Bisnis dan Ekonomi - Min, 29/11/09 13:48 WIB

Cara Tepat Menyampaikan Ide

Koskosanku.com - Cara Tepat Menyampaikan Ide

Keberhasilan mengajukan gagasan tergantung bagaimana Anda menyampaikan dan melakukan pendekatan kepada atasan dan rekan sekerja.

Gagasan atau ide, bisa dimiliki oleh banyak orang dalam dunia kerja. Dan tak jarang pula, lewat gagasan ini bisa menghantar kita menuju karir yang gemilang. Karena kita dianggap sebagai seorang yang penuh kreatifitas dan brilliant.

Keberhasilan mengajukan gagasan tergantung bagaimana Anda menyampaikan dan melakukan pendekatan kepada atasan dan rekan sekerja. Jangan pernah ragu untuk mengungkapkan gagasan baru, meskipun ada kemungkinan ditolak.

Namun sebelum mengajukan ide sebaiknya pahami dulu apakah ide-ide yang akan Anda ajukan termasuk golongan ide-ide yang baik. Berikut ada beberapa macam ide yang dianggap baik :

Biasanya, ide yang baik akan memenuhi criteria sebagai berikut :

  1. simple
  2. unique
  3. memorable
  4. relevant
  5. campaignable
  6. original

Kalau sudah tahu apakah ide Anda termasuk ide yang baik atau tidak, kini harus didukung pula dengan faktor-faktor lainnya. Seperti faktor cara penyampaian, waktu yang tepat, serta factor-faktor lainnya. Sebaiknya kenali dulu bagaimana cara meyampaikan ide yang baik dan tepat kepada atasan berikut ini :

  • Pilih waktu yang tepat

    Ide yang baik disampaikan pada saat yang tepat. Forum rapat, diskusi terbatas dan saat briefing adalah sebagian waktu yang biasanya dimanfaatkan oleh para bos untuk menerima masukan dari bawahannya. Manfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Di samping itu juga sebagian perusahan atau organisasi menyediakan kotak saran khusus untuk para karyawan. Fasilitas online seperti intranet juga biasanya menyediakan forum untuk menyampaikan ide. Anda juga menggunakan waktu menghadap face to face dengan bos untuk menyampaikan ide dengan baik.

  • Pilih suasana yang tepat

    Sering dengar alasan kenapa bos suka main golf? Sebagiannya karena pada saat di lapangan golf mereka melakukan lobi dengan relasi. Saat seperti itu memang waktu yang sering dipilih untuk melakukan lobi karena kondisinya rileks. Carilah waktu saat bos Anda melakukan aktifitas hobinya, saat itulah waktu yang tepat untuk memberikan masukan kepadanya. Jika atasan Anda suka olahraga, mancing atau bersepeda, saat seperti itulah dia sering mendengarkan pendapat orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarang keputusan diambil pada saat para bos sedang melakukan hobinya.

  • Gunakan data yang lengkap, obyektif dan up to date.

    Susunlah data-data tersebut dengan rapih dan sistematis. Kalau perlu gunakan data pembanding dari organisasi lain. Hal ini dilakukan agar atasan tidak meragukan atas gagasan Anda yang memang keluar dari pemikiran Anda.

  • Perhatikan body-language si bos.

    Pakar jiwa mengatakan, seseorang yang mood nya sedang bagus, akan memandang lingkungannya secara positif. Perhatikan mood si bos dari wajah dan gerak geriknya. Jika dalam seharian ia tidak tersenyum, bahkan menghindari tatapan mata dengan anak buahnya, berarti saat itu bukan waktu yang tepat untuk mengemukakan ide. Hati-hati dengan kondisi seperti ini. Jangan paksakan untuk menyampaikan pendapat, karena dalam situasi tersebut bos sedang tidak nyaman menerima masukan, salah-salah Anda akan mendapat sikap sinis atau paling tidak di-cuekin.

    Namun sebaliknya kalau wajah bos tampak sumringah dan rajin menyapa anak buah, inilah saat Anda mengajak bos untuk mendengarkan ide Anda. Kondisi jiwa yang sedang senang akan lebih mudah menerima masukan dan pendapat orang lain. Jadi kondisi psikologis atau mood sangat menentukan diterima dan tidaknya masukan yang Anda berikan. (gal/bbs/foto:corbis)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya