Pendidikan dan Anak - Kam, 05/11/09 08:55 WIB

Dampak Negatif Rental PS Bagi Anak-anak

Koskosanku.com - Dampak Negatif Rental PS Bagi Anak-anak

Rental PS juga menimbulkan dampak negatif bagi anak anda, apa saja kemungkinan yang bisa terjadi?

Teknologi memang berdampak positif bagi perkembangan anak asal sesuai porsi yang memang dibutuhkan oleh anak-anak tersebut. Di sisi lain, teknologi juga kadang berdampak negatif bagi anak, seperti penyalahgunaan internet, handphone atau game seperti playstation (PS).

Minat masyarakat akan konsol game PS ini membuat orang melirik PS sebagai lahan bisnis. Ya, kini banyak kita temui rental PS di sudut-sudut kota di Surabaya dan bahkan di seluruh Indonesia. Peminatnya pun tak hanya remaja, orang dewasa dan anak-anak pun kerap mendatangi rental PS ini sebagai alternatif untuk mencari hiburan.

Rental PS seringkali hanya memiliki orientasi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan dampaknya bagi konsumen atau pelanggan yang rata-rata anak-anak usia sekolah atau mahasiswa. Selama tidak ada komplain dari penyewa, maka mereka akan terus menjalankan bisnisnya.

Beberapa poin berikut adalah contoh dampak negatif yang ditimbulkan oleh rental game PS:

  1. Merusak Mata dan Menimbulkan Kelelahan

    Ukuran televisi untuk bermain yang besar dan jarak bermain yang sangat dekat yaitu kurang lebih 1 meter dari depan TV jelas dalam jangka panjang akan merusak mata para pemain menimbulkan rabun jauh. Waktu bermain yang panjang dengan permainan yang seru membuat anak lupa istirahat, lupa makan, lupa mandi, lupa belajar, lupa buat PR, lupa pulang dan lain sebagainya. Hal ini dapat memperbesar resiko terserang berbagai jenis penyakit.

  2. Menyita Waktu

    Menyewa mesin permainan yang biasanya minimal satu jam membuat banyak waktu tersita yang seharusnya bisa dipakai untuk melakukan aktifitas lain yang lebih berguna. Belum lagi kalau masuk waiting list karena sedang ramai atau hobi nonton teman bermain. Tempat atau ruangan yang dilengkapi oleh pendingin udara atau AC serta lantai yang bersih melengkapi kenyamanan konsumen untuk berlama-lama nongkrong di rental PS.

  3. Menimbulkan Kecanduan Main dan Membuat Malas Belajar

    Jika pikiran anak dipenuhi oleh permainan yang mengasyikkan maka yang dipikirkannya kebanyakan hanya main game seperti ngadu bola WE, balapan, berantem satu lawan satu, adu dance, dan lain sebagainya. Sepulang sekolah langsung nongkrong di tempat rental PS, sore juga, malam juga nongkrong. Hal ini membuat anak kekurangan waktu dan konsentrasi penuh untuk belajar dengan baik.

  4. Kurang Kontrol Petugas Rental

    Usaha yang berorientasi pada keuntungan semata sangat berbahaya karena anak-anak bisa saja cabut atau bolos sekolah hanya untuk main PS. Yang seharusnya ikut les atau bimbel jadi malah nongkong main PS. Yang belum makan, belum tidur siang, belum mandi, dan lain-lain bisa dengan mudah main PS tanpa larangan petugas. Main berjam-jam pun justru sangat disukai petugas rental. Game yang tidak layak bagi anak-anak (belum cukup umur) pun disuguhkan dengan bebas siap tersedia tanpa memikirkan perkembangan mental anak-anak.

  5. Menghabiskan Uang Jajan Hanya Untuk Main PS

    Anak yang gemar main PS dengan uang jajan yang pas-pasan akan membuat anak itu bersikap boros dan sulit untuk menabung. Baginya yang penting adalah bersenang-senang. Seharusnya anak-anak jangan banyak melakukan aktifitas transaksi yang harus membayar / bayar tanpa didampingi oleh orangtua.

  6. Berpeluang Mengajarkan Judi / Taruhan

    Taruhan judi bola dan judi adu bola itu sudah biasa banyak dilakukan oleh orang dewasa. Jangan sampai anak-anak kita gemar bertaruh atas apa yang dilakukannya sendiri maupun dilakukan oleh orang lain. Jika anak sudah senang berjudi, maka ke depannya bisa saja si anak jadi tukang judi yang senang menghamburkan uang dengan harapan menang taruhan.(r2/bbs)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya