The Excursion Memadukan Kelulusan, Pameran dan Fashion Show
Sebanyak 90 busana dari para siswa LaSalle College International cabang Surabaya dipamerkan di atas catwalk..
Sebanyak 90 busana dari para siswa LaSalle College International cabang Surabaya dipamerkan di atas catwalk sepanjang 25 meter, Selasa (17/11), di Empire Palace Surabaya Busana-busana yang dikemas dalam sebuah tema Episode Two : The Excursion, memiliki keunikan tersendiri sesuai dengan karakter perancangnya.
Menurut Janet Teowarang Fashion Design Coordinator LaSalle Surabaya, pergelaran yang menggabungkan antara kelulusan 11 siswa, pameran dan fashion show menceritakan tentang perjalanan dari para siswa yang semula belum tahu banyak tentang industri sampai benar-benar ‘matang’ di industri fashion.
“Setiap karya yang ditampilkan harus mengutamakan profesionalitas. Apalagi ini merupakan kelanjutan dari First Phase : Metamorphosis saat memperingati kelulusan siswa tahun lalu. Sedangkan panggungnya sendiri juga karya dari siswa desain interior, sehingga tampilan keseluruhan adalah karya siswa kita,”papar Janet.
Perjalanan selama menimba ilmu juga diungkapkan Shendy arie (20) yang menampilkan busana Russian Marionette dalam pergelaran ini. Ini terinspirasi dengan boneka pinokio dan itu diaplikasikan dengan desain busana yang memiliki rok melebar atau seperti atap-atap rumah di Rusia.
Pilihan kain untuk karyanya, dari duchees dan santung. “Khusus untuk kelulusan ini, saya menyiapkan 15 rancangan busana yang sudah dipersiapkan selama setahun. Setelah lulus saya berancang-ancang ke Jakarta apakah nanti usaha sendiri atau masuk ke perusahaan,”tukasnya.
Hal senada dikatakan Oriana Pandora (27) asal Malang. Begitu lulus, langsung tancap gas untuk mengembangkan usaha butik yang sudah dirintisnya. Dalam pergelaran ini, dirinya menampilkan busana bertema “Handbok” yakni nama baju tradisional Korea. Bahan yang digunakan juga disesuaikan dengan temanya, yakni bahan Cheongsam (kain China).
Sedangkan Kristi wynaldy (22) juga berancang-ancang membuka usaha sendiri setelah lulus. Dalam upacara kelulusan di Empire ini, Kristi mengambil tema rancangan busananya yakni Hindustan.
“Karena hal-hal yang berbau India sedang tren. Untuk busana pria, saya memilih bahan tye dye seperti kaos, katun dan duchess yang tidak mengkilap. Desainnya simple dan busana pria bisa sebagai ready to wear,”papar Kristi.
Selain karya busana, beberapa siswa bidang interior desain juga memamerkan karyanya. Seperti halnya Giang nguyen witschard (34) dari Switzerland. Dia memamerkan multifunction chair. Hasil karyanya sempat ditawarkan ke PT Sekar Jati untuk diproduksi. “Kursi ini bisa digunakan untuk apa saja termasuk tempat duduk bayi. Untuk mengubah fungsinya, tidak sulit tinggal mengatur mur yang ada di kursi,”tambah Giang. (suarasurabaya/NoerSoetantini/foto:suarasurabaya)

Artikel Lainnya
-

Jl. Kaliasin Gang Pompa, Terlarang Untuk Berjualan
Setelah lapak PKL ditertibkan, kini Jalan Kaliasin resmi terlarang untuk berjualanBaca» -

UCOK AKA Diusulkan Status Warga Kehormatan Surabaya
Rocker legendaris asal Surabaya yang meninggal pada usia 69 tahun, 3 Desember lalu ini dianggap...Baca» -

Edan! Tiket Film Kiamat Semua Jam Ludes
Heboh isu kiamat 2012, heboh pula filmnya. Rata-rata tiket film 2012 di semua gedung bioskop Su...Baca» -

Polsek Gubeng Luncurkan Situs Berita Kriminal
Wow! Surabaya makin lama memang semakin maju, kini Polsek Gubeng pun punya website sendiri!Baca» -
Dua Pianis Tuna Netra Warnai Heavenly Joy
Dua pianis tuna netra warnai konser amal Heavenly Joy yang diselenggarakan oleh International B...Baca» -

Yusuf Bunuh Ayahnya Demi Uang Rp 1.000
Brutal, seorang warga Pacar Keling aniaya ayah kandungnya dengan tabung LPG sampai mati.Baca»
