Awas Ponsel Sekitar WTC, Banyak Hasil Jambretan
Penyitaan ponsel di WTC kemarin tak hanya ungkapkan bahwa mayoritas memang hasil curian, juga ungkap modus dan pelaku.
Sehari setelah polisi melakukan penyitaan 701 unit ponsel dari 24 pedagang di sekitar World Trade Center (WTC), akhirnya terungkap bila mayoritas ponsel-ponsel itu memang ponsel hasil curian. Apalagi, mayoritas para penjualnya berasal dari satu daerah di wilayah yang sama dengan para pelaku penjambretan yang sebelumnya telah ditangkap polisi.
“Berdasarkan keterangan dari lima orang tersangka jambret yang telah kami amankan, terbukti bila beberapa penjual adalah teman, saudara, dan tetangga dari para pelaku. Jadi begitu mereka mendapatkan, langsung diserahkan ke penjual tersebut,” jelas AKBP Bahagia Dachi, Kapolresta Surabaya Selatan, Senin (11/1).
Kelima tersangka itu adalah Ivan Santoso, 30, warga Kupang Gunung Jaya, M Abdul Rouf , 27, warga Gubeng Masjid, Abdul Amin, 22, warga asal Blitar, Iriyanto, 30, warga Pakis Tirtosari, dan Didit, 19, warga Kediri. Mereka melakukan aksinya dengan cara berganti-ganti pasangan. Tercatat Rauf melakukan penjambretan sebanyak empat kali, Ivan sebanyak 10 kali, Didit sebanyak delapan kali, Yanto sebanyak empat kali, dan Amin satu kali.
“Amin diajak Ivan,” imbuh Dachi. Kejadian jambret yang paling memprihatinkan adalah yang dilakukan Rouf bersama Didit. Keduanya dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria yang telah di-tune up mesinnya, menjambret di Jl Raya Darmo, tepat di depan rumah dinas Wakapolda Jatim, 29 Desember 2009.
Dalam pemeriksaan juga terungkap, meski berpasangan saat menjambret, mereka tetap memasang satu orang lagi dengan mengendarai sepeda motor lain. Pelaku ini bertugas membuntuti dan akan memberi bantuan bila rekannya mengalami kesulitan dengan menghalang-halangi bila korban atau orang lain melakukan pengejaran usai penjambretan. Istilahnya sebagai “kipas”.
Dari lima tersangka ini, polisi juga menyita sepeda motor yang digunakan sebagai alat, yaitu tujuh unit dengan merek Honda Mega Pro dan Suzuki Stariya. Masing-masing bernopol L 6860 CR, L 6542 GD, L 2035 ZY, L 2232 BC, L 2922 GG, L 1290 ZL, L 5646 HM.
“Sepeda motor ini di tune up terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menjambret. Jadi, larinya juga beda dengan sepeda motor biasa,” tandas Dachi.
Sementara itu, salah satu tersangka bernama Ivan, menyatakan dirinya terpaksa melakukan penjambretan dengan alasan lebih mudah dibanding mencuri atau merampok. ”Apalagi kalau dapat ponsel lebih mudah jualnya. Meski murah, pasti dapat uang,” ujar Ivan yang mengaku mendapatkan korban tanpa direncanakan.
Begitu ada pengendara yang tas-nya kelihatan mudah dijambret, dengan cepat dia akan membuntuti dan bila ada kesempatan, langsung dijambret dan melarikan diri.rie
(Sumber: surya.co.id)

Artikel Lainnya
-

Polda Jatim Kirim Bantuan ke Padang
Reaksi terhadap gempa Padang ternyata tidak hanya datang dari masyarakat saja, Polda Jawa Timur...Baca» -

Selamat Tinggal Bahasa Indonesia
Hemmmm... ternyata siswa-siswa RSBI tertinggal dalam mata pelajaran bahasa indonesia, hal ini b...Baca» -

Kemeriahan Traditional Wedding
Traditonal Wedding Exibition yang diadakan di Royal Plaza diadakan cukup meriah. Hingga mampu m...Baca» -

Gelar Lomba Suapi Ibu di Hari Ibu
Apa yang terjadi jika anak-anak playgroup berusia 2-3 tahun berlomba menyuapi ibu mereka?Baca» -

Tahun 2010, Jalan Irian Barat Bebas Pedagang Ikan Hias
Pasar ikan hias di Jl. Irba akan dipindah mulai tahun 2010, pasar-pasar ikan baru yang lebih ba...Baca» -

Ruang untuk Merokok di Surabaya Mubazir
Makan biaya besar tapi pembangunannya asal-asalan, bahkan para perokok itu bisa mati karena asa...Baca»
