Kabar Lokal - Sel, 15/12/09 09:08 WIB

Trauma Kemoterapi, Beralih ke Obat Tradisional

Koskosanku.com - Trauma Kemoterapi, Beralih ke Obat Tradisional

Setyo, bocah penderita leukimia, adalah salah satu pasien yang beralih ke pengobatan tradisional di POTI, RSUD Dr. Soetomo.

Obat tradisional kini makin dipercaya. Bagi mereka yang trauma dengan kemoterapi, obat tradisional menjadi penyelamat alternatif.

Seperti yang dialami SETYO. Bocah berusia 11 tahun yang divonis mengidap leukemia ini akhirnya memutuskan untuk berobat jalan dengan obat tradisional. Perubahan pun terlihat. Bocah asal Madiun ini secara fisik semakin membaik. 

“Sejak sebulan lalu, dia jalani pengobatan tradisional. Karena dia takut disuntik dan trauma sama kemoterapi, akhirnya kita bawa kesini. Hasilnya, sekarang fisiknya lebih kuat. Padahal sebelumnya lemas,” kata SUPRIYADI (51) Ayah SETYO yang ditemuisuarasurabaya.net, Senin (14/12). 

Diceritakan SUPRIYADI, SETYO mengalami panas dan bengkak di lehernya 5 bulan lalu. Oleh dokter di Madiun, SETYO hanya diperiksa dan tidak membaik. Kemudian, SETYO pun dibawa ke RS Haji Surabaya. Disana, SETYO diberi berbagai macam antibiotik. Tapi, SETYO tak kunjung sembuh. Akhirnya, SETYO pun dirujuk ke RSU dr. Soetomo Surabaya.

Setelah menjalani tes laboratorium, SETYO didiagnosa leukemia. SETYO seharusnya menjalani perawatan inap selama 17 minggu untuk kemoterapi. Tapi, dalam kurun 5 minggu, SETYO tidak betah bahkan merasa ketakutan dan trauma dengan jarum suntik kemoterapi. 

“Apalagi teman-temannya disana yang kena leukemia banyak yang meninggal. Dia takut. Terus saya minta pulang paksa,” ujar SUPRIYADI. 

Beruntung, SUPRIYADI dan SUPRIYATI (33) Ibu SETYO diberitahu oleh kawannya bahwa RSU dr. Soetomo Surabaya memiliki Poli Obat Tradisional Indonesia (POTI). Kabar yang didengar, penderita leukemia berangsur-angsur membaik setelah dari POTI. 

“Waktu kita tanya dokter di rawat inap, tidak ada yang tahu ada POTI. Tapi, kawannya isteri saya pernah ke sini (ke POTI, red), juga sakit leukemia,” cerita SUPRIYADI. 

SUPRIYADI pun menemukan POTI sebulan lalu dan mulai menjalani pengobatan. Ia pun senang dengan pelayanan yang diberikan POTI. SETYO tidak lagi trauma karena hanya mendapat obat-obatan tradisional untuk dikonsumsi. 

Selain itu, biaya pemeriksaan dan pengobatan pun cukup murah. Sekali periksa ke dokter POTI hingga obat, SUPRIYADI hanya mengeluarkan sekitar Rp 99.500. “Iya, disini enak. Tidak trauma, lebih senang di sini. Obatnya juga nggak pahit,” ujar SETYO. 

Menurut RACHMA PANTJA, F.S. SOS Asisten Apoteker POTI, leukemia merupakan satu diantara 9 penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat tradisional. Penyakit lain yang bisa disembuhkan yakni asma, diabetes/hipertensi, kolesterol, asam urat, batu empedu, batu ginjal, hepatitis A, B, C, kanker dan gastrotritis (gangguan lambung). 

Mereka yang datang ke POTI memang sebagian besar sedang atau telah menjalani kemoterapi. “Mereka ingin obat yang lain, seperti pengobatan tradisional digabung dengan obat komplementer atau kimia. Karena tanaman obat fungsinya sama seperti kemoterapi,” ujar RACHMA. 

Tanaman obat yang dimaksud antara lain tapak dara, pasilan dan pegagan. Meski tidak 100 persen bisa sembuh, namun dengan obat tradisional, pasien bisa meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, menambah nafsu makan dan menghilangkan rasa nyeri.(git/ipg)

Teks Foto :
- Dr. NADIA dokter POTI memeriksa SETYO.
(Sumber: suarasurabaya.net/ Agita Sukma Listyanti ) (Foto : suarasurabaya.net/GITA)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya