Kabar Terkait
Box Culvert Semolowaru, Korbankan 4 Rumah
Pembangunan Box Culvert Semolowaru memakan 4 korban, ya 4 dari rumah di wilayah itu terpaksa dibongkar
Pembangunan box culvert Semolowaru Kecamatan Sukolilo sisi tengah yang dikerjakan sejak Jumat (23/10) lalu, meresahkan warga sekitar. Bahkan 4 rumah yang berada tepat di bibir sungai Semolowaru, retak-retak dan ambruk.
Dari 4 rumah tersebut 2 diantaranya ambruk bagian depannya karena pondasi rumah berada tepat di atas bibir sungai. Sedangkan 2 rumah lainnya, mengalami retak-retak dan penghuni terpaksa libur dari aktivitasnya karena rumah tersebut digunakan untuk usaha.
Menurut SIGIT (38) warga Semolowaru 16 Surabaya pada suarasurabaya.net, Rabu (28/10), ambruknya rumah milik BAHRUL warga Semolowaru I sempat mengagetkan warga lainnya pada Selasa (27/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Suaranya cukup keras dan warga berlarian ke lokasi. Rumah tersebut ambruk, saat box culvert dipasang mandor. Saat itu juga pekerjaan proyek dihentikan,”tukas SIGIT.
SIGIT menjelaskan 4 rumah yang menjadi ‘korban’ pembangunan proyek box culvert biasanya digunakan untuk usaha warung kopi seperti rumah nomor 13 milik BASMAN, rumah BAHRUL (dua rumah) nomor 15 untuk jualan motor bekas dan nomor 17 yang dikontrak SULASTRI untuk warung nasi pecel.
Mereka terpaksa menutup usahanya untuk sementara waktu dengan kejadian tersebut. Bahkan, kata SIGIT, sebenarnya BAHRUL sudah mengantisipasi pembangunan box culvert dengan memundurkan bangunan rumahnya 1 meter.
“Tapi karena pondasinya ada di bibir sungai, begitu bibir sungai dikeruk dan dipasang box, depan rumahnya katut dan ambruk,”cerita SIGIT.
Sementara SIGIT sendiri mengakui merugi akibat pembangunan box culvert. Pasalnya, jualan air galonan terus melorot karena jalan depan tempat usahanya ditimbuni lumpur dari sungai.
"Biasanya, kalau hari normal bisa 100 galon, kemarin hanya 60 galon. Dan hari ini jumlahnya merosot. Apalagi ini menjelang musim hujan, kalau pembangunan tidak segera selesai, wah bisa berabe,”tukasnya.
SIGIT menambahkan yang aneh dari pembangunan ini adalah, kenapa tidak diselesaikan yang ada di ujung timur lebih dulu. Pembangunan langsung diarahkan ke barat sekitar 700 meter dari pembangunan box culvert sebelumnya.
Selain itu, yang bisa menghambat penyelesaian proyek, adanya pipa PDAM yang berada di dekat sungai. “Sementara box yang dipasang berukuran 3 meter dan box ada 2 jadi sudah menghabiskan 6 meter. Nah, pada jarak meter kelima ada pipa PDAM. Kenapa kok tidak memilih box yang 2 meteran saja, sehingga tidak perlu memindahkan pipa PDAM,”pungkas SIGIT
(sumber:suara surabaya/Noer Soetantini)

Artikel Lainnya
-
Suramadu Zero Accident, Surabaya-Gempol Meningkat
Meski jumlah kendaraan meningkat selama H-7 sampai H+7 lebaran di tol Jembatan Suramadu, namun...Baca» -

PT SIP Terseret Kasus Pasar Turi
Terkait polemik lelang Rp. 1 triliun Pasar Turi, nama PT Surya Inti Permata ikut terseret.Baca» -

Surabaya Timur Pusat Judi
Banyak terungkap judi beromzet milyaran rupiah yang kebanyakan dilakukan oleh kaum elit keturun...Baca» -

SBY Minta Taruna TNI-Polri Melek Teknologi
Pada saat melantik 1.092 taruna-taruni TNI-Polri kemarin di Surabaya, SBY sampaikan pesan-pesan...Baca» -

Perempat Final, Persebaya Satu Grup dengan GU, MP dan Persik
Skor imbang 1-1 ketika melawan Persib cukup mengantarkan Persebaya menjadi juara grup D dengan...Baca» -

Beresiko Tinggi, 28 JCH Kenakan Rompi Khusus
Jemaah Haji yang memiliki penyakit beresiko tinggi diwajibkan mengenakan rompi khusus untuk ant...Baca»
