Kabar Lokal - Rab, 02/12/09 09:07 WIB

Pedagang Pasar Turi Ngotot Miliki Aset Pemkot

Koskosanku.com - Pedagang Pasar Turi Ngotot Miliki Aset Pemkot

Setelah 3 tahun merasa ditelantarkan Pemkot pasca kebakaran, pedagang Pasar Turi meminta stan sebagai aset mereka.

Pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Tim Pemulihan Paska Kebakaran (TPPK) ngotot untuk bisa memiliki stannya. Padahal stan-stan itu merupakan aset Pemkot Surabaya.

Hal ini terungkap dalam dengar pendapat Komisi A DPRD Surabaya, Asisten II Pemkot Surabaya dan perwakilan pedagang dari TPPK dan P3TB (Paguyuban Pedagang Pasar Turi Bersatu), Selasa (01/12).

Menurut M TAUFIK Humas TPPK, sudah lebih dari 3 tahun Pemkot Surabaya menelantarkan pedagang Pasar Turi. Pedagang tidak jelas akan nasibnya dan pembangunan pasar juga tidak kunjung tiba. “Dari TPPK minta stan Pasar Tur sebagai aset pedagang,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, MUKLAS UDIN Asisten II Pemkot Surabaya menegaskan permintaan ditolak. Alasannya, Pasar Turi sudah masuk dalam daftar aset Pemkot Surabaya dan ini menjadi landasan hukumnya.

MUKLAS meminta pedagang Pasar Turi janganlah mempersoalkan hal-hal di masa lalu. Ini berdampak pada molornya pembangunan Pasar Turi yang sampai saat ini memasuki tahap lelang. “Nantinya Pasar Turi akan ditawarkan secara strata title. Dan Pemkot Surabaya tidak pernah mengolor-olor waktu untuk proses pembangunannya,” tukasnya.

Mendapat jawaban ini, TAUFIK akan mengkoordinasikan kembali dengan 4000 pedagang yang tergabung dalam TPPK. Sementara CHUSNIN juru bicara P3TB mendukung Pemkot Surabaya untuk segera menyelesaikan pembangunan Pasar Turi tanpa harus membongkar persoalan lama.

Bersama anggota, kita tetap berkoordinasi. Dan kita berharap pembangunan segera dilaksanakan sehingga pedagang juga bisa segera berjualan kembali,”ungkapnya.

ARMUDJI Ketua Komisi A DPRD Surabaya menambahkan untuk menuntaskan pembangunan Pasar Turi tetap harus mengakomodir aspirasi pedagang. Sebagai mediator, pihaknya meminta Pemkot Surabaya untuk menunggu hasil kesepakatan pedagang Pasar Turi. (tin)

(Sumber: suarasurabaya/Noer Soetantini)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya