Kabar Lokal - Sen, 16/11/09 09:09 WIB

Utak-atik Game Logika Yang Menguras Otak

Koskosanku.com - Utak-atik Game Logika Yang Menguras Otak

National Logic Contes (NLC) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer-Informatika (HMTC) ITS cukup memarik perhatian..

Tiga orang siswa SMA nampak dengan serius memelototi sebuah bingkai kayu kecil di hadapannya. Mereka diminta untuk mengeluarkan bola kayu yang disatukan dengan benang di dalam bingkai. Di depan mereka, dua orang mahasiswa Teknik Komputer-Informatika ITS mengawasi.

Ketiga orang siswa SMA tersebut tidaklah sendirian. Ruangan di Graha 10 Nopember ITS, Minggu (15/11) dipenuhi dengan siswa-siswa SMA. Memakai kaos bertuliskan Schematics 2009, para siswa tersebut tengah mengikuti National Logic Contes (NLC) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer-Informatika (HMTC) ITS.

Tim yang lain juga nampak sibuk. Satu diantaranya terus mengutak-atik 5 buah gabus berbentuk lingkaran. Mereka harus menyusunnya secara berurutan dari yang berukuran besar hingga kecil secara vertikal. Meski nampaknya mudah, namun ternyata cukup menguras otak.

Setiap terdiri dari 3 orang. Setelah melalui babak penyisihan dengan menjawab soal-soal yang berkaitan dengan logika dan matematika, dipilihlah 50 peserta offline untuk mereka yang berasal dari Surabaya dan sekitarnya. Dipilih pula 50 peserta online untuk mereka yang berasal dari daerah yang jauh dari Surabaya dan luar Pulau Jawa.

Seratus peserta itu mengikuti perempat final untuk kemudian disaring menjadi 20 peserta. Mereka inilah yang masuk ke babak semi final. Dimas Radityo Koordinator Umum Schematics 2009 mengatakan dalam semi final, para peserta dihadapkan pada 20 macam permainan yang benar-benar menguras otak.

“Ada 20 permainan yang berkaitan dengan logika. Tim diminta untuk menyelesaikan permainan itu sesuai dengan perintah,” kata Dimas, Minggu (15/11).

Secara bergantian, masing-masing tim mendatangi meja yang menyediakan permainan yang berbeda. Misalkan permainan rubik, bingkai logika, blobs, tower of Hanoi, puzzle kayu, hingga permainan dari flash. Mereka diberi waktu 3 menit untuk menyelesaikan permainan tersebut.

Diakui Dimas, permainan-permainan logika tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Ketepatan dan kecepatan sangat diperhitungkan dalam permainan ini. Tidak jarang pula, tim gagal menyelesaikan permainan hingga waktu berakhir. “Biasanya yang paling sulit Tower of Hanoi, rubik dan bingkai logika. Banyak yang gagal disitu,” kata Dimas.

Peserta yang berhasil menyelesaikan permainan terbanyak berhak melaju ke babak final. Dari semi final, akan disaring 5 besar yang lolos ke babak final. Menurut Dimas, dari tahun ke tahun pemenang NLC masih didominasi oleh siswa SMA yang berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. (suarasurabaya/Agita Sukma Listyanti/foto:suarasurabaya)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya