Gadget dan Teknologi - Rab, 28/10/09 10:19 WIB

Internet Bikin Candu

Koskosanku.com - Internet Bikin Candu

Selain Shabu, ternyata internet juga bikin candu.. Cek disini, apakah anda mulai terhipnotis oleh internet...

Internet, siapa tidak kenal jaringan yang satu ini. Banyak orang yang kini mulai memanfaatkan internet untuk membantu mobilitas mereka dan meningkatkan kinerja pekerjaan.

Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara massal, yang dikenal one-to-many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Karena banyaknya manfaat yang didapat dari internet, terkadang mampu membuat orang ketagihan alias kecanduan.

Apalagi sekarang ditambah dengan banyaknya jejaring sosial yang menawarkan pertemanan tanpa batas dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Friendster, Twitter, Facebook yang saat ini sedang booming-booming-nya, dan banyak aplikasi chatting lainnya. Ini juga yang menjadi salah satu faktor seseorang katagihan internet. Seorang pakar psikolog di Amerika, David Greenfield, menemukan sekitar 6% dari pengguna internet mengalami kecanduan. Orang-orang tersebut mengalami gejala yang sama dengan kecanduan obat bius, yaitu lupa waktu dalam berinternet.

Kebanyakan orang yang kecanduan internet ini dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet, yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata. Kebanyakan mereka terperangkap pada aktivitas negatif seperti games, judi dan seks online. Ada beberapa ciri bagi mereka yang sudah kecanduan internet menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sydney, yaitu :

  • Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
  • Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
  • Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
  • Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
  • Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
  • Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
  • Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
  • Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
  • Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.

Lebih bahaya lagi, kalau Anda mengalami hal-hal diatas akibat paling buruknya bisa mengalami gangguan mental. Ada beberapa macam gangguan mental yang Anda alami jika sudah sampai taraf kecanduan internet. Antara lain :

  • Internet Asperger’s Syndrome

    Seorang blogger dan pengusaha Internet, Jason Calacanis menciptakan istilah “Internet Aspeger’s Syndrome” untuk menguraikan perihal hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu. Beberapa kasus bunuh diri yang direkam dengan webcam – yang sebagian mungkin main-main – dan dipublikasikan di Internet.

  • Low Cyber Self-Esteem (LCSE)

    Hal ini seperti seseorang yang dibenci oleh orang lain atau lingkungannya, tapi tidak ada yang meninggalkannya ketika dia berada di dunia maya. Karena terkadang internet, bisa menjadi sebuah tempat bagi seseorang yang merasa terasing dilingkungan, tapi membuatnya merasa menjadi artis atau superstar ketika dia berada di internet. Ini karena dia bisa menyembunyikan identitas nya yang sebenarnya dengan `menyamar' menjadi orang lain yang ada didalam bayangnya. Ini menyebabkan sesorang tersebut tidak percaya diri dengan kondisi yang ada pada dirinya sekarang.

  • Gangguan kepribadian yang tergoda untuk mencari kesalahan orang lain pada saat online (Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD)

    Gangguan kepribadian jenis ini bisa dijelaskan dengan contoh kegilaan akan tata bahasa. Ketika orang menemukan suatu kesalahan tata bahasa atau penulisan kata yang keliru dari orang lain dalam sebuah posting atau komentar, maka dia langsung menyerang dan dengan keras memprotesnya.

    Dalam kehidupan nyata disebut Obsessive-Compulsive Personality Disorder atau OCPD, tapi jangan dikacaukan dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Orang-orang dengan OCPD tidak melakukan ketaatan pada ritual-ritual aneh yang dilakukan pengidap OCD, seperti mengetuk pintu harus tiga kali atau memakan bagian ekor dari ayam goreng pada sesi terakhir setelah seluruh dagingnya habis dimakan, dan lain sebagainya.

  • Munchausen Syndrom (tukang cerita untuk membangkitkan rasa kasihan)

    Diidap oleh orang-orang yang bersembunyi di balik perasaan tidak berdosa (inosen), ketika pada suatu hari ia mengalami musibah; binatang kesayangannya, atau orangtua, atau mungkin sahabat karibnya meninggal. Atau barangkali gambaran tentang dia sendiri yang mempunyai suatu penyakit. Dia menuliskan cerita-cerita kesedihan dengan mengharapkan simpati dari pembacanya. Anda akan mengirimi orang ini doa-doa dan berbagai harapan, hadiah-hadiah dan Anda berharap dia berhasil melewati masa sulit dengan tabah.

  • Toleransi rendah terhadap kekalahan dalam forum (Low Forum Frustration Tolerance/LFFT)

    Bagi orang yang suka menulis dan melakukan posting, sering kali merasa bahwa posting-nya sangat sempurna. Seperti umumnya posting di internet yang selalu mendapatkan tanggapan dan komentar, maka penulisnya hampir setiap waktu mengecek masuknya komentar yang baru diberikan pembacanya. Jika ia mendapat komentar-komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat ia akan meluncurkan jawaban yang akan mematahkan tanggapan itu.

Fenomena diatas menandakan bahwa internet sudah mulai berhasil “menghipnotis” para penggunanya dan berarti tugas kita adalah bagaimana keluar dari kecanduan tersebut. Namanya juga kecanduan, maka waktu yang diperlukan cukup lama untuk merubah kecanduan internet menjadi sesuatu yang proporsional dimana internet benar-benar berjalan sesuai fungsinya yang positif, berikut beberapa tips untuk mengurangi kecanduan internet:

  • Cari tau masalahnya

    Bagi sebagian orang merasa kegundahan dan kegelisahan akan berkurang ketika sudah berinteraksi dengan internet atau yang lebih tragis lagi bisa dikatakan bila seseorang sedang “sakaw” maka akan sembuh ketika sudah menggunakan internet. Masalah yang seperti ini yang harus ditemukan dan menggantinya dengan metode lain yang lebih baik.

  • Kenali Pemicunya

    Kecanduan internet pun tentu ada pemicunya, apakah itu sebagai pengobat stess atau gundah? Coba cari alternatif lain misalkan dengan jalan-jalan ke gunung atau rekreasi ke tempat pariwisata.

  • Kurangi sedikit demi sedikit

    Kebiasaan berlama-lama diinternet seperti menghabiskan waktu seharian untuk bersurfing ria tentu akan berdampak kurang baik bagi kesehatan, maka kita harus mulai berani untuk mengurangi kebiasaan itu sedikit demi sedikit.

  • Ubah pola kebiasaan online

    Jika kebiasaan online kita menghabiskan waktu seharian untuk berinternet yang belum tentu arahnya, maka kita harus mulai merubah kebiasaan itu dengan membuat pola baru dimana misalkan membaca email sebagai prioritas, dilanjutkan dengan membaca informasi berita setelah itu kita harus mulai berani untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak menjadi prioritas, namun aturan yang dibuat itu harus dipatuhi.

  • Atur ulang jadwal rutinitas

    Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam keseharian aktifitasnya, oleh karena itu kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan proporsional.

  • Lakukan semua hal dengan sewajarnya saja.

    Memang segala sesuatu yang berlebihan selalu berakibat kurang baik. Internet adalah alat kita untuk memperoleh berbagai informasi dan mendapatkan berbagai keuntungan lain. Jangan sampai internet yang boleh dibilang hanya sebuah alat, jadi memeperalat Anda. (gal/bbs)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya