Pengawas Unas Diacak, Satu Ruang Berbeda Soal
Unas benar-benar diperketat, selain guru, pengawasan juga melibatkan aparat kepolisian dan tim dari perguruan tinggi.
Anggaran Pengawas PTN Naik 50 Persen. Siswa tak lagi bisa mencontek dalam Unas Maret 2010. Sebab, ujian ini akan diawasi ekstraketat. Selain guru, pengawasan juga melibatkan aparat kepolisian dan tim dari perguruan tinggi (PTN).
Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Dr Furqon menjelaskan, untuk mencegah kecurangan, dalam satu ruang akan dibagikan soal yang berbeda. “Meski berbeda, bobot tetap sama,” ujarnya saat sosialisasi Prosedur Operasional Standart (POS) Unas/UASBN 2009/2010 di Kantor Dindik Jatim, Selasa (22/12).
Berdasar POS, tim pengawas dari PTN punya kewenangan lebih luas dari tahun sebelumnya. Untuk SMA, tim PTN menjadi pengawas penuh. Sedangkan untuk SMK, SMP dan UASBN, mereka harus berkoordinasi dengan Tim Pemantau Independen (TPI).
Untuk Unas SMA, tim PTN bersama Dindik (kabupaten/kota) terlibat dalam menetapkan sistem pengawasan sejak awal, termasuk menentukan personel pengawas di ruang ujian.
“Kalau tahun lalu pakai sistem pengawas silang, tahun ini kami acak. Kami turut menentukan guru mana menjaga di mana,” ujar Ketua Pelaksana Pengawas dan Tim Pemantau Independen (TPI) Unas dan UASBN PTN Jatim Syafsir Akhlus.
Tahun lalu, guru dari satu sekolah begantian menjaga di sekolah lain dalam satu rayon. Tapi, dalam Unas nanti guru bisa jadi pengawas di sekolah mana saja dalam satu kabupaten/kota, sesuai penunjukan yang diatur Dindik dan tim Pengawas PTN.
Jumlah personel pengawas akan ditambah. Di setiap satuan penyelenggara Unas akan ditempatkan dua pengawas dari PTN. Pengawas PTN berwenang mengambil tindakan langsung kalau terjadi pelanggaran. “Kami bisa menegur atau tindakan lain, tentunya dengan sepengetahuan kasek,” papar Akhlaus. Bahkan, pengawas PTN bisa melapor ke instansi lebih tinggi atau bila perlu ke kepolisian jika terjadi kecurangan.
Tahun ini tim pengawas Unas PTN akan mendapat tambahan anggaran lebih dari 50 persen dari jumlah anggaran tahun lalu. “Kami akan terus berkoordinasi dengan tim pengawas supaya Unas bisa berjalan optimal,” ujar Kadindik Jatim Suwanto. Komentar itu sekaligus menanggapi tuntutan akurasi data sekolah dan peserta Unas yang dikehendaki PTN guna mengatur sistem terbaik. rey

Artikel Lainnya
-
Tanamkan Cinta Konservasi Dengan Mengenal Satwa Liar
Banyak cara untuk menanamkan cinta konservasi sumber daya alam. Taman Safari Indonesia II adal...Baca» -
Diserbu Manusia Tanah Dan Perempuan Bercermin
Manusia Tanah menyerupai Patung dan Perempuan Bercermin menyerbu kawasan Tunjungan Plaza, apa y...Baca» -

Blog Membuat Gaya Hidup Berubah
Bapak Blogger Surabaya?? Dalam seminar blog di ITS kemarin beliau mendorong masyarakat untuk se...Baca» -
Pijama’s Day, Latih Kemandirian Anak-anak Sejak Dini
Pijama's day makin meriah dengan adanya pelatihan anak berusia 2-3 tahun yang diyakini bisa mel...Baca» -
Satreskrim Polwiltabes Surabaya Buat Ruang Public Complain
Satreskrim Polwiltabes Surabaya juga menerapkan kebijakan penolakan terhadap markus lewat Ruan...Baca» -
Kunjungi Wisata Religi dan Observasi Perkampungan Ampel
Siswi SMP Putri Lukman Al Hakim Hidayatullah, Surabaya, mengunjungi kompleks wisata religi dan...Baca»
