Kabar Lokal - Sel, 15/12/09 09:11 WIB

Jelang Natal, Permintaan Pohon Cemara Meningkat

Koskosanku.com - Jelang Natal, Permintaan Pohon Cemara Meningkat

Natal kurang dari dua minggu lagi, pohon cemara di Kayoon makin laris.

Dua minggu menjelang perayaan natal, pohon cemara laris manis diserbu para pembeli. Bahkan permintaan pohon cemara meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. 

"Setiap hari ada lima sampai tujuh yang membeli pohon cemara," kata Supriyadi salah satu karyawan Toko Bunga Retno di Jalan Kayoon A2-A3 kepada detiksurabaya.com, Senin (14/12/2009).

Kebanyakan yang menjadi pembeli pohon yang hidup di iklim dingin ini adalah perorangan. Biasanya pohon ini dijadikan hiasan di rumah menjelang perayaan natal.

"Cukup jarang ada lembaga atau gereja yang membeli pohon. Biasanya hanya perorangan saja," ungkapnya. 

Hal senada juga diungkapkan Yeni yang bekerja di Toko Bunga Andika  mengaku penjualan pohon cemaranya meningkat. Dibandingkan hari biasa dia mendapat 5 pohon cemaran dari berbagai macam ukuran. "Ukuran itu dipilih karena umumnya pembeli mencari pohon dengan ukuran itu," tuturnya. 

Besarnya permintaan pada pohon cemara berpengaruh pada harga. Pada hari biasa cemara Papua dijual dengan harga Rp 75 ribu namun mendekati perayaan natal dijual Rp 100 ribu setiap satu pohonnya. Cemara Wangi dengan tinggi 2 meter dihargai Rp 200 ribu-Rp 250 ribu. Cemara Kipas tergolong yang paling murah. Untuk satu pohon dengan tinggi 2 meter dijual Rp 75 ribu-Rp 125 ribu Rupiah.

"Permintaan meningkat omzet juga meningkat. Kita mendapat Rp 1,5 juta-Rp 2,5 juta," tandasnya. 

Meski permintaan cukup tinggi menjelang hari natal, namun terkadang tetap ada pohon yang tidak terjual. Untuk menyiasati hal itu para penjual menyimpan pohon untuk dijual kembali natal tahun depan. Agar pohon tidak bertambah tinggi maka pohon tetap dibiarkan berada dalam pot. (wln/wln) 

(Sumber: detikSurabaya/Bodhiya Wijaya) (Foto: detikSurabaya/Odhie)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya