Kabar Terkait
Bebatuan Hidup di CCCL Part 2
Fotografer Ferrante Ferranti memenuhi janjinya, fotografi Bebatuan Hidup dengan obyek dari Indonesia bisa anda lihat di CCCL Darmokali
Fotografer Ferrante Ferranti memenuhi janjinya. Setelah acara Bebatuan Hidup bagian pertama diadakan 2-5 Nopember 2009 kemarin, Ferrante Ferranti kembali memamerkan hasil karyanya ke khayalak umum.
Acara yang bertajuk Pierres Vivantes bagian kedua ini resmi dibuka secara langsung oleh Ferrante Ferranti pada hari Rabu malam (25-09) di CCCL Darmokali Surabaya. Bedanya dengan Pierres Vivantes sebelumnya adalah, kalau pada Tahap 1, foto yang dipamerkan adalah 21 karya fotografi mengenai warisan budaya dari 21 Negara yang berbeda. Sedangkan pada tahap 2 ini, karya yang ditampilkan adalah 21 karya fotografi setelah Ferrante Ferranti melakukan perjalanan fotografi di Yogyakarta, Bali dan Jakarta.
Ke-21 karya foto hitam putih koleksi terbaru, semuanya diambil dari berbagai daerah di Indonesia. Rata-rata obyek foto yang diambil adalah tempat suci (ibadah), candi atau puing-puing peradaban lampau bekas jaman kolonial, atau gedung-gedung tua. Karya fotografi koleksi terbaru kemudian disandingkan dengan koleksi fotografi lama yang pernah dipamerkan sebelumnya. Memang secara sepintas, kedua karya fotografi yang dipamerkan sekilas mempunyai sedikit kemiripan tema.
Seperti foto salah satu budha Candi Borobudur yang disandingkan dengan Jardin des Tollereis – Paris. Atau foto spiritual tiga orang wanita yang sedang sholat di masjid Istiqlal dengan foto orang yang sedang berdoa di Iran, Ispahak, Mosquee de vendredi.
Dalam acara pembukaan tersebut, Ferrante Ferrante mengaku merupakan kesulitan tersendiri mengambil obyek yang kedua ini. “Karena memang harus mempertahankan konsep foto yang pertama,” jelas pria kelahiran Aljazair ini dalam bahasa asing.
Ada satu cerita menarik dari Ferrante Ferranti selama mengambil obyek ini. “Saya mendapatkan kesan tersendiri ketika mau mengambil obyek orang yang sedang sholat, mereka semua seolah masuk ke dalam sisi spiritual mereka,” pungkas fotografer kelahiran 1960 ini. Dari peristiwa hal itu, Ferrante Ferranti mengakui kalau sangat mengagumi sisi spiritulitas orang Indonesia.
Selama perjalanannya berkeliling Indonesia, Ferrante Ferranti juga mendapatkan sebuah pengalaman tersendiri terhadap masyarakat Indonesia. “Ini adalah sebuah perjalanan yang sangat humanis, saya senang bisa diterima di masyarakat, tidak hanya ambil gambar, tapi saya juga bertemu dengan orang-orang yang berkesan,” ungkapnya. (r2/kos)
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Surabaya Digoyang Isu Gempa, BMKG Minta Warga Tidak Percaya
"Surabaya Berpotensi Gempa Pukul 01.00 kekuatan 8,8 SR (Sumber BMKG)"Baca» -

Service Charge Mal di Surabaya Naik 20%
Biaya sewa mal naik tahun 2010 ini, berpengaruhkah pada harga barang-barang?Baca» -

Karyawan PT PLN Menolak Kemungkinan DAHLAN ISKAN Jadi Dirut
Ratusan karyawan PT. PLN berunjuk rasa menentang bos Jawa Pos ini menjadi Dirut PLN. Kenapa dem...Baca» -

Tolak Kenaikan Retribusi, Pedagang Demo PD Pasar
100 pedagang demo tolak kenaikan retribusi pasar. Baca» -

Prihatin Gizi Buruk, Pondok Kasih Bagikan 1000 Kotak Susu
Meningkatnya jumlah balita penderita gizi buruk di Surabaya akhir-akhir ini menggerakkan Yayasa...Baca» -

Kisah Di Balik Lontong Kupang
Ada cerita Unik dibalik Lontong Kupang, setiap kali makan Lontong Kupang, wajib didampingi deng...Baca»





