Setttt... Silakan Lirik Tren Modifikasi Motor 2010 di Kenjeran
Mau mengintip dunia bagaimana tren modifikasi motor tahun 2010 mendatang? intiplah di Kenjeran
Seperti halnya trend fesyen yang berubah setiap tahunnya, begitu pula trend modifikasi di dunia otomotif. Tahun depan trend modifikasi motor akan mengarah ke bentuk yang tak sekedar ekstrem, namun punya desain menarik dan masih nyaman dipakai harian.
Nah kalau ingin tahu modivikasi motor paling oke di tahun 2010 mendatang, silakan datang di� final U Mild U Bikers Modification Contest di Kenjeran, Surabaya 21-22 November lusa. Di ajang ini motor modivikasi bakal memperebutkan status best of the best alias yang terbaik.
Menurut pakar design produk dari Institut Teknologi Bandung, Amirul Nevo motor modifikasi pantas dianggap terbaik jika konsep dan rubahannya ekstrem namun tetap mampu membuat motor mudah dikendarai dan nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari. “Konsep design harus kuat secara ide, selanjutnya dikerjakan oleh ahlinya dengan pengerjaan hingga detil dan finishing art work,” kata Nevo.
Itu baru dari sisi design. Dari sisi teknisnya sendiri pemegang ijazah master di bidang desain produk ini mengatakan konstruksi motor modifikasi harus benar. Prinsipnya, imajinasi sang modifikator juga harus sejalan dengan teknik rangka konstruksi motor. “Ini penting karena terkait dengan faktor safety dan juga kenyamanan sang pemakai,” tegas Nevo.
Berdasarkan kriteria tersebut, salah satu contoh desain yang tahun depan diprediksi kuat bakal menjadi trend adalah modifikasi motor gaya Flat tracker dan Board tracker, yaitu model motor balap era tahun 1940-an.
Prinsip design motor Flat tracker dan Board tracker hampir sama, yaitu handle bar atau setang yang pendek dan melengkung kebawah memungkinkan pengemudinya merunduk untuk mengurangi hambatan angin. Posisi kaki menjepit tangki yang ramping.
Salah satu karya design modifikator yang mengadopsi tren ini adalah pemenang U Mild Modification Contest asal Yogyakarta, Agus Daritz. Motor tua CB 100 tahun 1976 disulapnya menjadi motor era balap Flat tracker tahun 1940-1950-an. Karya ini kemudian yang mengantarkan Agus ke podium juara sebagai Best of the Best U Mild Modification Contest seri Yogyakarta.
Setelah menang, pada kompetisi modifikasi berikutnya di U Mild Modification Contest seri Jakarta, Agus kembali bersama karya barunya. Kali ini bergaya motor balap board tracker yang diterapkan di motor GL 100. Agus pun kembali menyabet dua juara sekaligus, sebagai pemenang Best of the Best dan U-Extreem di U Mild Modification Contest seri Jakarta.
Salah satu pakar modifikasi yang juga builder kawakan Lulut Wahyudi mengatakan, modifikasi gaya Flat tracker dan Board tracker ini konsepnya cukup ekstrem yaitu dari sebuah motor lawas non motor balap disulap menjadi motor balap era yang lebih lawas. “Motor dengan gaya ini mengingatkan saya pada Flat tracker di era balap tahun 50-an, hanya beda di stang saja, andai stangnya bengkok ke bawah pasti sama persis, di situ kelebihannya dan cukup ekstrem,” jelas builder kenamaan ini.
Design modifikasi yang menonjol tahun ini dan akan berkembang tahun depan juga bisa dilihat dari karya Haidir Rusdian, pemenang kontes Modifikasi U Mild U Bikers Festrack 2009 di Samarinda. Motor Suzuki Thunder 250 miliknya digubah menjadi sebuah motor yang futuristik. Haidir mengaku terinspirasi dari prostreet chopper.
Salah satu juri modifikasi Indra “bluesman” Pranajaya menjelaskan bahwa motor karya Haidir diakui oleh para juri paling inovatif dari tingkat kesulitan pengerjaan dan ide yang sangat konsepsual. “Haidir mampu melawan arus dari trend sekitarnya, ini patut kami acungkan jempol. Walaupun melawan arus pengerjaan motor dikerjakan dengan sesuai secara teknik konstruksi sehingga bisa dikendarai dengan nyaman dan aman,” jelas Indra.
Motor motor milik Agus Daritz, dan Haidir Rusdian sendiri akan bertarung di Kenjeran untuk menjadi� yang terbaik. Brand Manager U Mild Achmad Nasyiruddin mengatakan modifikator terbaik dari yang terbaik alias Best of The Best Modifikator akan diberangkatkan U Mild ke ajang Motorshow Internasional tahun 2010. “Tak hanya orangnya, tapi juga motornya diboyong ke negeri gajah itu, untuk ditampilkan di hadapan pengunjung event modifikasi terbesar di Asia Tenggara ini,” tegas Nasyir.
Nasyir mengomentari kedua hasil karya modifikator ini sama sama punya peluang besar untuk menang. Pasalnya, ide keduanya benar benar orisinil, beda dari yang pernah ada. Namun yang pasti, semua juri sepakat bahwa kedua motor tersebut baik secara konstruksi, punya power dan memiliki nilai estetika, bukan manekin yang hanya enak dipandang mata.
(sumber:berita jatim/M. Syafaruddin)

Artikel Lainnya
-

Patung Berbahan Clay ala Mahasiswa Stikom
Patung Clay kini bisa anda lihat di ruang pameran perpustakaan kampus Stikom Surabaya. Dibalik ...Baca» -

Blog Membuat Gaya Hidup Berubah
Bapak Blogger Surabaya?? Dalam seminar blog di ITS kemarin beliau mendorong masyarakat untuk se...Baca» -

Pakai Topi Santa Claus, Gayatri Menari di Tengah Jalan
Setelah lempari Bank Century dengan telur berwarna merah darah, wanita paruh baya ini menari di...Baca» -

BMKG: Gempa Belum Bisa Diprediksi Waktu dan Tanggalnya
Alam memang tak bersahabat, kondisinya serba tidak menentu, termasuk soal gempa. BMKG yang suda...Baca» -

Laboratorium Keliling BBPOM Temukan Jajanan Berformalin
Mmobil-mobil laboratorium datangi SD-SD di Surabaya dan temukan banyak jajanan berformalin!Baca» -

Jl. Kaliasin Gang Pompa, Terlarang Untuk Berjualan
Setelah lapak PKL ditertibkan, kini Jalan Kaliasin resmi terlarang untuk berjualanBaca»
