700 meter dari pembangunan box culvert sebelumnya.

Selain itu, yang bisa menghambat penyelesaian proyek, adanya pipa PDAM yang berada di dekat sungai. “Sementara box yang dipasang berukuran 3 meter dan box ada 2 jadi sudah menghabiskan 6 meter. Nah, pada jarak meter kelima ada pipa PDAM. Kenapa kok tidak memilih box yang 2 meteran saja, sehingga tidak perlu memindahkan pipa PDAM,”pungkas SIGIT

(sumber:suara surabaya/Noer Soetantini)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya