Artikel Terbaru
Mobil Sapu Angin Karya Mahasiswa ITS, Super Irit, 1.000 Km Hanya Habiskan Seliter Bensin
Wow! 15 mahasiswa Teknik Mesin ITS ciptakan mobil futuristik untuk bersaing dalam kompetisi internasional Juli mendatang!
Warna putih, dan wujud futuristik dengan tiga roda kecil. Itulah tampilan mobil Sapu Angin 1 karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di balik wujud fisik, mobil berpenumpang satu orang itu memiliki kemampuan hemat energi yang istimewa. Cukup dengan satu liter bensin, mobil itu bisa mengantar penumpangnya hingga jarak 1.000 km.
Secara resmi Sapu Angin 1 diluncurkan oleh Rektor ITS Priyo Suprobo dan Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi di kampus ITS, Senin (11/1). Peluncuran mobil hemat energi dan ramah lingkungan itu menjadi langkah awal mahasiswa ITS dalam menghadapi kompetisi internasional Shell Ecomarathon (SEM) di sirkuit Sepang, Malaysia, 8-10 Juli mendatang.
Peluncuran Sapu Angin 1 menjadi kebahagiaan awal bagi 15 mahasiswa Teknik Mesin ITS yang tergabung dalam tim. Setidaknya, upaya mereka selama ini telah menghasilkan wujud nyata meskipun riset terus dijalankan untuk mendapatka performa terbaik.
Salah satu anggota tim, Indra Rizky Panigoro menyatakan, proyek pembuatan Sapu Angin dimulai ketika mereka mendapat tantangan untuk mengikuti lomba pada Oktober 2009. Tim proyek pembuat mobil selanjutnya disusun melalui proses seleksi mahasiswa berdasarkan kompetensi.
Sebanyak 15 mahasiswa akhirnya terpilih menjadi tim karena kemampuan spesifik yang mereka punya. Ada mahasiswa yang mahir dalam pembuatan rangka, ada yang mahir bidang desain, dan ada yang mahir di bidang mesin. “Dari 15 anggota tim, salah satunya mahasiswa semester empat. Kami sengaja mengajak dia sebagai bagian dari regenerasi,” ujar Indra yang memiliki tugas sebagai manajer dan tugas promosi dalam tim.
Tim proyek mobil Sapu Angin bekerja untuk menciptakan karya mobil yang hemat energi. Nama Sapu Angin dipilih dari nama ajian Sunan Kalijaga yang konon dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan mudah dan cepat.
Dalam merancang konsep mobil hemat bahan bakar, tim melakukan riset untuk semua spesifikasi mobil. Untuk menentukan desain mobil, mereka melakukan beberapa kali percobaan hingga akhirnya dipilih desain monocouqe.
“Awalnya kami membuat rancangan menggunakan rangka dan body, tapi karena berat dan biayanya tinggi, akhirnya kami memilih model monocouqe,” ujar Imam Muslim.
Anggota tim yang mahir dalam pembuatan rangka itu menyatakan keunggulan konsep monocouqe adalah bodi mobil sekaligus berfungsi sebagai rangka. “Karena menerapkan konsep monocouqe, kami belajar dulu tentang pembuatan kapal fiber,” tambah Imam.
Konsep desain dasar mobil seperti kapal itu selanjutnya ditunjang bentuk seperti tetes air. Bentuk tetes air ini dinilai paling maksimal dalam mengurangi batas hambatan angin berdsarkan uji di laboratorium wind tunnel.
Bukan hanya bodi mobil dengan desain minimalis futuristik, tim juga mengotak-atik mesin sehingga memeroleh proses yang hemat bahan bakar. Targetnya, mesin mobil bisa mengoptimalkan bahan bakar satu liter untuk menempuh jarak 1.000 km.
Lalu bagaimana dengan kecepatan mobil? “Karena persyaratan lomba membatasi kecepatan maksimal 35 km/jam maka kami juga membatasi demikian meskipun mobil ini bisa lebih cepat lagi bergerak,” terang Indra.
Di balik kerja keras yang dilakukan, tim Sapu Angin ITS merasa bangga karena karya itu terwujud sepenuhnya oleh mereka sendiri. “Semua pengerjaan dari awal riset, desain sampai pembuatan fiber kami lakukan dengan tangan sendiri, itu adalah kepuasan yang tidak bisa dihapus,” ungkap Indra.
Untuk membentuk mobil khusus itu mereka bahkan rela membentuk peralatan mekanik dan mesin sendiri. Mereka membeli besi-besi di Dupak, Gembong atau Mulyosari, lalu diolah di bengkel
Tim Sapu Angin ITS, menurut rencana akan membuat dua mobil untuk mengikuti ajang SEM Asia untuk dua kategori. Sapu Angin 1 akan diikutkan dalm lomba kategori futuristic prototype dan Sapu Angin 2 untuk kategori urban concept vehicle.
Kategori futuristic prototype lebih ditekankan pada penilaian mobil peserta dengan kemampuan hemat energi terbaik. Sedangkan kategori urban concept vehicle, penilaian lomba juga ditekankan pada sisi kenyamanan dan desain terbaik yang ditujukan pada penggunan massal, dan tetap ada penilaian dari unsur hemat energi..”Selain kepuasan membuat semuanya dengan tangan sendiri, kami ingin melengkapinya dengan merebut gelar juara di SEM Asia,” tegas Indra.
Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi memberi apresiasi tingi pada mahasiswa ITS yang telah meluncurkan mobil Sapu Angin. “Pencapaian ini menunjukkan keseriusan ITS berkompetisi di SEM 2010,” ujar Darwin. Ia berharap tim ITS bisa mewujudkan target memenangkan beberapa kategori lomba SEM Asia.
(Sumber: surya.co.id/Dian Rekohadi) (Foto: kabarindonesia.com)

Artikel Lainnya
-

Tiga Gereja Besar di Surabaya Dijaga Khusus
Dari total 389 unit gereja di Surabaya, pengamanan menjelang Natal difokuskan pada 3 titik gere...Baca» -

77 Mobil Sewa Digelapakan Oknum Tentara dan Dr Gigi
Perempuan ini ditetapkan menjadi tersangka oleh petugas reskrim Polsek Tegalsari atsa dasar pen...Baca» -
.jpg)
Hormati Sumpah Pemuda, Lokalisasi Dolly Tutup Lebih Awal
Demi Sumpah Pemuda dan dzikir bersama di Taman Surya, Dolly dan Jarak tutup lebih awal dari jad...Baca» -

Gedung SDN Margorejo I Mulai Dibongkar
Pembangunan frontage road Jalan Ahmad Yani Surabaya mulai dilakukan, SDN Margorejo I terpaksa d...Baca» -

Semua Gereja di Surabaya Dilengkapi Detektor
Sedikitnya 4.500 personel untuk mengamankan malam perayaan Natal dan Tahun Baru 2009 dan menyis...Baca» -
Lomba Merias Kambing Digelar SD Islam Raudlatul Jannah
Berbagai kegiatan dalam menyambut Idul Adha 1430H, SD Islam Raudlatul Jannah, justru menggelar ...Baca»
