Kabar Lokal - Kam, 10/09/09 16:29 WIB

Penukar Uang Angpao

Koskosanku.com - Penukar Uang Angpao

Menjelang Idul Fitri, menukar uang menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan oleh beberapa orang. Sebagian orang mungkin enggan mengantri langsung di Bank Indonesia. Alternatifnya adalah dengan menukar le...

Tradisi pembagian "Angpao" saat hari raya sudah menjadi tradisi turun temurun dan mendarah daging dalam masyarakat kita. Angpao ini diberikan dari mereka yang sudah menikah atau bekerja (baca: ?mapan) kepada sanak saudara mereka terutama kepada anak-anak.

Besar uang yang diberikan sangat bervariatif, tergantung kemampuan tiap individu dan kepada siapa angpao tersebut diberikan. Umumnya semakin tua umur orang yang akan diberi angpao, mereka akan mendapat jumlah yang lebih besar jika dibanding dengan mereka yang umurnya muda (anak-anak). Yang namanya anak-anak pun tentu senang saat menerima angpao tersebut, apalagi jika uang yang diberikan dalam kondisi yang bagus, lurus dan tak lusuh.

Menjelang Idul Fitri, menukar uang menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan oleh beberapa orang yang enggan mengantri langsung di Bank Indonesia. Kondisi seperti ini membuka peluang kepada para ?jasa penukar uang? untuk memanfaatkan kondisi seperti ini. Ya, mereka lah para penyedia jasa penukar uang yang bertebaran di sekitar Bank Indonesia Surabaya, jalan Bubutan Surabaya, dan sekitar Tugu Pahlawan Surabaya.

Bahkan mereka pun sudah?setia berdiri menjajakan jasa sejak sebelum Ramadhan tiba. Hal ini dikarenakan adanya uang Rp. 2,000 keluaran terbaru. Mereka berdiri sejak pukul 7 pagi hingga menjelang pukul 11 malam. Sepanjang kawasan tersebut, berpuluh-puluh penyedia jasa akan kita temui, mereka umumnya berasal dari masyarakat sekitar dan warga asli Surabaya lainnya seperti Bulak Banteng dan Blauran.

Menurut pengakuan Mas?ud (47) yang ditemui oleh tim Koskosanku.com (28/08), beliau menyediakan modal Rp 350.000 untuk mendapat pinjaman uang tukaran Rp 2,000.000. Warga asli Bubutan ini mengaku mengambil untung Rp 20.000 untuk per Rp 100.000-nya. Keuntungan ini didapat variatif tergantung berapa rupiah yang ditukarkan penawar dan nominal berapa rupiah yang diinginkan penawar. Saat ini pecahan uang Rp 2,000 lah yang diminati para penawar jasa ini.

Mas?ud yang baru tahun ini mencoba peruntungannya dalam bidang ini juga mengaku mendapatkan gepokan uang tukaran tersebut dari tangan pengepul (penadah) yang stand by tiap hari sekitar pukul 7 pagi. ?Pengepul itu yang antri di Bank Indonesia? pungkasnya.

Walaupun Pak Mas?ud dan para penyedia jasa penukar uang ini mengambil tambahan Rp 20.000 untuk per Rp 100.000nya, namun sesungguhnya keuntungan yang didapat para penyedia jasa penukar uang ini hanya meraup Rp 50.000 per Rp 2000.000. Sisa uang lainnya akan kembali menutup modal. (r2/kos) ?

Foto Lainnya:

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya