Kabar Terkait
Berbagi Kasih Natal dengan Kaum Papa
Masyarakat miskin nikmati lezatnya ayam goreng yang dibagikan oleh Yayasan Pondok Kasih di 27 titik kumuh di Surabaya & sekitarnya.
Kasih Natal untuk semua. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh para aktivis sosial yang tergabung dalam Yayasan Pondok Kasih (YPK). Bertepatan dengan hari Natal, Jumat (25/12.2009) siang.
150 Pengurus dan relawan YPK melakukan aksi sosial dengan membagi-bagikan 10.000 paket fast food Kentucky Fried Chicken (KFC). Sasarannya adalah kaum papa yang berada di 27 titik kumuh di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.
Untuk Surabaya, beberapa titik kumuh yang dimaksud diantaranya depo sampah Kembang Kuning, kuburan kembang kuning, kuburan Rangkah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukolilo Keputih, Lokalisasi Tambak Asri, TPA Benowo dan Stren Kali Jagir Wonokromo.
Tak tanggung-tanggung, Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih, turun langsung dalam aksi sosial yang digelar di titik kumuh yang telah ditentukan.
Bahkan saat di kuburan Kembang Kuning, Hana Ananda turut makan bersama. Tanpa merasa risih dan jijik, Hana terlihat menikmati paket fast food tersebut bersama anak-anak dan para orangtua yang saat itu mengais rezeki di area kuburan kembang kuning.
"Baru kali ini saya makan ayam goreng seenak ini," kata Aminah (40), salah seorang warga sambil menggigit paha ayam yang didapatnya.
Rasa senang juga ditunjukan Budi, anak yang masih menginjak 10 tahun ini tidak menyangka akan mendapat paket makanan yang belum pernah dinikmati seumur hidupnya. Budi yang saat itu sedang mengais rezeki bersama teman-teman sebayanya di kuburan Kembang Kuning langsung mengantre begitu tahu ada pembagian makanan.
"Asyik, aku dapat dada ayam," teriaknya sambil melompat begitu tahu isi dari paket yang diterimanya.
Sementara, Hana Amalia Vandayani Ananda ketika ditanya tujuan dari aksi sosial yang dilakukan oleh yayasannya kali ini mengaku bahwa itu merupakan esensi dari Natal.
Menurut Hana, sudah saatnya perayaan Natal tidak dilakukan dengan mewah dan meriah. "Karena Yesus Kristus sendiri lahir di kandang domba, tempat yang dianggap hina. Kenapa kita harus merayakannya dengan pesta pora," ujar Hana yang saat itu didampingi cucu, menantu dan juga suaminya Harry Ananda.
Untuk itu, Hana mengaku ingin berbagi kasih Natal ini pada sesama, tanpa memandang suku, agama dan status sosial. (bdh/bdh)
(Sumber: detiksurabaya/Steve Lenakoly)

Artikel Lainnya
-

Pembuatan Paspor Hijau 8 Calon Jamaah Haji Tersendat
Kloter pertama calon jamaah haji embarkasi Surabaya mulai masuk asrama tanggal 23 Oktober men...Baca» -
Dua Hari Ini, Kota Batu Bertabur Bintang
FFI 2009 yang digelar di Batu, Malang, seperti apakah kemeriahannya?Baca» -

Dampak Penutupan Jalan, Arus Lalin Padat
Dampak penutupan jalan, beberapa kawasan di Kota Pahlawan mulai mengalami kepadatan. Hal ini ...Baca» -

Gorong-gorong Sering Jadi Korban, Warga Tutup Jalan Tenggilis
Sejak dini hari tadi, Jalan Raya Tenggilis ditutup oleh warga yang protes akibat pembangunan go...Baca» -

Gedung SDN Margorejo I Mulai Dibongkar
Pembangunan frontage road Jalan Ahmad Yani Surabaya mulai dilakukan, SDN Margorejo I terpaksa d...Baca» -
Hubungan BAMBANG-ARIF Mulai Tidak Harmonis
Meski bursa Pilwali Surabaya 2010 masih lama, namun hubungan Bambang DH-Arif Afandi mulai meren...Baca»
