Bebatuan Hidup di CCCL
Bebatuan coba dihidupkan dalam pameran fotografi yang bertajuk Pierres Vivantes. Fotografer kondang Ferrante Ferranti pun didatangkan..
Menyambut ‘Mois de la photo’ atau Bulan Foto, bagi Anda pecinta forografi rasanya sayang kalau melewatkan pameran yang bertajuk Pierres Vivantes atau dalam bahasa Indonesia berarti “Bebatuan Hidup” yang diselenggrakan di CCCL, Jl. Darmokali No. 40 Surabaya.
Pameran yang berlangsung dalam dua tahap ini dimulai pada Rabu (03/11/09). Namun acara yang sedianya dimulai pukul 18.30 ini molor sekitar 30 menit.
Pameran ini menghadirkan langsung sang fotografer, Ferrante Ferranti, yang terkenal sebagai seorang fotografer-penulis-petualang Perancis, yang tak diragukan lagi keahliannya. Dimulai dengan workshop, sang fotografer menjelaskan hasil karyanya satu per satu.
21 karya foto hitam putih yang diambil dari seluruh penjuru Negara ini memang cukup memukau. Dengan mengambil beberapa tempat suci seperti di Mesir dan Etiopia, di Iran dan Syiria, di India dan Myanmar, dan beberapa tempat lain yang terlihat terbengkalai, seperti puing-puing peradaban lampau, gedung teater para diktator yang terguling, bekas kolonial dan façade tua.
Dalam karyanya kali ini pria kelahiran Aljazair ini berusaha menghidupkan semua bangunan tersebut. “Bebatuan tak lagi bisu, mereka menjadi hidup,” ungkapnya.
Tak hanya workshop, para peserta yang hadir pun juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dan bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fotografi. Tak ayal kesempatan ini banyak dimanfaatkan oleh mereka yang berkunjung ke ruangan untuk mengajukan pertanyaan seputar beberapa foto yang telah ditampilkan. Apalagi banyak pengunjung yang berdatangan mulai dari sekolah fotografi Darwis Triadi, Sampoerna dan beberapa penggemar fotografi lainnya.
Tanggal 25 November – 5 Desember karya pria yang telah menulis buku ‘Lire la photographie’ akan dipamerkan kembali. Pameran tahap kedua akan diselenggrakan di tempat dan lokasi yang sama. Namun foto yang ditampilkan jelas jauh berbeda. Dengan mengambil objek Indonesia, Ferrante berusaha menampilkan yang terbaik. “Selama sebulan saya di sini, saya akan berusaha untuk mendapatkan objek yang terbaik akan Indonesia, untuk dipamerkan nantinya,” tandasnya.
Penasaran? Kita tunggu saja hasil karyanya pada pameran selanjutnya. (gal/kos) (Foto:CCCL@copyrigth/ Ferrante Ferranti)
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Ekonomi Indonesia 2010 Semakin Liberal
Demikian diramalkan oleh pemerhati ekonomi, Nida Saadah, melihat program 100 hari Kabinet Indon...Baca» -
Mobil Sapu Angin Karya Mahasiswa ITS, Super Irit, 1.000 Km Hanya Habiskan Seliter Bensin
Wow! 15 mahasiswa Teknik Mesin ITS ciptakan mobil futuristik untuk bersaing dalam kompetisi int...Baca» -

Mahasiswa ITS Ciptakan Mobil Ramah Lingkungan
Lima mahasiswa Fakultas Teknik Elekto ITS membuat mobil ramah lingkungan. Mobil itu bernama EV...Baca» -

Yusuf Bunuh Ayahnya Demi Uang Rp 1.000
Brutal, seorang warga Pacar Keling aniaya ayah kandungnya dengan tabung LPG sampai mati.Baca» -

SBY Minta Taruna TNI-Polri Melek Teknologi
Pada saat melantik 1.092 taruna-taruni TNI-Polri kemarin di Surabaya, SBY sampaikan pesan-pesan...Baca» -

Gedung SDN Margorejo I Mulai Dibongkar
Pembangunan frontage road Jalan Ahmad Yani Surabaya mulai dilakukan, SDN Margorejo I terpaksa d...Baca»









