Angka Kematian Akibat Aborsi di Indonesia Tertinggi Se Asia Tenggara
Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang angka kematian tertinggi di Asia tenggara disaat melahirkan.
Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang angka kematian tertinggi di Asia tenggara disaat melahirkan. Dari 100 ribu angka kelahiran, 307 orang ibu meninggal akibat aborsi.
Hal ini disampaikan oleh Dr dr Budi Santoso dari Divisi Fertilitas Endrokinologi Reproduksi Obstetri dan Ginekolog Fakultas Kediokteran Unair-RSUD Dr Soetomo dalam Seminar Nasional Pengaturan Kesehatan Reproduksi: Lagalisasi dan atau Liberalisasi Abortus? di Fakultas Hukum Unair, Surabaya, Selasa (24/11/2009).
"Di Indonesia ada 1,5 juta ibu yang menjalani aborsi yang tidak aman," kata Budi.
Menurut Budi, dari persentase 11-13 persen angka kematian ibu (AKI) diakibatkan adanya kematian aborsi tidak aman (unsafe abortion). "Di Seluruh dunia tercatat kurang lebih ada 50 juta ibu menjalani unsafe abortion," tuturnya.
Budi juga menjelaskan, dari data di Departemen Kesehatan mencatat unsafe abortion memberikan kontribusi hingga 50 persen pada angka kematian ibu di Indonesia. Untuk itu perlu disediakan pelayanan abortus yang aman sehingga bisa mengurangi AKI.
Lebih lanjut Budi juga mengatakan jika sampai saat ini legalisasi masih menjadi kontroversi berbagai kalangan. "Sebagian kalangan menganggap legalisasi abortus hanya membuka peluang liberalisasi seksual. Tapi sebagian kalangan memandang bahwa abortus diperbolehkan asal ada indikasi medis maupun non medis, seperti kasus perkosaan yang berdampak pada psikologi-sosial," imbuhnya.
Budi memandang bahwa abortus bisa dilakukan dengan merujuk pada UU RI Nomer 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Abortus menjadi alternatif pilihan bagi kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). KTD yang dimaksud adalah kehamilan yang jika dilanjutkan akan memiliki dampak psikososial yang berat.
Meski demikian dalam kesimpulannya Budi menyimpulkan jika abortus harus dilakukan oleh tenaga medis dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon abortus.
"Misalnya usia kehamilan belum masuk usia kurang dari 6 minggu serta saya menganjurkan abortus diiringi dengan konseling oelh konselor yang handal dan bertanggung jawab," pungkasnya.(detikSurabaya/Zainal Effendi)

Artikel Lainnya
-

TL Mlengos, Pengendara Perang Mulut dan Klakson
Hati-hati jika melewati Jalan Tandes-Sukomanunggal, lampu merah di pertigaan berubah arah akiba...Baca» -

TI Bisa Lahirkan Generasi Copy Paste
Kini pelajar/mahasiswa dengan mudah bisa copy paste karya orang dari internet, ini sisi negatif...Baca» -

Dampak Penutupan Jalan, Arus Lalin Padat
Dampak penutupan jalan, beberapa kawasan di Kota Pahlawan mulai mengalami kepadatan. Hal ini ...Baca» -

Dolly Praktis Tutup Selama Ramadhan
Mau berkunjung ke kawasan Dolly saat Ramadhan seperti ini? Hmm… jangan harap Anda menemukan a...Baca» -

Polda Jatim Kirim Bantuan ke Padang
Reaksi terhadap gempa Padang ternyata tidak hanya datang dari masyarakat saja, Polda Jawa Timur...Baca» -

Siswa SDN Kaliasin Tulis Surat Untuk Keluarga Bung Tomo
Sebagai bentuk ucapan terimakasih, kekaguman, serta rasa hormat atas jasa-jasa serta nilai kej...Baca»
