Gunakan Bluetooth Untuk Otomasi Rumah
Buka pintu, mengatur televisi, menyalakan/mematikan lampu dan lain-lain pakai bluetooth HP, ini temuan terbaru STIKOMP.
Bertambah lagi manfaat teknologi handphone atau mobile device. Sistem otomasi rumah pun kini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam.
HARIANTO Dosen Sistem Komputer Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Teknik Komputer (STIKOMP) Surabaya bersama DIDIK ISMOYO satu diantara mahasiswanya merancang sistem otomasi rumah menggunakan bluetooth dan SMS pada mobile device.
Ide awal muncul sekitar setahun lalu. HARIANTO dan DIDIK ingin memanfaatkan handphone (HP) sebagai alat kendali otomasi rumah yang praktis dan fleksibel. Sebelumnya, mereka masih memanfaatkan SMS untuk sistem otomasi. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi mobile device, bluetooth pun mulai dilirik. Mengingat dalam pengoperasiannya tidak memerlukan biaya dibandingkan dengan SMS.
“Pertamanya dengan SMS bisa buka pintu rumah atau garasi. Tapi, kan mengeluarkan biaya. Nah, HP sekarang ada bluetooth yang lebih murah. Akhirnya kita gabungkan teknologi bluetooth dan SMS,” kata HARIANTO pada suarasurabaya.net.
Hanya dengan fitur bluetooth pada HP, seseorang bisa mengendalikan otomasi rumah dari jarak yang lebih luas. Misalnya membuka pintu rumah, garasi, mematikan dan mengatur jadwal televisi hingga menyalakan atau mematikan lampu dan mengaktifkan sistem warning rumah. Tidak perlu membawa remote control.
Cukup dengan memasukkan program software sistem otomasi rumah ke dalam HP dan memasang sensor pada tempat yang ingin dikendalikan. Meski memiliki keunggulan, HARIANTO mengakui kekurangan aplikasi tersebut.
“Aplikasi itu harus tersambung dengan komputer di rumah. Dan komputer itu harus nyala terus. Takutnya, kalau ditinggal pergi , komputer bisa korslet atau hang,” kata HARIANTO.
Karena itu, dirinya masih akan mengembangkan sistem otomasi rumah tanpa harus menggunakan komputer. Ke depan, pria asal Madiun ini merancang controller, sehingga bisa mengendalikan sistem otomasi rumah dengan bluetooth tanpa komputer.
HARIANTO dan DIDIK merancang sistem tersebut selama satu semester. Demi riset ini, keduanya menghabiskan biaya sekitar Rp 5 juta. Menurutnya, pemasangan sensor memang lebih mahal. Sedangkan untuk aplikasi software bisa lebih murah.
HARIANTO menjadi satu diantara 75 pemakalah dalam ajang Seminar Nasional Sistem dan Teknologi Informasi (SNASTI) 2009 yang diselenggarakan STIKOMP Surabaya beberapa waktu lalu.(git)
Teks Foto :
- HARIANTO
Foto : GITA suarasurabaya.net
(Sumber: suarasurabaya.net/Agita Sukma Listyanti)

Artikel Lainnya
-
13 Outlet McDonald's Milik Bambang Rachmadi Ganti Nama
McDonald's berganti nama menjadi Tony Jacks, bagaimana itu bisa terjadi? temukan dalam artikel ...Baca» -

Edan! Tiket Film Kiamat Semua Jam Ludes
Heboh isu kiamat 2012, heboh pula filmnya. Rata-rata tiket film 2012 di semua gedung bioskop Su...Baca» -

Surabaya Digoyang Isu Gempa, BMKG Minta Warga Tidak Percaya
"Surabaya Berpotensi Gempa Pukul 01.00 kekuatan 8,8 SR (Sumber BMKG)"Baca» -

Mayat Laki-Laki Mengambang di Sungai Jagir
Rabu dini hari, warga Bratang menemukan sesosok mayat tak dikenal yang diduga tenggelam sejak 2...Baca» -

Kemenangan Penting Persebaya
Persebaya Surabaya sukses memukul Persiwa Wamena 5-4 meski sempat tertinggal 0-2 lebih dahulu.Baca» -

Gayatri Cs Tolak Century Jadi Bank Mutiara
Nasabah Bank Century melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel JW Marriot Jalan Embong Malang k...Baca»
