Pendidikan dan Anak - Sen, 14/12/09 11:03 WIB

Bahaya Baby Walker

Koskosanku.com - Bahaya Baby Walker

Baby Walker memang praktis, namun ternyata banyak bahayanya daripada manfaatnya. Kenali dulu resikonya di sini...

Saat anak sedang aktif-aktifnya berjalan, tentu orang tua akan semakin sibuk dan bingung mengawasi buah hati. Biasanya anak-anak pada usia ini memang sedang dalam masa aktif-aktifnya. Orang tua atau pengasuh pun menjadi kecapaian mengikuti gerak-gerak si kecil.

Langkah paling ampuh untuk mengatasi adalah dengan menggunakan baby walker. Selain praktis, anak juga bebas berjalan sesuai dengan keinginannya. Namun dibalik kepraktisan yang ditawarkan oleh baby walker, ternyata ada beberapa efek buruk yang menimpa sang bayi.

Bahayanya Lebih Banyak Daripada Manfaatnya

Memakai baby walker untuk bayi yang sedang belajar berjalan sebenarnya telah menjadi “tradisi” sejak –setidaknya- pertengahan tahun 1600-an, dan baru dua dekade belakangan, para ahli menemukan bahwa bahayanya jauh melebihi keuntungannya. Di negara maju, diperkirakan 25.000 anak per tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat akibat kecelakaan yang berkaitan dengan baby walker.

Bahkan bahaya yang ditimbulkan oleh baby walker ini juga telah di ungkapkan The American Academy of Pediatrics (AAP) bagi anak Anda:

  • Hampir 15.000 kecelakaan yang terjadi pada balita setiap tahunnya, disebabkan oleh penggunaan baby walker sebagai alat bantu berdiri. Bahkan, lebih  dari 35 bayi meninggal sejak tahun 1973 akibat kecelakaan yang disebabkan oleh pemakaian baby walker.
  • Bayi yang sedang berada dalam baby walker-nya bisa tertimpa benda akibat dorongan baby walker, bahkan baby walker bisa membuat balita Anda dengan mudah meluncur mendekati kompor, kolam atau api. Kecelakaan baby walker yang paling sering terjadi adalah meluncurnya baby walker dari tangga rumah, yang membuat si kecil terguling jatuh dengan posisi kepala dibawah.
  • Adanya pagar pada tangga bahkan tidak menjamin si kecil terhindar dari kecelakaan akibat baby walker jatuh dari tangga, bahkan dengan adanya pengawasan dari orang dewasa sekalipun.
  • Hasil terpenting  dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan walker tidak terbukti mampu meningkatkan perkambangan dan kemampuan anak dalam berjalan. Tidak ada jaminan yang menyatakan dengan memakai baby walker anak bisa berjalan lebih cepat dari bayi lainnya. 

Tidak hanya bahaya di atas saja yang ditimbulkan oleh pemakaian baby walker ini. Karena memakai alat yang membantu jalannya bayi ini, juga bisa membuat kelainan kaki dan beberapa kelainan lain bagi anak Anda. Di antaranya :

  • Menggangu aktifitas motorik anak

    Penggunaan baby walker yang dari sisi medis pun tidak cukup bermanfaat, malah cenderung merugikan. Soalnya, aktivitas motorik yang terjadi pada saat anak menggunakan baby walker hanya melibatkan sebagian serabut motorik otot saja, yaitu otot-otot betis. Padahal untuk bisa berjalan dengan lancar dan benar, fungsi otot paha dan otot pinggul juga perlu dilatih.

  • Membuat anak malas berjalan

    Secara psikologis penggunaan baby walker memang tidak menguntungkan, karena akan membuat anak malas untuk belajar berjalan sendiri karena anak sudah keburu merasa enak bisa bergerak ke mana pun tanpa harus susah payah menjejakkan kakinya.

  • Menyebabkan kelainan kaki

    Penggunaan baby walker bahkan dicurigai bisa mengakibatkan kelainan kaki pada anak. Memang belum ada penelitian yang menunjang. Namun, kenyataan bahwa bayi duduk sambil mengangkang dalam baby walker­nya diduga bisa menyebabkan kelainan tulang paha. Nah, berdasarkan pemahaman inilah, banyak ahli menduga penggunaan baby walker dapat menyebabkan anak berjalan seperti bebek alias agak mengangkang.

  • Menimbulkan kelemahan otot

    Terbiasa berjalan dengan baby walker juga bisa menimbulkan kelemahan otot-otot tungkai. Ketika diajarkan berjalan anak cenderung jatuh yang akhirnya sering membuatnya trauma dan tidak mau mencoba melakukannya lagi sehingga kemampuan berjalannya pun menjadi lebih lambat.

  • Menghambat perkembangan anak

    Penggunaan walker juga menghambat kemampuan anak dalam menggulingkan badan, merangkak, dan merayap, dimana kemampuan tersebut merupakan tahapan bagi anak Anda sebelum akhirnya mereka bisa berdiri dan berjalan. Sekaligus berpengaruh terhadap kemampuan motorik dan mentalnya kelak.

Walaupun dari berbagai bahaya yang ditimbulkan di atas akhirnya berbagai perusahaan yang bergerak di bidang memperoduksi baby walker berusaha memodifikasi alat ini supaya lebih aman. Seperti telah dipasarkan baby walker tanpa roda yang tetap membuat anak gembira karena ia tetap bisa berdiri, berputar, ataupun berjingkat. Dan yang jelas mengurangi risiko kecelakaan jatuh dari tangga akibat baby walker.

Selain itu, banyak industri yang memodifikasi ukuran baby walker sehingga melebihi ukuran pintu standar, dengan harapan mengurangi angka kecelakaan. Namun, menurut Child Accident Prevention Trust, semua usaha ini belum terbukti menurunkan jumlah atau derajat keparahan kecelakaan yang terjadi.

Tindakan Hati-Hati yang Perlu Anda Perhatikan

Jadi, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk menggunakan baby walker. Paling tidak perhatikan hal-hal berikut ini saat anak Anda berada di dalam baby walker:

  • Tutup tangga turun dengan pintu pengaman, jika balita Anda berada di lantai atas.
  • Jangan lepaskan anak Anda dari pengawasan.
  • Jauhkan anak dari barang-barang atau permukaan yang panas.
  • Singkirkan kabel listrik yang menggelantung.
  • Jauhkan anak dari kamar mandi, kolam renang dan tempat berair lainnya. (gal/bbs/kos)
 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya