Kabar Terkait
Dikecam DPRD Surabaya, Pemprov Lanjutkan Renovasi Grahadi
Pemprov Jatim tidak akan menggubris kecaman Komisi D DPRD Surabaya atas pembongkaran gedung negara Grahadi yang dianggap cagar budaya.
Pemprov Jatim tidak akan menggubris kecaman Komisi D DPRD Surabaya atas pembongkaran gedung negara Grahadi yang dianggap cagar budaya.
Pemprov ngotot tetap melanjutkan renovasi pada selasar penghubung bangunan utama Grahadi sisi tengan dengan bangunan sisi barat dan timur. Alasannya, bangunan yang dibongkar bukan termasuk cagar budaya. Bahkan, pemprov telah mengantongi izin merenovasi sejak 2007 lalu.
"Izin telah dikeluarkan kepala Bappeko Surabaya selaku ketua Tim Pertimbangan Pelestarian Budaya dan Lingkungan Cagar Budaya. Bangunan penghubung itu menurut tim Bangunan Cagar Budaya bukan termasuk bagian dari cagar budaya. Pemprov pun sudah mengajukan izin mulai 2006," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Gunarto di ruang kerjanya, Selasa (24/11/2009) malam.
Dia mengungkapkan, dikatakan bukan cagar budaya karena bangunan itu dibangun pada 1982. Sedangkan pengertian cagar budaya harus berumur di atas 50 tahun. Sejak Grahadi didirikan Dirk Van Hogendorp Gazeghebber, penguasa VOC di Surabaya pada 1796, selasar di sisi barat dan timur belum dibangun.
Kebutuhan pemprov merenovasi bangunan yang dipakai bagian Satpol PP dan rumah tangga ketika gubernurnya masih Imam Utomo. Permohonan rekomendasi renovasi adalah untuk memperluas kapasitas. Selama ini Grahadi menampung 200-300 orang. Kalau ada acara pertemuan muspida se-Jatim, yang datang bisa 400-500 orang.
Bangunan baru hasil renovasi itu akan digunakan sebagai ruang transit tamu VVIP. Selama ini, ruang yang ada kurang layak. Karena begitu pintu dibuka langsung menghadap kamar tidur. Dengan penambahan kapasitas, pihaknya juga bisa menekan anggaran bila dibanding menggelar acara di hotel.
Gunarto menambahkan, pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim selaku pelaksana proyek menganggarkan renovasi gedung yang dulu bernama Gouverneur Wooning sekitar Rp 12 miliar secara multiyears dua tahun. Masing-masing 2009 Rp 5,5 miliar dan pada 2010 nanti Rp 6,5 miliar. Proyek tersebut sudah dimulai sekitar Agustus lalu.(beritajatim/Rahardi SoekarnoJ)

Artikel Lainnya
-

Dapatkan Laptop Murah di Scomdex-19
Scomdex kembali digelar, kini anda bisa mendapatkan Laptop yang super murah beserta undian lang...Baca» -

Pemasangan Box Culvert Semolowaru, Hampir Rampung
Dalam satu-dua minggu lagi, Semolowaru kembali dapat dilewati dengan lancar. Warga menanti penu...Baca» -
Siswa SMAN 16 Surabaya Nyekar Makam Bung TOMO
Memperingati Hari Pahlawan bebebrapa siswa SMAN 16 Surabaya nyekar ke makam Bung Tomo.Baca» -

Indonesia, Peringkat 12 Dunia dalam Pembajakan Software
Hasil survey IDC, angka pembajakan software di Indonesia berada di peringkat 12 dan kehilangan ...Baca» -

Penunggak Pajak Bandel Akan Disandera
Merasa terlalu lunak selama ini, Dirjen Pajak akan mulai ambil tindakan keras terhadap penungga...Baca» -

12 Ribu Pengunjung Hadiri Pameran Batik Jatim
Tak disangka, animo masyarakat Surabaya terhadap pameran batik sangat tinggi.Baca»
