Kabar Lokal - Rab, 04/11/09 10:42 WIB

Beresiko Tinggi, 28 JCH Kenakan Rompi Khusus

Koskosanku.com - Beresiko Tinggi, 28 JCH Kenakan Rompi Khusus

Jemaah Haji yang memiliki penyakit beresiko tinggi diwajibkan mengenakan rompi khusus untuk antisipasi.

Sebanyak 28 jamaah calon haji (JCH) harus mengenakan rompi khusus. Rompi berwarna biru tua itu bertuliskan huruf besar RT atau resiko tinggi (resti).

Rompi itu disediakan khusus oleh petugas kesehatan bagi mereka yang memiliki penyakit beresiko tinggi. Dari pantauan Media Centre, masih ada 28 JCGH dari kloter 38 asal Kota Kediri dan Surabaya yang masih harus menunggu di hall Zaitun. Padahal jamaah lainnya langsung dipersilakan menuju kamar setelah mendapat kartu akomodasi. Ternyata ke 28 jamaah yang tertahan adalah jamaah resti.

Menurut Drs. Thohir , Amd perwira jaga Bidang Kesehatan PPIH, sebenarnya pemberian rompi tersebut sudah dimulai musim haji tahun lalu. Tapi musim haji tahun ini lebih ditingkatkan penggunaannya melalui petugas kloter.

Dalam rilis Humas PPIH, Selasa (03/11), dijelaskan bahwa rompi tersebut digunakan sebagai upaya antisipasi, untuk mempermudah mendeteksi jemaah yang tergolong resti.

“Pemakaian rompi itu sejak jemaah meninggalkan embarkasi hingga kembali lagi ke debarkasi,” ujar SUGIANTO, Humas PPIH.

Diharapkan peran aktif petugas kloter untuk lebih mengawasi jamaah resti secara khusus. Menurut dokter jaga, jamaah yang masuk kelompok resti adalah mereka yang berumur 60 tahun ke atas, umur berapapun yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, hipertensi, jantung dan lainya yang memiliki resiko.

Sementara itu, dari 445 JCH dari kloter 38 yang datang ke Asrama Haji Sukolilo pada Selasa (03/11) pukul 11.00 WIB ini, 34 orang diantaranya ternyata belum melakukan vaksin influenza di daerah asal, yakni Kota Kediri dan Surabaya.

Setelah petugas kesehatan memeriksa buku kesehatan jamaah satu-persatu, ada 13 jemaah yang benar-benar belum melakukan vaksin influenza. Maka saat itu juga mereka dibawa ke poliklinik untuk melakukan vaksin influenza.

Sisanya 21 jemaah setelah ditanyai satu persatu, mereka mengaku telah melakukan vaksin influenza di daerah. Tapi di buku kesehatan mereka belum ditandai oleh petugas kesehatan daerah dengan stempel yang menandakan bahwa mereka telah melakukan vaksin. (suarasurabaya/ Agita Sukma Listyanti)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya