Kabar Terkait
Artikel Terbaru
Berkumur Teh Atasi Bau Mulut
Ternyata berkumur dengan teh hambat pertumbuhan bakteri penyebab plak, radang gusi & bau mulut!
Selain air putih, Teh telah menjadi minuman utama dalam kehidupan sehari-hari orang Indonesia. Itulah teh, minuman yang sesungguhnya berasal dari daun sebuah tanaman yang juga bernama teh kini semakin diminati masyarakat seiring perkembangan olahan teh yang semakin variatif.
Penelitian di Mahido University, Thailand baru-baru ini menemukan fakta terbaru mengenai teh. Kini teh bisa dimanfaatkan sebagai obat kumur dan pencegah bau mulut. Selain itu obat kumur teh juga bisa mengatasi radang gusi.
Radang gusi inilah yang menjadikan gusi memerah dan mengalami peradangan. Peradangan gusi ini menimbulkan plak yang memicu bau nafas tak sedap.
Dalam penelitian tersebut, partisipan diminta berkumur dengan menggunakan obat kumur mengandung teh, dua kali sehari setelah menggosok gigi, selama 28 hari. Hasilnya terbukti bahwa teh, mengandung komponen penghambat pertumbuhan bakteri pemicu pembentukan plak.
Karena itu berkumur dengan teh dinyatakan bisa mengurangi jumlah peradangan bahkan menghentikan pembentukan plak. Jadi sekarang alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bau mulut adalah dengan berkumur teh.
Namun, ada salah kaprah mengenai teh, ada beberapa pantangan yang tidak baik dilakukan dalam mengkonsumsi teh.
Jangan meminum teh sesaat setelah Anda makan, karena zat yang terkandung dalam makanan akan diambil oleh zat stimulan teh.
Jangan meminum teh saat perut Anda kosong, karena kondisi perut yang kosong dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Jangan meminum teh dengan dicampur gula, karena hal ini bisa menyebabkan zat-zat yang dikandung dalam teh akan menjadi berkurang.
Jangan meminum teh yang sudah semalaman, karena sudah banyak zat dalam teh yang teroksidasi dan menjadi basi. Hal ini justru akan berdampak tidak baik bagi tubuh Anda.
Hindari minum teh saat hamil dan menyusui. Karena kafein dan zat stimulan pada teh bisa merangsang kontraksi rahim. Selain itu untuk ibu menyusui akan mengganggu produksi kelenjar penghasil susu ibu atau ASI.
Selain manfaat teh, ada juga zat yang terkandung dalam teh yang berakibat kurang baik untuk tubuh. Zat itu adalah kafein. Kafein pada teh (tehine) dapat menyebabkan proses penyerapan makanan menjadi terhambat. Batas aman untuk mengkonsumsi kafein dalam sehari adalah 750 mg/hari atau setara dengan 5 cangkir teh berukuran 200 ml. (r2/bbs/kos)

Artikel Lainnya
-

Cara Log In Aman dari Hacker
Sekarang ini banyak cara yang bisa digunakan hacker/cracker untuk mencuri password kita sehingg...Baca» -

Merawat Gigi Berkawat
Asal tahu cara merawatnya, menghias gigi dengan behel tidak sesakit yang dibayangkan.Baca» -
Yahoo Profile yang Mirip Facebook
Jumlah account yang semakin banyak di Facebook membuat pemilik web lain terinspirasi untuk men...Baca» -

Musik Plagiat Indonesia
D'Masiv, Ahmad Dani, Gita Gutawa & banyak nama-nama lainnya terkenal sebagai musisi plagiat. Se...Baca» -

Membaca Bahasa Tubuh
Body language susah dimanipulasi, karena itu kebohongan, ketertarikan dan sebagainya dapat kita...Baca» -

Hal-Hal Penghambat Karier
Sudah naik pangkat berapa kali? Jika belum, atau kenaikan pangkat anda cukup lama, kenali dulu...Baca»
