Kabar Terkait
Tembang Jawa Eksis di Royal Plaza
Tembang jawa, kini mulai merambah kota. Terbukti dari antusiasme masyarakat untuk ikut dalam lomba campur sari di Royal Plaza..
Tembang Jawa yang biasanya hanya diperdengarkan oleh para penduduk desa, kini mulai eksis diperdengarkan pada penduduk kota, bahkan dihadirkan dalam bentuk sebuah lomba. Inilah yang terjadi di Royal Plaza pada Jumat (23/10/09). Sebanyak 21 peserta dari berbagai daerah turut memeriahkan acara yang terselenggara dalam rangka memeriahkan Traditonal Wedding Exibition.
Salah satu pesertanya, Yaya Asmoro, ibu berusia 43 tahun ini jauh-jauh datang dari Gresik dengan bersepeda motor, untuk mencoba peruntungan, siapa tahu menjadi pemenang. “Saya tadi dari Gresik sekitar jam 13.00 wib. Begitu sampai saya langsung make up dibelakang panggung. Semoga dengan perjuangan saya ini, bisa mnejadi pemenang,” ungkap wanita yang pada malam itu menyantikan lagu campur sari berjudul “Keno Goda”.
Selain memiliki motivasi untuk memenagkan perlombaan Campur Sari ini, wanita yang sudah sering menynyi diacara pernikaan ini juga berharap bahwa budaya atau nyanyian Jawa ini tidak hilang. “Saya ini khan seneng sama lagu-lagu Jawa, jadi saya berharap para generasi muda ini juga ikut melestarikan supaya tidak punah. Masak hanya kita kaum tua saja yang melestarikan,” ungkapnya.
Hal senada pun juga diungkapkan oleh Mariati. Peserta bernomor urut satu ini juga menyimpan harapan yang sama. “Dengan adanya lomba-lomba seperti ini khan budaya Jawa juga menjadi terkenal di masyarakat kota. Soalnya sudah mulai jarang generasi muda zaman sekarang yang mau nyanyi lagu-lagu campiur sari ini. Paling banyak yang suka lagu pop,” tutur wanita yang mempunyai hobi senam ini.
Sebenarnya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Hal ini tampak pada peserta paling tua yaitu Anton GSE yang baru mencintai lagu-lagu Jawa ini ketika usianya menginjak kepala lima. “Sebelumnya saya memang suka nyanyi, namun baru sekitar umur 53 kalau tidak 56 saya mulai tertarik untuk mempelajari dan menyanyikan lagu Jawa,” ungkap laki-laki berusia 62 tahun ini. Dari ketertarikan inilah yang membawa Anton menjadi juara ke dua di ajang yang sama tahun lalu. Dan kini, beliau mencoba kembali untuk ikut bertanding bersama perserta yang lain. “Dulu memang pernah ikut, makanya sekarang pengen nyoba lagi,” ujarnya.
Pada akhir acara ditentukan lima orang pemenang. Dimana juri terdiri dari tiga orang yang berasal dari beberapa pakar budaya dan dari radio. Kelima pemenag tersebut diantaranya Juara harapan 1 diraih oleh Alfina, harapan 2 oleh Arif, juara 3 oleh Agus, juara 2 oleh Ibu Rofik, dan juara pertama oleh Mariyati. (gal/kos)
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Pemeran Video Mesum Pelajar SMP Diamankan
Polisi amankan pelaku video mesum pelajar SMPN 26Baca» -
Bebas, Musyafak Sujud Syukur
Setelah melalui persidangan yang cukup pelik, Musyafak pun akhirnya divonis bebas dan langsung ...Baca» -

Box Culvert Jalan di Banyu Urip
Box Culvert di Banyu Urip memang masih dalam proses pembangunan. Tapi anda tetap saja perlu men...Baca» -

Cosplay Halloween, Seram tapi Lucu
Tanggal 30 Oktober lalu, pemuda-pemudi kreatif Surabaya ikut merayakan Halloween lewat festival...Baca» -

Aksara Jawa Diakui Dunia
Tak banyak orang tau, selain batik, aksara Jawa pun kini dipatenkan oleh UNESCOBaca» -
Kantor Pos Surabaya Luncurkan Perangko Bung TOMO
Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Kantor Pos Surabaya, berencana meluncurkan perangk...Baca»






