Pemkot Surabaya Bangun Mangrove Information Centre
Hutan Mangrove di Pantai Timur Surabaya akan dijadikan kawasan konservasi. Tidak tanggung-tanggung, Rp. 3 milyar dianggarkan.
Dengan anggaran dana Rp 3 milyar, Pemerintah kota Surabaya akan membangun Mangrove Information Centre (MIC) di kawasan mangrove Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) pada 2010.
TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengatakan pihaknya tengah menganggarkan dana untuk pembangunan MIC. Nantinya, kawasan hutan mangrove di Pamurbaya akan dijadikan seperti MIC di Bali dan Singapura.
Lahan seluas 2.500 hektar tersebut akan difungsikan menjadi kawasan konservasi seluas 51 hektar, 200 hektar dijadikan kawasan penyangga dan sisanya jadi kawasan budidaya seperti ecotourism, tambak, dan camping ground yang tetap mengandalkan lingkungan.
Menurut RISMA, luas hutan Pamurbaya diperkirakan akan semakin melebar seiring berjalannya waktu. Berdasarkan pantauan selama 1943 hingga 20008, luas sedimentasi oloran Pamurbaya makin membesar yakni 1.440 hektar.
“Sedimentasi olorannya sampai 1.440 hektar. Ini justru dari utara, Gresik, bukan dari sini (Surabaya, red). Ke depan, bisa jadi lebih luas lagi,” kata RISMA pada suarasurabaya.net, Minggu (13/12).
Diakui RISMA, kawasan mangrove di Pamurbaya memiliki kelebihan jika dibandingkan MIC Bali dan Singapura. Tanaman mangrove di kedua tempat itu seluruhnya buatan. Berbeda dengan jenis mangrove di Pamurbaya. Tercatat kurang lebih 15 jenis mangrove yang tumbuh secara alamiah di hutan mangrove Pamurbaya.
“Ini berarti biodiversitynya jalan. Beda sama yang di Bali dan Singapura, ada 18 jenis tapi semuanya buatan, sengaja ditanam. Kalau disini, alami,” kata RISMA.
Saat ini, kawasan mangrove yang sudah tergarap baik adalah di Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar yang memang memiliki kawasan mangrove terluas. Sedangkan, kawasan mangrove yang ada di Sukolilo masih belum tersentuh. Padahal, ancaman pembalakan liar di kawasan mangrove Sukolilo sangat tinggi.
Untuk pembangunan MIC, Pemkot Surabaya juga akan melibatkan masyarakat sekitar untuk turut mengelola lingkungan hidup. Selain itu, sebagai upaya konservasi dan budidaya juga akan melibatkan para peneliti dari Yayasan Pembelajaran Konservasi (Yapeka) yang melakukan studi kelayakan dan digital engineering design (DED).(git)
Teks Foto :
- Tanaman mangrove yang baru tumbuh. Ditargetkan, 2010 kawasan ini bisa menjadi Mangrove Information Centre.
(Sumber: suarasurabaya.net/Agita Sukma Listyanti) (Foto: suarasurabaya.net/GITA)

Artikel Lainnya
-

Surabaya Diprediksi Hujan Disertai Petir
Diprediksi malam nanti akan turun hujan, namun saat siang hari akan terik hingga 33 derajat cel...Baca» -

IEEE '09, Penggabungan Culture dan Teknologi
apa jadinya jika Culture dan Technolgy digabungkan jadi satu kegaitan? IEEE'09 inilah jawabanny...Baca» -

Zangrandi, Tua Tapi Tetap Melegenda
Didirikan oleh seorang pendatang dari Italia bernama Renato Zangrandi, kini toko ice cream yang...Baca» -

Kontraktor Box Culvert Semolowaru Tuntaskan Proyek
Pembangunan Box Culvert Semolowaru yang memakan waktu cukup lama, kabarnya akan segera dituntas...Baca» -

Polisi Sita Belasan Satwa Dilindungi
Belasan satwa langka yang dilindungi pemerintah berhasil disita polisi di Pasar burung Kupang.Baca» -

Pengaruh Miras, Pengajar EF Tewas Tabrak Tiang Listrik
Warga negara asing yang mengajar EF Jalan Kayun, tewas karena mabuk saat berkendara sepeda moto...Baca»
