Kabar Terkait
PT SIP Terseret Kasus Pasar Turi
Terkait polemik lelang Rp. 1 triliun Pasar Turi, nama PT Surya Inti Permata ikut terseret.
Kabar tak sedap kembali menerpa PT Gala Bumi Perkasa (PT GBP), terkait polemik lelang Pasar Turi. Jika pedagang mensinyalir PT GBP memiliki hubungan dekat dengan pejabat Pemkot Surabaya. Kini kabar yang beredar di lapangan, kedekatan tersebut berhubungan dengan perusahaan lain, yakni PT Surya Inti Permata (PT SIP). Di lain pihak, DPRD Surabaya mencium bau rekayasa dalam lelang senilai Rp 1 triliun tersebut.
Kabarnya, pemilik PT SIP, Henry J Gunawan juga memiliki saham di PT Gala Bumi Perkasa. Apa hubungan PT SIP dengan pejabat Pemkot Surabaya? Menurut sebuah sumber di lingkungan Pemkot Surabaya, upaya pemenangan PT Gala Bumi Perkasa dalam lelang pembangunan Pasar Turi sebagai bentuk kompensasi. Ini terkait andil Henry dengan bebasnya tiga pejabat Pemkot Surabaya, yakni Sukamto Hadi (Sekkota), Muhlas Udin (Asisten II) serta Purwito (Kabag Pendapatan Daerah), dalam kasus gratifikasi.
Meski Pemkot Surabaya sempat terlibat perseteruan dengan PT SIP ketika Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu merobohkan bangunan semi permanen milik PT SIP di Dukuh Kupang Barat Surabaya, kejadian tersebut dianggap sumber ini sebagai pengalihan perhatian saja. ‘’Buktinya mana. Kasus tersebut sampai saat ini kan tidak ada kabarnya lagi. Seperti ditelan bumi seiring dengan keputusan bebasnya tiga pejabat di PN,’’ ungkapnya.
Seperti diketahui, pada 27 Agustus 2009 lalu, bangunan di lahan seluas 4.000 meter persegi yang harusnya dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dibongkar oleh Pemkot Surabaya. Ini dilakukan lantaran PT Surya Inti Permata dianggap tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Pembongkaran tersebut berujung pada saling lapor antara PT Surya Inti Permata yang dipimpin Henry J Gunawan dan Pemkot Surabaya ke Polwiltabes Surabaya.
Benang merah PT Gala Bumi Pekasa dengan PT SIP, kata sumber ini, juga bisa disimak dari sikap kelompok pedagang Pasar Turi saat ini. Jika sebelumnya yang cukup getol melakukan pengawasan adalah kelompok Tim Pemulihan Pasca Kekabaran (TPPK) Pasar Turi maupun kelompok Pedagang Pasar Turi Bersatu (P3TB), yang baru muncul adalah kelompok Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).
Kemunculan APPSI yang diketuai Achmad Jaini ini setelah tiga investor melakukan pemaparan di hadapan dua kelompok pedagang beberapa waktu lalu. Meski saat pemaparan perwakilan APPSI tidak datang, namun mereka secara vulgar langsung memberikan dukungan kepada PT Gala Bumi Perkasa.
Achmad Jaini sendiri dikenal adalah memiliki hubungan dekat dengan orang kepercayaan Henry J Gunawan. ‘’Jadi sangat wajar kalau APPSI kemudian mendukung PT Gala Bumi Perkasa. Termasuk sekarang ini, yang mendukung PT Gala Bumi juga datang dari kelompok P3TB pimpinan Husnin,’’ kata sumber ini.
Sebenarnya, terlepas dari benang merah ini, jika Pemkot Surabaya konsisten terhadap syarat yang tertuang dalam dokumen lelang, ketiga investor yang lolos tersebut harusnya sudah gugur sejak awal lelang. Pasalnya, selain dari track record yang ketiga-tiganya memiliki kecacatan, dari sisi grade saja mereka juga tidak memenuhi persyaratan. ‘’Rata-rata mereka hanya di grade 5, padahal persyaratan adalah grade 7,’’ ungkapnya sumber ini.
Sayangnya, Henry J Gunawan belum bersedia memberikan penjelasan. Ketika dihubungi via ponselnya, tadi malam sekitar pukul 19.00, dia mengaku sedang ada rapat. “Saya masih rapat, telepon dua jam lagi,’’ pinta Henry yang dihubungi di nomor
Dua jam kemudian sekitar pukul 21.00, ditelepon di nomor yang sama, tidak diangkat, meski ada nada masuk. Begitu juga ketika dikonfirmasi via SMS, hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban dari Henry. Isi konfirmasi SMS,”Bos, apa benar anda dan owner PT Gala Bumi Perkasa (investor Pasar Turi) punya kedekatan? Dan apa benar PT SIP jg punya kedekatan dengan Muhlas Udin? Thkz”.
Kuasa Hukum PT SIP, Muara Harianja, dikonfirmasi terpisah mengaku tidak tahu menahu mengenai masalah itu. Sementara Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa Raja Sirait, yang dikonfirmasi via ponselnya, tadi malam, juga mengaku tidak tahu menahu mengenai polemik lelang tersebut. “Saya tidak tahu,” jawabnya pendek, seraya menutup ponselnya.
Panggil 3 Investor
Sementara itu, Pansus Pasar Turi DPRD Surabaya akan memanggil investor dan pedagang Pasar Turi untuk diajak hearing pada Senin, 14 Desember mendatang. Pemanggilan ini untuk mengetahui sejauh mana transparansi proses tender yang sudah dilaksanakan. “Kami tidak mau mengintervensi kinerja Pemkot, namun kami akan mengawasi secara utuh sesuai dengan fungsi kami,” ungkap anggota Pansus Adies Kadir, kemarin
Adies menjelaskan dalam kesempatan hearing dengan pedagang dan investor beberapa waktu lalu, dirinya sudah mengkritisi kesiapan para investor yang akan membangun Pasar Turi yang cenderung parsial dan tidak komprehensif. “Saya pernah mengkritisi paparan yang disampaikan PT Bayu Karsa yang membangun pasar tanpa dipikirkan parkir dan saluran airnya,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini.
Disinggung arah Pemkot yang terkesan akan memenangkan PT GBP, Adies juga mendengar kabar dugaan rekayasa pemenang lelang. Namun, menurut Adies, saat ini hal-hal semacam itu seharusnya tidak digunakan lagi. Sebab, hanya akan melukai perasaan pedagang yang sudah bertahun-tahun dirugikan pasca kebakaran beberapa 2007 silam. “Bersikap fair ajalah, biar tidak menimbulkan dampak hukum, ” tutur mantan pengacara ini.
Hal yang sama juga dikemukakan anggota Komisi A (Hukum dan Pemerintahan ) DPRD Surabaya Ratih Retnowati. Politisi Demokrat ini mengaku sering mendapatkan SMS dari beberapa pedagang yang menuding Pemkot terkesan bermain mata dengan salah satu investor. “Dalam SMS tersebut pedagang banyak yang berkeluh kesah, ” ujarnya. n
(Sumber: surabayasore.com/ Toni-Hendro-Novi)

Artikel Lainnya
-

Kisah Di Balik Lontong Kupang
Ada cerita Unik dibalik Lontong Kupang, setiap kali makan Lontong Kupang, wajib didampingi deng...Baca» -

Demi Pacar, Mat Gasak Sandal di PTC Supermal
Ingin memberi hadiah sandal Crocs asli ke pacar tapi tidak punya uang, seorang pemuda nekat amb...Baca» -

Peringati Hari Pahlawan, MNCN Gelar Acara Donor Darah
Hari Pahlawan selalu diperingati dengan nuansa yang berbeda-beda. Seperti MNCN yang menggelar a...Baca» -

Karyawan PT PLN Menolak Kemungkinan DAHLAN ISKAN Jadi Dirut
Ratusan karyawan PT. PLN berunjuk rasa menentang bos Jawa Pos ini menjadi Dirut PLN. Kenapa dem...Baca» -
Bajol Ijo-nya Persebaja
Apakah sejak dulu Bonek identik dengan kerusuhan? Menarik juga profil Bonek Surabaya ini...Baca» -

Mahasiswa ITS Ciptakan Mobil Ramah Lingkungan
Lima mahasiswa Fakultas Teknik Elekto ITS membuat mobil ramah lingkungan. Mobil itu bernama EV...Baca»
