Keeksotisan Lukisan Anwar Djuliadi
Nikmati hasil karya pelukis Indonesia yang sudah sering berpameran di luar negeri ini di Balai Pemuda hingga 23 November 2009...
Menikmati sebuah lukisan? Mungkin itu menjadi hal yang jarang Anda lakukan. Tapi bagi para penikmat seni, Balai Pemuda Surabaya lah yang menjadi tempat untuk kehausan Anda menikmati sebuah hasil karya seni.
Di Balai Pemuda, sejak tanggal 17 November kemarin kembali digelar pameran lukisan. Kali ini menampilkan pameran tunggal lukisan karya Anwar Djuliadi yang digelar hingga 23 November mendatang.
Ketika Anda melihat salah satu lukisan yang terpajang, mungkin Anda belum bisa mengerti maksud lukisan itu, tapi jika Anda melihat judulnya, barulah Anda akan lebih mengerti maksud dari lukisan-lukisan tersebut.
Ke-17 lukisan karya pelukis dari Bali ini terpajang apik di Gallery Surabaya komplek Balai Pemuda Surabaya. Lukisan-lukisan yang terpajang di sana antara lain berjudul “Aku Matahari”, “Porong”, “Bicara Putih”, atau “Kakek Nenek”.
Sekilas Anwar Djuliadi
Anwar Djuliadi lahir di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1960. Sejak kecil memang dibesarkan di keluarga seniman, Ayah beliau adalah seorang pelukis senior dan dosen di IKJ.
Karirnya dimulai sejak terjun ke dunia teater, baik sebagai pemain, art director atau sutradara. Barulah tahun 1998 beliau hijrah di Bali dan aktif melukis hingga kini.
Kegiatan pameran lukisan sudah sering beliau lakoni, baik tingkat di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa Negara yang pernah menjadi tempat singgah beliau untuk menampilkan karya seninya adalah Belgia, Belanda, Perancis dan Amerika Serikat.
Kreativitasnya tidak berhenti sampai sekarang. Lukisan-lukisannya adalah goresan-goresan perjalanan hidupnya dengan berbagai pergulatan rasa artistik dan lebih mengekspresikan secara intuitif. Warna yang dituangkan adalah cermin dari kegetiran hidupnya maupun lingkungan sekitar.
Bakat melukisnya adalah keturunan dari ayahnya, awalnya lukisan Anwar Djuliadi sendiri banyak dipengaruhi oleh lukisan sang ayah, namun seiring dengan pengalaman dan kekreatifan Anwar Djuliadi, bayang-bayang pengaruh sang ayah perlahan hilang. Anwar Djulaidi menganggap hasil lukisannya adalah lanjutan ide-ide sang ayah yang terhenti. (r2/kos)
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Indonesia, Peringkat 12 Dunia dalam Pembajakan Software
Hasil survey IDC, angka pembajakan software di Indonesia berada di peringkat 12 dan kehilangan ...Baca» -

Percepat Proses Sidik Jari, Pemkot Surabaya Luncurkan Si Jari
Zaman semakin canggih, selain KTP, kini ada juga Si Jari yang bisa menginformasikan kependuduka...Baca» -

Asyiknya Belajar Batik
Belajar membatik kilat di Pameran Batik Khas Jatim 2009 di Gramedia Expo.Baca» -

Lapas Siapkan Ruang Khusus Bercinta Bagi Napi
Hasrat biologis yang tak tersalurkan sering menimbulkan penyimpangan seks dalam lapas, kini pem...Baca» -

Massa Aksi Hari Anti Korupsi Mulai Unjuk Rasa di Grahadi
Sri Gayatri sempat kagetkan massa yang sedang berunjuk rasa, karena mendadak muncul membawa aya...Baca» -
Masjid Cheng Hoo Surabaya Ramai Dikunjungi Wisatawan
Usai lebaran, Masjid M. Cheng Hoo yg berarsitektur Tiongkok banyak dikunjungi oleh wisatawan, t...Baca»





