Night To Remember Optimis Menembus Industri Musik
Jalan kian terbuka untuk Night To Remember mewujudkan mimpinya sebagai kelompok band yang bisa diterima pasar industri musik Indonesia
Jalan kian terbuka untuk mewujudkan mimpinya sebagai kelompok band yang bisa diterima pasar industri musik Indonesia. Dan untuk mewujudkan mimpi itu, rasanya tidak akan sulit setelah Night To Remember (NTR) band asal Jember ini terpilih dalam ajang LA Light Community Start Up 2009.
Band yang beranggotakan Dema (vokal), Arbillsan (gitar), Kandar (gitar), Waski (bas), dan Kiki (drum) meretas jalan ke industri musik dengan single-nya bertajuk “Sorry”, yang dirilis Minggu (15/11). NTR ini menghadirkan ramuan musik yang menggabungkan unsur keras dan lembut yang diracik dalam besutan yang sangat harmonis.
Unsur keras begitu terasa dari dinamika yang dipengaruhi alternative punk seperti New Found Glory, All American Reject, Angesl And Airwaves. Sementara unsure lembut yang muncul terutama pada notasi lagu dari pengaruh British seperti Coldplay, Keane, Radiohead.
Dan yang membuat beda dari penampilan mereka dibanding kelompok band lainnya yakni celana pendek. Celana pendek ini, kata Dema menjadi icon NTR dan serasi dengan jiwa ke anak-mudaan.
“Sebelum bisa diterima pasar Indonesia, paling tidak pasar Jawa Timur bisa merespon karya kita. Dan kita optimis bisa bersaing di industri musik Indonesia berkat dukungan E-Motion sebagai perusahaan label yang menaungi NTR dan Mas Piyu sebagai produser kita,”ungkap Dema diamini teman-temannya.
Meski sudah masuk ke label, diakui Dema, memang harus pintar-pintarnya menyesuaikan diri dengan sang produser. Kalau sebelumnya, berkarya sesuai apa yang diinginkan, sekarang harus memikirkan bagaimana karya itu berkualitas dan bisa diterima pasar. (suarasurabaya/NoerSoetantini/foto:suarasurabaya)

Artikel Lainnya
-

UCOK AKA Diusulkan Status Warga Kehormatan Surabaya
Rocker legendaris asal Surabaya yang meninggal pada usia 69 tahun, 3 Desember lalu ini dianggap...Baca» -

Jl. Kaliasin Gang Pompa, Terlarang Untuk Berjualan
Setelah lapak PKL ditertibkan, kini Jalan Kaliasin resmi terlarang untuk berjualanBaca» -

Pembangunan Gelora Bung Tomo Telan Dana 500M
Nampaknya Surabaya serius menggapai mimpi sebagai tuan rumah SEA Games tahun 2011. Gelora Bung ...Baca» -

HIPMI Imbau Anggota Memakai Batik
Untuk mendukung dan merayakan pengakuan dunia atas warisan budaya nasional, Himpunan Pengusaha...Baca» -

Walhi Laporkan Kasus Lumpur Lapindo ke KPK
Pertanyakan uang negara Rp. 4 T untuk menangani kasus Lapindo. Sertakan pula dokumen 12 kesalah...Baca» -

Pembuatan Paspor Hijau 8 Calon Jamaah Haji Tersendat
Kloter pertama calon jamaah haji embarkasi Surabaya mulai masuk asrama tanggal 23 Oktober men...Baca»
