Pelaku Bunuh Korban Gara-gara Peluru Nyasar
Pembunuhan di Villa Taman Telaga, bermula dari senapan angin.
Pembunuhan di Villa Taman Telaga, Lakarsantri itu tidak akan terjadi, andai saja pelaku, Imron (23), warga Cangkring, Plumpang, Tuban tidak bermain senapan angin.
Gara-gara peluru senapan angin miliknya nyasar, dan mengenai tubuh keponakan korban, Imron terpaksa berutang ke korban untuk mengganti biaya perawatan keponakan korban di rumah sakit.
"Awalnya, pelaku mengkokang senapan angin, kemudian peluru senapan angin itu nyasar dan mengenai tubuh keponakan korban. Kejadiannya mungkin sekitar satu tahun yang lalu," kata Kapolres Surabaya Selatan, AKBP Lakoni, Selasa (29/9/2009). Keponakan korban itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Biaya pengobatan keponakannya itu mengbaiskan dana sekitar Rp 3 juta.
Imron, tetangga korban di Tebel Timur Gedangan Sidoarjo yang juga teman akrabnya Agus Santoso anak korban, mengaku tidak mempunyai uang sebesar Rp 3 juta untuk mengganti biaya pengobatan keponakan korban. Korban pun memberikan dispensasi dan meminta Imron untuk membayar Rp 2 juta. Dari biaya pengobatan sebesar Rp 2 juta itu, Imron telah membayar sebesar Rp 1 juta.
"Jadi pelaku masih mempunyai sisa utang Rp 1 juta," ujar Lakoni.
Janji Imron untuk melunasi sisa utang itu tidak ditepati. Korban pun terus menagih sisa bahkan Imron bertambah resah, setelah korban memberikan bunga sebesar Rp 500 ribu, hingga sisa utangnya menumpuk mencapai Rp 1,5 juta.
Karena terus bingung dan dikejar-kejar untuk membayar sisa utang, Imron diduga melakukan rencana pembunuhan korban dengan cara dijerat lehernya dengan tali dan dibakar tubuhnya di lokasi yang sepi dan gelap. "Itu pengakuan pelaku saat diinterograsi. Sekarang kita masih mendalami kasus ini dan tersangka masih dikeler ke Tuban untuk mencari alat bukti lainnya," jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita hangus terbakar dan diketahui bernama Suwarti (45), warga asal Tengger, Kediri yang tinggal di kawasan Tebel Timur Gedangan, Sidoarjo, ditemukan tergeletak di Jalan Vila Taman Telaga, Citra Raya Surabaya. Suwarti yang bekerja sebagai buruh di PT Maspion II Sidoarjo itu, ditemukan pertama oleh petugas kebersihan perumahan, Muhadi, pada Jumat (18/9/2009) sekitar pukul 09.00 WIB dengan kondisi terlentang. (sumber:Surabaya.detik.com/Rois Jajeli)(foto:Detik.com)

Artikel Lainnya
-

Bijak Berkendara, Perlu Kontrol dan Kendali Bersama
Tilang maupun Kecelakaan bermuara pada satu hal, yaitu berkendara! Makin meningkatnya angka kec...Baca» -

Gus Ipul: Panggung 'Suramadu Run' Kok Roboh
Musti bangga atau malu? Pada lomba lari internasional di Suramadu, banyak peserta yang terlanta...Baca» -

Panitia SNMPTN Pesimis Nilai Unas Dijadikan Syarat Masuk Universitas
Ada beberapa hal yang membuat panitia SNMPTN ragu terkait dengan nilai UNAS sebagai syarat masu...Baca» -

Warga Surabaya Tumplek Blek di Karnaval Bebas Nyeri Kanker
Karnaval 'Surabaya 2010 Bebas Nyeri Kanker' di Surabaya benar-benar meriah. Sekitar 7 ribu warg...Baca» -
Siswa SMAN 16 Surabaya Nyekar Makam Bung TOMO
Memperingati Hari Pahlawan bebebrapa siswa SMAN 16 Surabaya nyekar ke makam Bung Tomo.Baca» -

Lontong Balap, Kuliner Mak Nyus Surabaya
Salah satu kuliner khas Surabaya adalah Lontong Balap. Sederhana memang masakannya, tapi ada ce...Baca»
