Kabar Lokal - Kam, 17/12/09 09:08 WIB

Surabaya Timur Pusat Judi

Koskosanku.com - Surabaya Timur Pusat Judi

Banyak terungkap judi beromzet milyaran rupiah yang kebanyakan dilakukan oleh kaum elit keturunan Cina.

Terungkapnya judi online di Perum Manyar Tirtosari IX Surabaya, seakan membenarkan anggapan orang jika wilayah Surabaya Timur menjadi pusat perjudian. Sebab, di wilayah ini kerap menjadi pusat pengendalian judi berskala besar dan bersifat internasional.

Data dari kepolisian menunjukkan, sebelum judi beromzet Rp 60 miliar yang diotaki Atma Budi tebingkar, polisi telah membongkar rumah judi lainnya di kawasan Surabaya Timur. Di antaranya, di kawasan Sutorejo Permai Timur pada pertengahan Maret 2009. Judi bola beromzet miliaran rupiah ini dijalankan empat orang dan ditangkap.

Menariknya, masih di kawasan Sutorejo, juga pernah diungkap judi bola beromzet Rp 1 miliar per bulan oleh Polda Jatim. Tepatnya, di Sutorejo Prima Selatan XI/27 pada akhir September 2008. Pada saat yang sama, juga diungkap judi bola di kawasan perumahan elit di Dharmahusada Utara XI/20. Saat itu, bandar judinya bernama Ansi ditangkap bersama lima anggotanya. Dua lokasi ini punya keterkaitan karena tersangka Canu kerap berhubungan dengan Ansi.

Akhir Mei 2009, Polwiltabes Surabaya juga membongkar praktik judi bola. Tujuh bandar judi tebak skor pertandingan sepak bola ditangkap. Menariknya, mereka umumnya tinggal di wilayah Surabaya Timur. Yakni, Gun (30), warga Jalan Karangasem; Yan (60), warga Jalan Ngagel Jaya Barat; Bud (35), tinggal di Perum Sutorejo Prima; Kwa (39) beralamatkan di Jalan Babatan Mukti; Jip (40), warga Jalan Tempel Sukorejo; Hai (30), dan Ir (42) keduanya tinggal di Jalan Kebalen.

Sedang akhir November 2009, Polda Jatim menggerebek judi bola di kompleks Andhika Plaza. Sedang modus judi tersebut sama, yakni transaksi secara online, yakni melalui jaringan internet dan handphone. Tak heran, jika barang bukti yang diamankan polisi berupa komputer, laptop, telepon, faximile, ponsel, dan lain-lain.

Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi mengakui tidak mudah mengungkap jaringan judi togel dan bola secara online. Sebab, anggota atau member judi ini menggunakan password khusus saat bertransaksi. Selain itu mereka juga cukup rapi menyimpan jaringannya yang berada di daerah lain. “Jika tidak ada ketekunan anggota dan kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan adanya bentuk perjudian, jelas kami kesulitan,” kata Samudi dihubungi, Rabu (16/12).

Ia mencontohkan pembongkaran judi online di Manyar Tirtosari. Dijelaskan Kapolres, polisi membutuhkan waktu satu minggu lebih, dan harus menggunakan alat teknologi yang canggih pula. “Mau masuk ke dalam rumah saja harus menggunakan password dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Para pelaku juga tidak berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya. Rumahnya tertutup rapi,” jelasnya.

Menanggapi kasus judi besar banyak di wilayah Surabaya Timur, Kapolres mengatakan kasus sama juga terjadi di wilayah lain. Menurut AKBP Samudi, mereka umumnya main judi di hotel, apartemen, dan perumahan elit. ‘’Kami berharap partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan praktik judi,’’ imbau Kapolres.

Selasa (15/12), sindikat judi online beromset miliaran rupiah dibongkar Polres Surabaya Timur di Perum Manyar Tirtosari IX Surabaya. Mereka yang ditangkap, Atma Budi (54), yang merupakan sang otak judi online, yang diamankan bersama tiga pembantunya, Soni Budi (33), Budi Santoso (35), dan Leo Atmanegara (34), ketiganya warga Kediri. Modus yang digunakan dengan dua cara yakni SMS dan situs internet dengan menggunakan kata sandi yang dirahasiakan. Judi ini mempunyai jaringan sampai Singapura itu sudah berjalan lima tahun, dengan omzet per bulan sekitar Rp 1 miliar.

Komunitas Elit
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Surabaya Timur AKP Hartoyo mengatakan jajarannya sudah berhasil mengungkap tiga bandar judi dengan omset miliaran dengan jaringan wilayah Jawa Timur, nasional, dan yang terakhir sampai internasional. Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus judi di Manyar tersebut. 

“Untuk menjadi anggota mereka harus bayar dulu Rp 2 juta untuk mendapatkan password dan member. Setelah itu baru bisa main,” jelasnya.

Kata dia, mereka yang ikut judi online itu memang benar-benar pemain, yakni hobi berjudi. Rata-rata yang main kalangan elit atau keturunan China. Sehingga, tidak heran jika tempat yang dipilih adalah yang dekat dengan komunitas itu, yakni rumah mewah, apartemen atau hotel. “Unsur spekulasi dan mencari keuntungan uang dengan nilai besar itu sudah jelas,” jelas mantan Kapolsek Gubeng ini.

Ia menambahkan, para pelaku judi atau bandar judi beranggapan kota besar seperti Surabaya menjanjikan keuntungan besar, dengan menjalankan bisnis judi tersebut. Bahkan, ini berkembang ke daerah-daerah sebagai pengembangan jaringan bisnis judi. “Sekitar 10 sampai 20 orang disebar ke berbagai daerah untuk mencari mangsa supaya mau pasang,” jelasnya. Setaip anggota dilengkapi dengan peralatan teknologi yang canggi. “Satu orang pegang satu laptop,” lanjutnya. 

Kecolongan 
Kriminolog Universitas 17 Agustus Surabaya (Untag) Surabaya, Krist Leden melihat banyak kasus judi berskala besar di kawasan Surabaya Timur, tak lepas dari kawasan ini yang lekat dengan kalangan pengusaha. Lihat saja ada Galaxi Mall, yang di sekitarnya terdapat perumahan-perumahan elit. Dan di rumah elit biasanya keamanannya terjaga.

Melihat kondisi ini, lanjut Kris, peran intelijen sangat penting. Namun, melihat praktik judi di Manyar yang sudah berjalan lima tahun dan baru terungkap, menurut Kris, intelijen polisi lemah. “Saya salut tapi polisi masih kecolongan. Kenapa baru sekarang terungkap, padahal judi tersebut sudah berjalan lama,“ katanya. 

Kris melihat judi semacam itu sulit diungkap karena mereka juga menggunakan dan memanfaat teknologi yang sedang berkembang. Dalam bertransaksi mereka pun tidak menggunakan uang cash melainkan lewat transfer bank. “Tapi kan polisi mempunyai peralatan canggih juga,” ujarnya. 

Tempat Dugem
Sudah menjadi rahasia umum, judi bola dengan omzet besar juga terjadi di sudut-sudut tempat hiburan malam di Surabaya. Mantan pejudi bola, sebut saja Andik, mengungkapkan di tempat dugem juga bias dijadikan arena judi. Para petaruh memanfaatkan tempat itu untuk bertemu. Ia lalu menyebut sebuah tempat di bilangan Jl Basuki Rahmat, Surabaya. 

“Lihat saja saat ada pertandingan bola, khususnya liga eropa pasti diputar di layar lebar di sana,’’ ujarnya. Disebutkan, rata-rata taruhannya Rp 500.000. Nanti hasilnya dibagi, 10% untuk bandar, dan 5% untuk pengepul. Selain di tempat dugem, acara nonton bareng bola biasanya juga jadi arena perjudian. n

(Sumber: surabayasore.com/Abidin)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya