Kabar Terkait
Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH
Museum Kesehatan juga dikenal sebagai Museum Santet karena menyimpan barang-barang mistis, selain itu apa yang dipamerkan di museum ini?
Museum? Mungkin terbesit dibenak Anda bahwa tempat ini menyimpan benda-benda bersejarah, kuno dan klasik baik dalam kategori kenegaraan, seni dan budaya. Terbesit dibenak Anda pula kalau kalau berkunjung ke museum sudah pasti akan membosankan karena jelas barang yang dipamerkan monoton dan gitu-gitu saja. Namun, anggapan tersebut akan hilang jika Anda berkunjung ke Museum Kesehatan.
Di Museum Kesehatan Anda akan menemui berbagai macam koleksi-koleksi baik tradisional maupun modern yang semuanya tentu saja berhubungan dengan alat medis maupun kesehatan. Misalnya saja stetoskop, mikroskop, suntikan, alat abortus, hingga celana anti pemerkosaan dan alat kontrasepsi.
Museum Kesehatan yang berlokasi di Jalan Indrapura 17 Surabaya ini dikelola langsung oleh Pemerintah (Departemen Kesehatan RI, red). Awalnya dirintis oleh seorang peneliti yaitu DR. Dr. Hariyadi Soeparto, DOR, M.Sc pada tahun 1990, waktu itu museum ini hanya untuk kalangan sendiri. Baru pada tanggal 14 September 2004 yang lalu museum ini diresmikan secara langsung oleh Bapak Achmad Sujudi (Menteri Kesehatan waktu itu) dengan nama Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH (Surat keputusan menteri kesehatan RI nomor 1012/MENKES/SK/IX/2004).
Secara umum museum ini menggambarkan upaya yang dilakukan oleh manusia untuk menjaga kesehatan dan berbagai budaya masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan. Sehingga bisa digunakan sebagai tempat penelitian (laboratorium).
Bangunan yang memiliki luas 755,82 meter persegi ini terbagi dalam 7 ruang kelompok pamer (yang disebut Sasana), yaitu sebagai berikut
- Sasana Adhyatma
dalam ruangan ini kita akan menemui berbagai koleksi Dr. Adhyatma MPH sewaktu beliau menjabat sebagai menteri Kesehatan RI periode 1988-1993.
- Sasana Kencana
Sasana Kencana bisa dibilang ruanan khusus koleksi Dr. Hariyadi, dalam ruangan itu dipamerkan berbagai macam koleksi milik beliau seperti berbagai lencana dari logam mulia, surat tanda penghargaan, keplek tanda peserta, berbagai fot, biografi dan benda-benda yang terkait dengan perjuangan upaya kesehatan.
- Sasana Kespro
Sasana Kespro menyimpan berbagai macam benda yang terkait dengan kesehatan reproduksi manusia. Misalnya saja alat kontrasepsi berbagai ukuran, alat peraga sex baik untuk pria maupun wanita, alat abortus, hingga celana anti pemerkosaan.
- Sasana Genetika
Sasana Genetika mempamerkan berbagai sarasilah dan silsilah garis keturunan yang sangat erat kaitannya dengan ilmu genetika. Contoh yang ditampilkan adalah sarasilah dari keluarga berbagai kerajaan di Indonesia
- Sasana Kesehatan Budaya
Mungkin Sasana inilah yang paling seru, sasana inilah yang menjadi salah satu daya tarik museum ini. Sasana ini mempamerkan berbagai macam koleksi benda yang berhubungan atas kepercayaan atau supranatural dan dunia ghaib. Seperti koleksi boneka jaelangkung, boneka nini towok, alat santet sekaligus penangkalnya, alat pasung, foto roentgen orang yang kena santet dan berbagai benda unik lainnya.
- Sasana Flora dan Fauna
Sasana Fauna menampilkan berbagai macam koleksi binatang dan tumbuhan yang bisa berfungsi sebagai perantara penyakit, misalnya sapi pembawa anthrax, ular sebagai pembawa keracunan darah, ikan buntek yang bisa menyebabkan keracunan makanan dan binatang lain seperti trenggiling, tikus dan monyet. Di Sasana ini juga mempamerkan koleksi binatang yang berkhasiat sebagai bahan obat dan sangat menolong kita semua.
- Sasana Medik dan non Medik
Di Sasana Medik dan non Medik dipamerkan berbagai peralatan medik dan non medik pendukung upaya kesehatan. Benda-benda ini digunakan oleh institusi kesehatan pada jaman dahulu dan menjadi benda bersejarah yang sangat besar jasanya untuk kesehatan masyarakat kita.
Tertarik? Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp 1500 dengan dipandu oleh seorang guide yang siap menjelaskan benda-benda koleksi museum kesehatan ini. Selain bisa menambah pengetahuan tentang kesehatan, dengan berkunjung ke museum ini mungkin Anda akan lebih peduli dengan kesehatan Anda sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kedepan Museum ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tempat penelitian yang berkaitan dengan upaya-upaya kesehatan. (r2/kos)
Foto Lainnya:

Artikel Lainnya
-

Demi Beli Mainan, Saiful Jadi Tukang Gendam
Demi membelikan anaknya mainan, Syaiful Prayu Sandi (29) nekat menggendam belasan orang lain. Baca» -

Konser Ridho Rhoma Disoal MUI
Karena ada dugaan kebohongan, MUI minta tinjau ulang ijin Pesta Dangdut Ridho Rhoma di Pamekasa...Baca» -

Bijak Berkendara, Perlu Kontrol dan Kendali Bersama
Tilang maupun Kecelakaan bermuara pada satu hal, yaitu berkendara! Makin meningkatnya angka kec...Baca» -

Bu Wawali Pun Turun ke Jalan Bantu Prita
Bersama rekan facebookers, istri Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi ini ikut berdiri di depan ...Baca» -
Keliling Surabaya Cari Batik Demi Upacara Sumpah Pemuda
Demi mengikuti upacara Sumpah Pemuda, Warga Australia rela keliling Surabaya untuk mencari baj...Baca» -
Dianggap Menghalangi Lintasan Taksi Di Tunjungan Plasa
Parade Mari Bercermin dalam rangka Hari Pahlawan yang diselenggarakan di Tunjungan Plaza diangg...Baca»











