Kabar Lokal - Kam, 17/12/09 09:23 WIB

Hujan Angin, Atap Rumah Terbang

Koskosanku.com - Hujan Angin, Atap Rumah Terbang

Tak hanya pohon dan baliho tumbang, hujan angin sekitar 2 jam di Surabaya kemarin membuat atap rumah warga melayang.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kota Surabaya sejak pukul 16.30 WIB, Rabu (16/12), menyebabkan sejumlah kawasan tertendam banjir. Bahkan, angin dengan kecepatan 50 km/jam mengakibatkan puluhan atap rumah warga beterbangan.

Kawasan yang terkena banjir di antaranya jalan Mayjen Sungkono, jalan Ciliwung, jalan Diponegoro, jalan Kartini, Wonokromo dan Ketintang. Di kawasan ini ketinggian sekitar 50 cm. Sedang di Jalan Dharmawangsa hingga Pucang ketingian air sekitar 75 cm. Genangan ini membuat banyak pengendara motor dan mobil mogok di tengah jalan, sehingga mempeparah kemacetan di kawasan itu.

Sementara di kawasan Gunungsari, ada 3 pohon roboh di dekat Hotel Singgasana dan perumahan Kodam. Dampaknya lalu lintas terhambat. Ini diperparah dengan arus listrik PLN yang padam. Jalan Gunungsari menuju ke Jalan Joyoboyo ditutup selama proses evakuasi berlangsung. Lalin di kawasan itu diberlakukan contra flow. Arus Gunungsari ke Joyoboyo dialihkan ke jalur Joyoboyo menuju Gunungsari.

Di Jl Mayjend Sungkono juga ada pohon tumbang di depan Kantor TVRI tapi tidak sampai mengganggu lalu lintas karena tumbangnya di median jalan. Di jalan tol dari Juanda ke Waru hujan deras juga deras, di KM 8 terdapat papan reklame berjatuhan di tengah jalan. Sedang Jembatan Layang Mayangkara ada neon boks iklan patah.

Tak hanya pohon tumbang dan baliho yang tumbang, hujan sekitar dua jam disertai angina kencang itu membuat atap rumah warga melayang. Seperti di Pulo Wonokromo dan di sekitar rolak Ketintang. "Waktu hujan deras saya sedang mengambil jemuran, saya melihat putaran angin di atas permukaan sungai dan angin itu tiba-tiba dengan cepat menghempaskan rumah saya," kata Hendro, warga di Jalan Pulo Wonokromo.

Rofiq Mansyur, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya, menjelaskan, hujan deras sore kemarin disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 50 km/jam, bahkan lebih. ”Kalau sampai angin ini turun bisa terjadi puting beliung, waspadai saja!” ujarnya.

Kemarin, blocking awan Cumulonimbus (CB) tampak di radar BMG Juanda berada di Surabaya bagian Barat memanjang ke Timur, juga Selatan. Lalu merambat ke Surabaya bagian Utara. Dampak pergerakan awan CB ini angin bertiup menjadi kencang. n

(Sumber: surabayasore.com/Novi) (Foto: detik.com/Rois Jajeli)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya