Kabar Terkait
Urusan Kebersihan, Surabaya Tidak Terkalahkan
Indikator peraih Adipura tidak hanya kebersihan secara fisik, tapi juga kepedulian masyarakat dan penambahan penghijauan.
Surabaya tidak terkalahkan untuk urusan kepedulian masyarakat dalam hal kebersihan. Ini disampaikan TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.
Dikatakan RISMA, mulai 2009 ini, indikator peraih Adipura tidak hanya kebersihan secara fisik, tapi juga kepedulian masyarakat dan penambahan penghijauan.
“Kalau untuk indikator kepedulian masyarakat, Surabaya tidak terkalahkan dengan daerah lain. Makanya saya desak supaya kepedulian masyarakat jadi indikator. Dan mulai tahun ini, kepedulian masyarakat menjadi indikator,” kata RISMA pada wartawan, Minggu (20/12).
Berbeda dengan kebersihan secara fisik, dengan kepedulian masyarakat, kebersihan akan di sebuah daerah bisa lebih langgeng. Jika indikatornya hanya bersih secara fisik, pemerintah bisa saja mengalokasikan semua dana untuk membayar semua pihak melalui pendekatan proyek sehingga sebuah kota bisa nampak bersih.
“Tapi, itu nggak langgeng. Yang sustain itu kepedulian masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan. Kalau pendekatan proyek, saya tidak mau, karena kalau begitu, biasanya kalau kepala dinas ganti, atau nggak peduli, kebersihan juga tidak terjaga,” kata RISMA.
Sejak menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya pada 2005-2007 lalu, RISMA pun mengajak masyarakat untuk turut terlibat dalam mengelola kebersihan di wilayahnya masing-masing. Disamping ada kader-kader lingkungan yang berperan sebagai provokator kebersihan di lingkungannya. Hingga tahun ini, ada 26 ribu kader lingkungan dan 400 fasilitator.
Itulah kenapa Surabaya meraih penghargaan Adipura dan Kalpataru sebanyak 4 kali. Selain juga karena kontribusi pasukan kuning yang bertugas membersihkan jalan dan taman-taman perkotaan.
RISMA mengatakan jumlah pasukan kuning di Surabaya 2009 ini meningkat dari 2008 lalu. Pemerintah kota Surabaya mencatat setidaknya ada 6.250 orang yang terdiri dari pasukan kuning dan 250 satgas jalan dan satgas banjir di tahun ini.
Menurut TRI RISMA HARINI, pada 2008 lalu, jumlah pasukan kuning sekitar 5.500 orang yang tersebar di 186 TPS. Kata RISMA, mulai tahun ini diperkirakan jumlahnya makin meningkat, mengingat Surabaya akan ditargetkan meraih kembali penghargaan Adipura.
Selain pasukan kuning, Pemkot Surabaya tahun ini menambah personel sekaligus untuk penjaga rumah pompa, satgas jalan, penjaga makam, kebersihan, PJU dan saluran air.(git)
Teks Foto :
- Ribuan pasukan kuning yang hadir dalam Pesta Cak Koen 2009, Minggu (20/12) di Taman Surya.
(Sumber: suarasurabaya.net/Agita Sukma Listyanti) (Foto: suarasurabaya.net/GITA)

Artikel Lainnya
-

17 November, Balai Kota Surabaya Diguncang Gempa
Pasca peristiwa gempa bumi berkekuatan 6,7 skala ricter yang melanda Kota Padang, Sumatra barat...Baca» -

Surabaya Harus Bebas Nyeri Kanker
Kanker adalah salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, pertahun terdapat 3.000 penderita kank...Baca» -

Pakai Topi Santa Claus, Gayatri Menari di Tengah Jalan
Setelah lempari Bank Century dengan telur berwarna merah darah, wanita paruh baya ini menari di...Baca» -

KPK Sambangi Asrama Haji
Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes) musim haji tahun ini, dikunjungi petugas KPK, mengapa KPK...Baca» -

Jelang Natal, Tiket KA Terjual 90 Persen
Yang ingin mudik dengan kereta api liburan akhir tahun ini, lebih baik cepat-cepat memesan tike...Baca» -
Dukung KPK, LBH Surabaya Gelar Aksi
Dukungan kepada KPK terus mengalir, termasuk dari LBH Surabaya. Mereka melakukan aksi di depan ...Baca»
