Musik dan Film - Sen, 05/10/09 11:53 WIB

Film Jamila dan Sang Presiden Masuk Nominasi Piala Oscar

Koskosanku.com - Film Jamila dan Sang Presiden Masuk Nominasi Piala Oscar

Tidak laku di dalam negeri, film Jamila dan Sang Presiden Masuk nominasi piala oscar.

Kabar menggembirakan datang dari dunia perfilman Tanah Air. Film Jamila dan Sang Presiden garapan sutradara Ratna Sarumpaet masuk seleksi ajang perebutan Piala Oscar (Academy Awards) tahun depan.

Padahal film yang mengangkat kisah nyata perdagangan perempuan di Indonesia dan dibintangi Christine Hakim, Atiqah Hasiholan, dan Adjie Pangestu itu di negerinya sendiri gaungnya kurang terdengar.

Sang sutradara Ratna Sarumpaet mengaku bersyukur film tersebut bisa masuk seleksi perebutan Piala Oscar. Namun ia merasa kurang puas karena film yang telah beredar lima bulan lalu tersebut tidak bertahan lama di bioskop.

"Saya merasa tidak happy karena film ini tidak jalan di Indonesia. Tapi saya tidak mau mikir, nanti jadi lelah, malah jadi tidak mau bikin film yang bermutu lagi. Kita sebagai produser tidak selamanya bisa mengontrol, mengatur bioskop," kata Ratna.

Sebagai produser film ini, Ratna merasa ini suatu hal yang menarik, pasalnya ia tidak berkarya untuk dilombakan. "Ini menarik. Aku tidak berkarya untuk dilombakan. Aku berkarya karena aku berkarya. Begitu masuk di sini (festival) agak norak. Bukan berarti saya tidak bahagia atau tidak bersyukur. Semoga ini berdampak pada penjualan DVD dan orang mau beli," kata Ratna.

Jamila dan Sang Presiden rencananya mengikuti Festival Asiatiaca di Italia (30 Oktober 2009) dan Hong Kong Asian Film Festival atau HK Internasional. Akan kirim juga ke Australia di APSA, di sana berkompetisi di Sydney (20 November 2009), APFF (Asia Pacific Film Festival) di Taipei (19 Desember 2009). Dan ditambah untuk Oscar tahun depan, yang seleksinya dimulai 20 Februari 2010.

Sementara film juga mengusung pemain Marcellino Lefrand, Surya Saputra, dan Fauzi Baadilah mengangkat kisah nyata perdagangan perempuan di Indonesia ini menceritakan seorang perempuan bernama Jamila (Atiqah Hasiholan) tiba-tiba menjadi headline di semua pemberitaan nasional. Ia mengaku membunuh seorang pejabat tinggi negeri dan menolak mengajukan pengampunan hukuman mati dari presiden.

Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara.

Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Baadilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.

Ide cerita film ini berawal dari tiga tahun yang lalu, UNICEF meminta Ratna Sarumpaet, sutradara teater Andal yang juga aktivis perempuan, untuk menjalankan sebuah penelitian mengenai woman trafficking di Indonesia. Ratna berkelana ke Batam, Solo, Indramayu, Surabaya, dan kota-kota di Kalimantan, merekam beragam cerita dari ratusan ribu korban perempuan yang kemudian disatukannya dalam sebuah pementasan teater yang sangat membuka mata.

Dua ratus ribu anak di bawah umur diperdagangkan di Indonesia setiap tahunnya untuk alasan yang sangat menyedihkan, kemiskinan dan kurangnya pendidikan.(rileks.com)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya