Musik dan Film - Sen, 28/09/09 11:04 WIB

Remake Lagu, Apa yang Menarik Darinya?

Koskosanku.com - Remake Lagu, Apa yang Menarik Darinya?

Remake lagu sudah sering kita dengar. Apakah hanya popularitas saja yang dikejar dari fenomena ini?

Remake lagu atau daur ulang lagu sudah tak asing lagi di telinga kita. Kadang hasilnya lebih enak didengar, namun ada pula yang malah gagal mendapatkan feel-nya alias penyanyi tersebut gagal mendaur ulang lagu tersebut.

Remake lagu bisa berarti menyanyikan lagu dengan sama persis, mengaransemen ulang bahkan dibuat dengan berbeda aliran. Sebenarnya tak ada yang salah dengan lagu daur ulang, asalkan tujuan utama bukan karena lagu tersebut pernah sukses, terus didaur ulang kembali dengan mengharap kesuksesan yang sama. Masyarakat butuh musik berkualitas, tidak plagiat, remake pun tak apa, asalkan berkualitas. Tolok ukurnya disini adalah saat lagu tersebut diterima oleh masyarakat.

Pernah dengar lagu Ketahuan milik Matta? Lagu ini sangat populer pada tahun 2007 silam, semua bisa menyanyikannya, tak terkecuali anak kecil yang memang kedengeran aneh saat menyanyikan lagu itu (lirik yang tak sesuai, red). Apalagi ketika Uut Permatasari juga bikin versi dangdutnya. Tak dipungkiri, keduanya saling menunjang, saling mempopulerkan.

Nama lain yang bisa dibilang sukses remake lagu adalah si Vidi Aldiano. Penyanyi berwajah mirip Joshua ini hanya bermodal satu hits remake milik Keenan Nasution, Nuansa Bening , untuk melambungkan namanya. Sejak saat itu pula, nama Vidi sudah bisa disejajarkan dengan rekan sepantarannya, Afgan.

Pun demikian juga dengan Pasto, duo vocal group besutan Maia Estainty ini berhasil dengan apik saat menyanyikan lagu Aku Pasti Kembali yang sempat dinyanyikan Ratu era Mulan Kwok. RBTnya pun lebih laris jika dibanding dengan single yang sama saat dinyanyikan Ratu.

Lebih aneh lagi lagu Kekasih Yang Tak Dianggap. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa Pinkan Mambo hanya mendaur lagu ulang dari Band bernama Kertas. Tapi entah kenapa single ini justru makin populer saat dinyanyikan oleh Pinkan Mambo.

Bicara soal lagu daur ulang, tak bisa dipisahkan dengan sosok Yuni Shara. Penyanyi khusus lagu daur ulang yang kini dekat dengan Raffi Ahmad ini justru tampak aneh ketika dia muncul dengan hits lagu baru. Mungkin gelar penyanyi lagu daur ulang sudah melekat pada pribadi perempuan mungil kelahiran 3 Juni 1972 ini. ??

Musisi meremake ulang lagu ada beberapa alasan, ingin cepat populer adalah salah satunya. Ingin single hitsnya cepat diterima masyarakat karena lagu yang dinyanyikannya sudah akrab di telinga masyarakat tersebut. Musisi juga punya alasan karena memang ngefans atau bentuk penghargaan terhadap musisi tersebut. Masih ingat album Erwin Gutawa berjudul Salute to Koes Plus? Itulah salah satu contohnya.

Meremake lagu sepintas tidak ada unsur kreatif, musisi tak perlu repot-repot mencipta lagu dan hanya mengaransemen ke bentuk yang sedikit berbeda. Tapi kenapa mereka memilih meremake ulang daripada mencipta lagu baru? Sekali lagi, mudah-mudahan bukan unsur popularitas saja yang dikejar. (kos/r2)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya