Kabar Lokal - Rab, 06/01/10 11:50 WIB

Service Charge Mal di Surabaya Naik 20%

Koskosanku.com - Service Charge Mal di Surabaya Naik 20%

Biaya sewa mal naik tahun 2010 ini, berpengaruhkah pada harga barang-barang?

Memasuki awal 2010 sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menaikkan service charge rata-rata 10-20%. Seperti di Tunjungan Plasa (TP) per 1 Januari penyewa harus membayar 10 dollar AS/meter/bulan dari sebelumnya 9 dollar AS/meter/bulan (kurs Rp 8.000), Royal Plasa, ITC dan PTC menaikkan dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu.

Kenaikan upah karyawan dan wacana peningkatan tarif listrik menjadi landasannya. ”Sudah dua tahun pengelola menahan kenaikan, tahun 2010 memang harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan cost operational,” ujar General Manager Tunjungan Plaza , Alphonzus Widjaya, Selasa (5/1).

Idealnya, menurut dia, service charge naik setiap tahun. Tapi di awal 2009 hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kondisi ekonomi yang memang kurang memungkinkan. Mengenai imbas kenaikan service charge ini ke harga jual, Alphon menyatakan, tidak otomatis. Masing-masing produk memiliki karakteristik berbeda.

”Mereka kan pasti juga melihat kondisi pasar. Kalau daya beli masih lemah, tidak mungkin mereka menaikkan harga. Mungkin yang bisa dilakukan ya menurunkan margin,” tambahnya.

Direktur Pakuwon Grup, Sutandi Purnomosidi menambahkan, kenaikan yang dilakukan sekarang belum merupakan harga final. Jika di April nanti pemerintah tetap menaikkan tarif listrik, otomatis service charge akan kembali terdongkrak.

”Karena, over head operational itu 60 persen lebih tersedot ke listrik. Kalau listrik naik, ya kita akan sesuaikan lagi,” katanya. Kenaikan yang dilakukan pengelola saat ini hanya menyesuaikan dengan tingkat inflasi serta kenaikan upah.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Didi W. Simson menyatakan, rata-rata kenaikan yang diberlakukan pengelola pusat belanja berkisar 10%-20%. ”Rata-rata kenaikannya per Januari ini. Mau tidak mau harus dilakukan karena UMK saja kan naik sekitar 8,75%. Belum lagi listrik yang juga akan naik,” katanya. 

Didi menambahkan, meskipun listrik untuk tenant menjadi tanggung jawab masing-masing tenant, namun pengelola tetap saja menanggung biaya yang sangat besar. Misalnya saja listrik untuk eskalator dan lift serta lampu di koridor puat belanja serta kebersihan dan keamanan. Untuk listrik saja sudah menyedot lebih dari 50% dari total Over Head Operational. 

Dia mencontohkan untuk Pasar Atum dan Atum Mall yang dipimpinnya. Dari total Over Head Operational sebesar Rp 2 miliar per bulan, tagihan listrik bisa mencapai Rp 1,2 miliar. Sisanya digunakan untuk gaji karyawan dan lain-lain. Pasar Atum dan Atum Mall sendiri.

Di Pasar Atum dan Atum Mal sendiri memiliki 2.600 penyewa tenant tetap dan temporer. 60% diantaranya berstatus sewa dan sisanya sudah menjadi pemilik tenant. Besaran service charge yang dikenakan berbeda.

Mulai dari Rp 28 ribu per meter persegi untuk tenant yang tidak berAC hingga Rp 47 ribu ribu per meter persegi untuk yang berAC. Per 15 Januari ini, service charge sudah berubah menjadi mulai Rp 37 ribu untuk yang tidak berAC hingga Rp 55 ribu per meter persegi per bulan untuk yang berAC. 

Laporan: Anggraenny Prajayanti
(Sumber: vivanews/Amril Amarullah) (Foto: VIVAnews/Tri Saputro)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya