Surabaya Punya Acara - Min, 18/10/09 01:23 WIB

Penari Busan Korea di Cross Culture Festival 2009

Koskosanku.com - Penari Busan Korea di Cross Culture Festival 2009

Penari Busan ini memadukan tradisional dan modern, semenarik apakah?

Jumat (16/10) kemarin di Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur begitu terlihat ramai sejak pagi hari. Memang disana menjadi salah satu tempat diselenggarakannya Cross Culture Festival.

Pagi hari sudah dilaksanakan workshop seni sejak pukul 08.00 WIB. Acara workshop yang mayoritas dihadiri oleh para siswa ini menghadirkan berbagai budaya asli Indonesia seperti Aceh, Surabaya dan Sumatera Utara.

Namun, sayangnya acara ini sudah selesai sebelum Sholat Jumat, padahal di jadwal seharusnya acara ini selesai saat menjelang sore hari. Kekecewaan ini dirasakan oleh beberapa siswa SMAN 1 Surabaya yang datang ke Cak Durasim setelah sekolah usai.

Soeyatni Indarparamita, yang akrab dipanggil Mita menceritakan kepada Koskosanku.com bahwa dia mengetahui informasi ini dari Pak Iwan, Guru Bahasa Indonesia-nya. Siswa XI IA 3 ini datang karena rasa penasaran terhadap informasi dari gurunya. “Selain itu ada tambahan nilai, Mas,” tambah gadis berpembawaan ceria ini.

Hal senada juga dituturkan oleh rekan Mita, Puji Lestari. Puji menuturkan kalau memang dia penasaran terhadap pagelaran dan workshop seperti apa yang diceritakan oleh gurunya tersebut.

Kekecewaan Mita dan Puji CS ini terobati tatkala mereka diizinkan untuk menyaksikan gladi resik Penari Busan dari Korea Selatan yang akan menunjukkan kebolehannya malam itu. Acara Cross Culture Festival (CCF) Korea sendiri berlangsung mulai pukul 19:00 WIB. Tak tanggung-tanggung, acara ini mengundang beberapa orang penting, seperti 17 Diplomat Jawa Timur, Utusan Imigrasi, Anggota DPD, dan tak lupa Pak Walikota, Bambang DH.

Acara diawali dengan beberapa sambutan, seperti dari Pak Lim Taek Seon selaku Pimpinan Komunitas Korea Jatim, Bambang DH selaku Walikota Surabaya, kemudian sambutan dari Walikota Busan dan Walikota Digoyong. Dalam acara itu juga terdapat serah terima penghargaan dan sumbangan Rp. 30 juta untuk korban gempa Padang.

Acara berlangsung selama 2 jam, terbagi menjadi 2 session. Session I menampilkan 4 perfomance, kemudian diselingi dengan istirahat beberapa menit dan dilanjutkan dengan session II yang menampilkan 3 perfomance.

Perfomance I, dibuka dengan Chunhataepyong-jimu, yaitu sebuah tarian dari Chosun Dynasti (1392-1910). Busan Metropolitan Dance menampilkan tarian ini dengan begitu apik, hingga klimaks adegan pasangan raja-ratu ditengah bunga-bunga pun disambut meriah dan tepukan decak kagum para penonton.

Hwangchangrang-mu, tarian maskulin yang sebenarnya diambil dari kisah nyata seorang Musketeer (Hwacang). Tarian ini menggunakan pedang sebagai properti, begitu patrotik jika dilihat.

Myongwoi-yonga, sebuah love song of Hwang-jini, sebuah tari yang seolah menggambarkan emosi untuk pria tercinta saat malam musim semi.

Dan session I ditutup dengan Hungbu Vs Nolbu. Tarian semi drama, yang diambil dari cerita tradisional korea tentang persaudaraan Hongbu Vs Nolbu. Tarian ini dipadu dengan musik modern, tak membosankan walaupun hanya dengan 4 penari saja, tarian lucu dan konyol yang kerap dihadrikan membuat para penonton tertawa, apalagi saat penari tersebut turun dari panggung berlari panik yang sebenanrnya juga improvisasi tarian ini.

Session II tak kalah apik, Tarian Buchae-chum membuka session II ini. Tarian yang menggunakan kipas ini adalah tarian tradisional korea yang paling populer di mata masyarakat korea sendiri.

Ada lagi, Chunjupmu, sebuah tarian kupu-kupu yang terbang di taman bunga saat musim semi. Dan ditutup dengan megah oleh Baekdu-daegan, yang menyuguhkan tabuhan suara khas gendang khas Korea yang serempak.

Penonton sendiri terlihat memadati gedung pertunjukkan Cak Durasim, kapasitasnya 600 orang penuh, itupun masih ada yang berdiri. Memang jumlah ini sudah dikira sebelumnya, undangan yang disebar sekitar 500 kursi, itu berarti hanya ada sekitar 100 kursi yang untuk masyarakat umum. (r2/kos)

Foto Lainnya:

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya