Surabaya Punya Acara - Jum, 20/11/09 11:52 WIB

Keeksotisan Lukisan Anwar Djuliadi

Koskosanku.com - Keeksotisan Lukisan Anwar Djuliadi

Nikmati hasil karya pelukis Indonesia yang sudah sering berpameran di luar negeri ini di Balai Pemuda hingga 23 November 2009...

Menikmati sebuah lukisan? Mungkin itu menjadi hal yang jarang Anda lakukan. Tapi bagi para penikmat seni, Balai Pemuda Surabaya lah yang menjadi tempat untuk kehausan Anda menikmati sebuah hasil karya seni.

Di Balai Pemuda, sejak tanggal 17 November kemarin kembali digelar pameran lukisan. Kali ini menampilkan pameran tunggal lukisan karya Anwar Djuliadi yang digelar hingga 23 November mendatang.

Ketika Anda melihat salah satu lukisan yang terpajang, mungkin Anda belum bisa mengerti maksud lukisan itu, tapi jika Anda melihat judulnya, barulah Anda akan lebih mengerti maksud dari lukisan-lukisan tersebut.

Ke-17 lukisan karya pelukis dari Bali ini terpajang apik di Gallery Surabaya komplek Balai Pemuda Surabaya. Lukisan-lukisan yang terpajang di sana antara lain berjudul “Aku Matahari”, “Porong”, “Bicara Putih”, atau “Kakek Nenek”.

Sekilas Anwar Djuliadi

Anwar Djuliadi lahir di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1960. Sejak kecil memang dibesarkan di keluarga seniman, Ayah beliau adalah seorang pelukis senior dan dosen di IKJ.

Karirnya dimulai sejak terjun ke dunia teater, baik sebagai pemain, art director atau sutradara. Barulah tahun 1998 beliau hijrah di Bali dan aktif melukis hingga kini.

Kegiatan pameran lukisan sudah sering beliau lakoni, baik tingkat di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa Negara yang pernah menjadi tempat singgah beliau untuk menampilkan karya seninya adalah Belgia, Belanda, Perancis dan Amerika Serikat.

Kreativitasnya tidak berhenti sampai sekarang. Lukisan-lukisannya adalah goresan-goresan perjalanan hidupnya dengan berbagai pergulatan rasa artistik dan lebih mengekspresikan secara intuitif. Warna yang dituangkan adalah cermin dari kegetiran hidupnya maupun lingkungan sekitar.

Bakat melukisnya adalah keturunan dari ayahnya, awalnya lukisan Anwar Djuliadi sendiri banyak dipengaruhi oleh lukisan sang ayah, namun seiring dengan pengalaman dan kekreatifan Anwar Djuliadi, bayang-bayang pengaruh sang ayah perlahan hilang. Anwar Djulaidi menganggap hasil lukisannya adalah lanjutan ide-ide sang ayah yang terhenti. (r2/kos)

Foto Lainnya:

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya