Artikel Terbaru
Bell's Palsy Bukanlah Stroke
Penyakit yang membuat wajah miring ini dapat menyerang siapa saja. Hati-hati bagi pengguna AC/kipas angin, yang sering lembur, dll.
Anda pernah mendnegar istilah Bell’s Palsy? Atau bahkan Anda pernah menderita penyakit ini?
Bell's Palsy merupakan suatu kelainan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di salah satu sisi wajah. Meskipun kelumpuhan wajah ini tidak dikuti dengan kelumpuhan anggota tubuh lainnya, seperti yang pada gangguan peredaran darah otak pada umumnya, namun kondisi ini dapat mencemaskan karena biasanya terjadi tanpa gejala awal dan menyebabkan wajah tampak miring.
Bell's palsy diambil dari nama Sir Charles Bell. Beliau adalah seorang dokter dari abad 19 yang pertama menggambarkan kondisi ini dan menghubungkan dengan kelainan pada syaraf wajah.
Perbedaannya dengan Stroke
Saat sesorang yang terserang penyakit ini, banyak yang mengira bahwa dia terserang stroke. Padahal Bell’s Palsy sangat berbeda jauh dengan penyakit stroke. Berbeda dengan serangan stroke, pada Bell’s palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda.
Stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan pada Bell’s Palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf yang mengurus persarafan wajah.
Saraf fasialis, demikian nama serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga. Namun, jika penderita kelumpuhan wajah mengalami kelumpuhan di daerah lain seperti tangan atau kaki, maka itu disebut stroke.
Hati-Hati Ruangan Ber-AC
Bell's palsy pun erat kaitannya dengan cuaca dingin dan bisa menyerang orang yang bekerja di ruangan ber-AC secara langsung. Angin dingin membuat syaraf di sekitar wajah sembab dan membesar. Pembengkakan syaraf nervous fascialis ini mengakibatkan pasokan darah ke syaraf tersebut terhenti.
Bell's palsy terjadi secara tiba-tiba namun tidak menular. Penyakit ini berisiko menyerang remaja berusia 20-an, perempuan hamil, dan lanjut usia setelah 60 tahun. Penderita diabetes melitus dan pasca flu juga tak luput dari risiko penyakit ini.
Gejala yang ditimbulkan:
- Rasa nyeri di belakang telinga, sesaat sebelum terjadi kelemahan otot wajah.
- Penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada beban di wajahnya.
- Bagian wajah yang mengalami kelumpuhan terlihat datar, tanpa ekspresi dan bahkan miring.
- Kelopak mata tidak dapat menutup sehingga bola mata akan berair terus-menerus, namun akan kering di malam hari ketika tidur.
- Kesulitan berbicara terutama saat mengucapkan huruf konsonan karena mulut atau bibir tertarik ke satu sisi.
- Kemampuan mengecap/merasa terganggu dan suara-suara terdengar lebih keras di satu sisi yang terkena.
Kalau Anda merasa mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Karena semakin cepat penanganan yang diberikan, maka semakin cepat pula kesembuhan yang Anda dapatkan. Jika tidak, Pasien bell's palsy yang sudah parah akan mengalami perubahan bentuk wajah menjadi penyok, bicara tidak jelas, fungsi lidah terganggu terutama saat mengucapkan huruf konsonan, dan lain-lain. Kondisi seperti ini tentunya tidak diinginkan oleh pasien.
Penanganan terhadap pasien yang terserang penyakit Bell’s palsy:
- Botolinum toxin type A atau yang lebih dikenal dengan botox merupakan alternatif terapi yang dapat digunakan dan berfungsi untuk relaksasi otot-otot wajah.
- Beberapa ahli percaya bahwa pemberian kortikoteroid seperti prednison dan antivirus seperti asiklovir dalam 2 ¬ 3 hari pertama dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu, dapat memperbaiki prognosis sampai 20%. Namun, apakah pengobatan ini bisa mengurangi nyeri dan memperbaiki kesempatan untuk sembuh, masih belum dapat dibuktikan.
- Mengikuti program fisioterapi selama satu bulan ditambah pemberian sejumlah obat dan vitamin.
- Alternatif terapi lainnya berupa akupuntur, stimulasi galvanik dan biofeedback. Latihan otot wajah dilakukan minimal 2-3 kali sehari, akan tetapi kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya. Gerakan yang dapat dilakukan berupa:
- Tersenyum
- Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
- Mengatupkan bibir
- Mengerutkan hidung
- Mengerutkan dahi
- Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
- Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari
- Menutup mata
- Bila kelumpuhan bertahan sampai 6-12 bulan atau lebih, tindakan pembedahan untuk pencangkokan saraf ke dalam otot wajah yang lumpuh, bisa dilakukan. Biasanya pencangkokan diambil dari lidah.
Cara Menghindari Bell's Palsy
Ada banyak hal sebenarnya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini berjangkit dalam tubuh Anda. Cara-cara tersebut di antaranya :
- Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah full untuk mencegah angin mengenai wajah.
- Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.
- Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.
- Bagi penggemar naik gunung, gunakan penutup wajah/masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell’s Palsy.
- Setelah berolah raga berat, jangan langsung mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.
- Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup.
Dengan merawat dan menjaga diri dengan baik maka penyakit apapun akan terhindar dari tubuh Anda, termasuk Bell’s Palsy. (gal/bbs/kos/Foto: tfd)

Artikel Lainnya
-

Remake Lagu, Apa yang Menarik Darinya?
Remake lagu sudah sering kita dengar. Apakah hanya popularitas saja yang dikejar dari fenomena...Baca» -

Sensasi Film 3D
Rasakan sensasi lain dalam menonton film bioskop 3D! Nikmati sensasinya dan rasakan ketegangann...Baca» -

Facebook & Google Kini Punya URL Shortener Sendiri
Bit.ly punya saingan. Sekarang dua raksasa teknologi ini mengeluarkan Fb.me dan Goo.gl, layanan...Baca» -

10 Trik Untuk Mengakali Link Youtube
Sering buka Youtube? Sering pasang link Youtube di blog/website Anda? Nah, Anda perlu tahu nih ...Baca» -

Penyebab Gagalnya Wawancara
Wawancara kerja menjadi salah satu kunci utama dalam proses melamar kerja karena anda berintera...Baca» -

Tips Jadi Eksekutif Muda
Ada 5 hal yang wajib dimiliki untuk menjadi eksekutif andal, yaitu target karier, kompetensi, ...Baca»
