Murdoch University-ITS Jajaki Kerjasama untuk Studi S3
Proses penjajakan kerjasama double degree untuk studi lanjut S3 dilakukan oleh Murdoch University, Australia saat berkunjung ke ITS..
Proses penjajakan kerjasama double degree untuk studi lanjut S3 dilakukan oleh Murdoch University, Australia saat berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (19/11).
Bertempat di Ruang Sidang Pembantu Rektor (PR) IV ITS, pertemuan tersebut membahas tentang kemungkinan kerjasama dan penyamaan program yang akan ditawarkan di masing-masing perguruan tinggi. Hadir mewakili Murdoch University yang berada di Perth, Australia, Prof Andrew taggart Dekan Fakultas Teknik dan Hendrik halim Project Director International Relation untuk wilayah Asia.
Sedangkan perwakilan dari ITS antara lain Dr Ketut buda arthana Ketua International Office, Prof Ir Gamantyo hendrantoro MEng PhD Sekretaris I LPPM ITS, dan juga perwakilan dari masing-masing fakultas yang ada di ITS.
Penawaran double degree PhD dari Murdoch University sebelumnya selama 4 tahun. Tetapi dalam pembahasan tersebut berhasil disepakati lama studi yang diikuti nantinya selama tiga atau 3,5 tahun di ITS dan 1,5 tahun di Murdoch University.
“Kita keberatan kalau lama studi untuk PhD selama 4 tahun,” jelas Ketut Buda Arthana.
Pembahasan penjajakan kerjasama tersebut mengarah kepada empat jurusan, yaitu jurusan Teknik Elektro dan Teknik Informatika dengan departemen game technology and multimedia, jurusan Statistika dengan departemen mathematic, jurusan Teknik Lingkungan, dan jurusan Teknik Kimia.
Meski demikian, pertemuan tersebut belum sampai pada penandatanganan memorandum of understanding (MOU). ”Kemungkinan kerjasamanya hampir pasti, dan sepertinya dalam waktu dekat ini (kerjasama, red) sudah direkomendasikan dikti,” lanjut dosen Teknik Sistem Perkapalan.
Walaupun sudah mengarah pada kerjasama di beberapa jurusan, pertemuan tersebut belum membahas rincian detil kerjasama yang nanti akan diwujudkan. Seperti kerjasama penelitian antar dosen-dosen atau profesor ITS dengan Murdoch University.
Selain itu, double degree yang ditawarkan Murdoch University sementara masih khusus untuk PhD. ”Sementara ini baru PhD, itu yang memungkinkan dilakukan untuk sekarang ini,” ujarnya seperti dikutip dalam rilis Humas ITS yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (19/11). Tetapi tidak menutup kemungkinan kerjasama double degree untuk S2 juga bisa dilakukan.
Kerjasama ITS dan Murdoch University ini diharapkan bisa menjadi jembatan bagi dosen-dosen atau profesor dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia, terutama yang di wilayah timur Indonesia untuk melanjutkan studi atau melakukan kerjasama riset dengan Murdoch University.
Selain dengan ITS, kunjungan Murdoch University ini juga dalam rangka penjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia. Antara lain dijadwalkan melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang. (suarasurabaya/AgitaSukmaListyanti/foto:suarasurabaya)

Artikel Lainnya
-
Pijama’s Day, Latih Kemandirian Anak-anak Sejak Dini
Pijama's day makin meriah dengan adanya pelatihan anak berusia 2-3 tahun yang diyakini bisa mel...Baca» -
Kantor Pos Surabaya Luncurkan Perangko Bung TOMO
Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Kantor Pos Surabaya, berencana meluncurkan perangk...Baca» -

PHK di Jatim Trennya Meningkat
Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Timur trennya terus meningkat.Baca» -

Penunggak Pajak Bandel Akan Disandera
Merasa terlalu lunak selama ini, Dirjen Pajak akan mulai ambil tindakan keras terhadap penungga...Baca» -

Dapatkan Laptop Murah di Scomdex-19
Scomdex kembali digelar, kini anda bisa mendapatkan Laptop yang super murah beserta undian lang...Baca» -

Patung Berbahan Clay ala Mahasiswa Stikom
Patung Clay kini bisa anda lihat di ruang pameran perpustakaan kampus Stikom Surabaya. Dibalik ...Baca»
