Penukar Uang Angpao
Menjelang Idul Fitri, menukar uang menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan oleh beberapa orang. Sebagian orang mungkin enggan mengantri langsung di Bank Indonesia. Alternatifnya adalah dengan menukar le...
Tradisi pembagian "Angpao" saat hari raya sudah menjadi tradisi turun temurun dan mendarah daging dalam masyarakat kita. Angpao ini diberikan dari mereka yang sudah menikah atau bekerja (baca: ?mapan) kepada sanak saudara mereka terutama kepada anak-anak.
Besar uang yang diberikan sangat bervariatif, tergantung kemampuan tiap individu dan kepada siapa angpao tersebut diberikan. Umumnya semakin tua umur orang yang akan diberi angpao, mereka akan mendapat jumlah yang lebih besar jika dibanding dengan mereka yang umurnya muda (anak-anak). Yang namanya anak-anak pun tentu senang saat menerima angpao tersebut, apalagi jika uang yang diberikan dalam kondisi yang bagus, lurus dan tak lusuh.
Menjelang Idul Fitri, menukar uang menjadi sesuatu hal yang dibutuhkan oleh beberapa orang yang enggan mengantri langsung di Bank Indonesia. Kondisi seperti ini membuka peluang kepada para ?jasa penukar uang? untuk memanfaatkan kondisi seperti ini. Ya, mereka lah para penyedia jasa penukar uang yang bertebaran di sekitar Bank Indonesia Surabaya, jalan Bubutan Surabaya, dan sekitar Tugu Pahlawan Surabaya.
Bahkan mereka pun sudah?setia berdiri menjajakan jasa sejak sebelum Ramadhan tiba. Hal ini dikarenakan adanya uang Rp. 2,000 keluaran terbaru. Mereka berdiri sejak pukul 7 pagi hingga menjelang pukul 11 malam. Sepanjang kawasan tersebut, berpuluh-puluh penyedia jasa akan kita temui, mereka umumnya berasal dari masyarakat sekitar dan warga asli Surabaya lainnya seperti Bulak Banteng dan Blauran.
Menurut pengakuan Mas?ud (47) yang ditemui oleh tim Koskosanku.com (28/08), beliau menyediakan modal Rp 350.000 untuk mendapat pinjaman uang tukaran Rp 2,000.000. Warga asli Bubutan ini mengaku mengambil untung Rp 20.000 untuk per Rp 100.000-nya. Keuntungan ini didapat variatif tergantung berapa rupiah yang ditukarkan penawar dan nominal berapa rupiah yang diinginkan penawar. Saat ini pecahan uang Rp 2,000 lah yang diminati para penawar jasa ini.
Mas?ud yang baru tahun ini mencoba peruntungannya dalam bidang ini juga mengaku mendapatkan gepokan uang tukaran tersebut dari tangan pengepul (penadah) yang stand by tiap hari sekitar pukul 7 pagi. ?Pengepul itu yang antri di Bank Indonesia? pungkasnya.
Walaupun Pak Mas?ud dan para penyedia jasa penukar uang ini mengambil tambahan Rp 20.000 untuk per Rp 100.000nya, namun sesungguhnya keuntungan yang didapat para penyedia jasa penukar uang ini hanya meraup Rp 50.000 per Rp 2000.000. Sisa uang lainnya akan kembali menutup modal. (r2/kos) ?
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Surabaya Mendung Bukan Berarti Hujan
Meski cuaca kota Surabaya akhir-akhir ini terlihat mendung, namun hal ini bukan berarti pertand...Baca» -

Pemasangan Box Culvert Semolowaru, Hampir Rampung
Dalam satu-dua minggu lagi, Semolowaru kembali dapat dilewati dengan lancar. Warga menanti penu...Baca» -

Job Market Fair Diserbu Para Pencari Kerja
Job fair memang selalu dinanti. Seperti Job Market Fair yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja, ...Baca» -

Jl. Kaliasin Gang Pompa, Terlarang Untuk Berjualan
Setelah lapak PKL ditertibkan, kini Jalan Kaliasin resmi terlarang untuk berjualanBaca» -

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon dan Baliho Roboh
Hujan deras yang mengguyur Surabaya kemarin akibatkan banyak pohon tumbang, banjir dan macet di...Baca» -

Hasil Survei LSN Terbaru, Bambang DH Terfavorit
Meski dilarang maju kembali sebagai walikota Surabaya, mayoritas responden menyatakan puas terh...Baca»

