Kabar Lokal - Jum, 06/11/09 09:03 WIB

Dinas Kesehatan Mengawasi Aktivitas Depo Air Minum Isi Ulang

Koskosanku.com - Dinas Kesehatan Mengawasi Aktivitas Depo Air Minum Isi Ulang

Sekitar 600 hingga 700 aktivitas pengusaha yang memiliki depo air minum isi ulang terus dipantau Dinas Kesehatan Surabaya.

Sekitar 600 hingga 700 aktivitas pengusaha yang memiliki depo air minum isi ulang terus dipantau Dinas Kesehatan Surabaya. Tujuannya, produk mereka tetap terjaga kualitasnya dan tidak merugikan konsumen.

Menurut dr ESTI MARTIANA RACHMI Kepala Dinas Kesehatan Surabaya pada suarasurabaya.net, Kamis (05/11), pemantauan aktivitas depo air minum isi ulang di Surabaya dilakukan rutin setiap 3 bulan sekali oleh Puskesmas terdekat. Dengan pemantauan ini, pengusaha yang belum memiliki ijin bisa terjaring dan akan diminta untuk mengurus ijinnya.

ESTI menjelaskan dalam 3 bulan sekali, pemiliki depo diwajibkan memeriksakan kualitas produksi air minumnya ke Laboratorium yang memiliki peralatan standar. “Di setiap Puskesmas ada bagian Sanitasi Lingkungan. Dan merekalah yang terjun langsung ke lapangan sekaligus mengecek kualitas produksi depo air minum isi ulang. Biayanya juga tidak mahal hanya Rp 50 ribu,”ujarnya.

Sejak dilakukan pemantauan 1-2 tahun terakhir ini, kata ESTI, sebanyak 600-700 pengusaha sudah mengurus ijin untuk membuka depo air minum isi ulang. Sedangkan yang belum berijin, diprediksi ESTI, tidak terlalu banyak namun tetap dipantau oleh Puskesmas untuk segera mengurus ijinnya.

“Dari hasil pemantauan bisa diketahui apakah produksi air minum isi ulang masih memenuhi standar kesehatan atau tidak. Namun kami imbau ke masyarakat, jika membeli air minum isi ulang perlu direbus dulu jika akan dikonsumsi. Selain itu, harus dilihat ijin usaha dan hasil lab yang biasanya ditempel di depo tersebut,”ungkapnya.

Sementara itu, SIGIT TJAHJO HENDRATNO pemiliki depo air minum isi ulang “Aquaadees” di Jalan Semolowaru Surabaya pada suarasurabaya.net, mengatakan, pihaknya sendiri secara rutin selalu memeriksakan produksi air ke laboratorium setiap 3 bulan sekali. Dan hasilnya ditempelkan di depo sehingga konsumen bisa membaca sendiri.

Menurut SIGIT, sebagai pengusaha tidak ingin merugikan konsumen. Bahkan untuk menjamin kualitas produksi air minum, pihaknya mempunyai sumber air minum di Candi Wates Prigen, tanki untuk membawa air serta peralatannya.

“Untuk memindahkan air dari tandon besar ke tendon kecil melalui 17 tahapan. Begitu pula dari tandon kecil ke galon, juga melalui 17 tahapan. Begitu pula dengan filter-nya, juga sering diganti setelah 10 kali dipakai,”kata SIGIT.

(sumber:suara Surabaya/Noer Soetantini)
(foto:itrademarket)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya