Kabar Lokal - Jum, 11/12/09 10:05 WIB

Pengamat: Dua Cawali Surabaya Tandingi Arif Afandi

Koskosanku.com - Pengamat: Dua Cawali Surabaya Tandingi Arif Afandi

Arif Afandi disebut-sebut sebagai calon kuat wali kota Surabaya, siapakah dua orang cawali lain yang dinilai mampu menandinginya?

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Muhammad Asfar menyatakan, ada dua bakal calon wali kota (cawali) Surabaya yang mampu menandingi bakal cawali dari Partai Demokrat Arif Afandi.

Dua nama bakal cawali tersebut adalah Fandi Utomo (mantan Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya) dan Bambang Dwi Hartono (Wali Kota Surabaya). "Keduanya mempunyai elektabilitas yang lumayan tinggi dan punya potensi untuk bersaing," katanya di Surabaya, Kamis.

Ia mengatakan, gerakan-gerakan yang dilakukan kedua kandidat tersebut, membawa pengaruh langsung pada tingkat elektabilitasnya, meski gerakan tersebut kurang maksimal.

"Mungkin belum bergerak secara total, istilahnya masih pemanasan saja. Ditambah lagi, belum ada kepastian rekomendasi dari pusat," katanya.

Asfar memastikan, jika kedua kandidat yang disebutkan bekerja secara maksimal, dipastikan pada pertarungan pilwali mendatang kekuatanya akan sama-sama imbang.

Tingginya elektabilitas Arif Affandi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Surabaya 2010, membuat sebagian partai politik berebut berusaha meminang kader Partai Demokrat tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru-baru ini yang berusaha menjalin koalisi dengan Demokrat, yakni dengan menyandingkan mantan Asisten I Sekkota Surabaya Sutadi dengan Arif Afandi.

Sementara itu, pengamat politik dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Haryadi menilai, pendeklarasian duet Saleh Ismail Mukadar (Ketua DPC PDIP Surabaya) dengan Bambang Dwi Hartono dalam menyongsong Pilkada Surabaya 2010 beberaap waktu lalu adalah untuk menyaingi Arif Afandi yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi.

"Oleh karena itulah, dengan bermacam cara, PDIP berupaya untuk tetap memunculkan nama Bambang guna mendongkrak perolehan suara. Karena yang bisa menyaingi Arif adalah Bambang," ujarnya.

Soal rumor skenario Saleh bakal mundur sebagai wali kota ditengah jalan jika menang nanti, Hariyadi menyatakan hal itu sah-sah saja.

Dari kacamata hukum maupun politik langkah tersebut memang tidak menyalahi apapun. Hanya kondisi ini berubah menjadi pertaruhan moral politik. "Dengan resiko Bambang dicap haus kekuasaan," ujarnya.

(Sumber: antarajatim.com)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya