Kebiasaan Buruk Penyebab Baterai Drop

"Kok buat telepon, baterai langsung menipis??." Siapa tahu baterai ponsel anda drop. Kenali berbagai macam penyebabnya...

Selama ini kita tahu mengenai fungsi utama dari baterai ponsel yaitu sebagai nyawa dari sebuah ponsel. Namun tanpa kita sadari, kebiasaan-kebiasaan kita dalam menggunakan dan memanfaatkan baterai ponsel ini, bisa mengurangi umur dari perangkat elektronok ini. Ada beberapa kebiasaan buruk yang harus kita hindari.

Namun sebelum mengetahui apa saja kebiasaan buruk yang harus kita hindari untuk mendapatkan kinerja baterai yang maksimal, baiknya kita mengetahui dulu apa saja tipe-tipe dari baterai ponsel ini. Sesuai dengan kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Dan dari kenal inilah kita tahu bagaimana tipe baterai ponsel kita dan bagaimana merawatnya.

Baterai yang di gunakan untuk ponsel yaitu jenis baterai rechargeable ( dapat di isi kembali ). Hingga saat ini baterai yang umumnya di gunakan pada peralatan portable seperti ponsel adalah :

  • Nickel-Cadmium ( NiCd )
  • Nickel-Metal-Hydride (NiMH )
  • Lithium-Ion ( Li Ion )
  • Lithium-Polymer ( Li-Polymer )
  • Direct Methanol Fuel Cell ( DMFC )

Jenis jenis baterai rechargeable :

  • Baterai NiCd

    Karakteristik baterai NiCd :

    • Tegangan nominal satu sel baterai NiCd adalah 1,2 volt.
    • Baterai yang bertegangan nominal lebih tinggi berisi beberapa sel yang di hubungkan seri.
    • Kelebihan baterai NiCd di bandingkan ketiga jenis lainnya adalah kemampuannya dalam menangani beban tinggi, selain itu baterai NiCd 5x lebih cepat di charge di bandingkan dengan baterai NiMH atau 20x lebih cepat di bandingkan dengan baterai Lithium, karena bisa menggunakan fast charger.
    • Kelemahan baterai ini di bandingkan dengan baterai Lithium adalah kapasitas simpan yang rendah, ratio daya/berat yang lebih rendah dan adanya efek memory. Selain itu baterai NiCd yang telah di charge dapat kosong sendiri ( self discharging ) walaupun tidak di pakai. sekitar 22% energinya hilang dalam 24 jam.
    • Baterai NiCd yang sudah lemah tidak bole langsung di charge.
    • Baterai NiCd harus di kosongkan dulu sampai benar-benar habis sebelum di charge.
    • Jika di isi lebih dari 10 jam dengan arus rendah akan cepat lemah karena ada efek memory, baterai tidak mampu bekerja walaupun terisi penuh, hal ini terjadi karena pengendapan kristal logam pada elektroda negatif sehingga kapasitas baterai berkurang, impedansi ( Tahanan dalam ) meningkat sehingga terjadi drop tegangan pada saat di bebani baterai hanya berfungsi sebentar.
  • Baterai NiMH

    Karakteristik Baterai NiMH :

    • Tegangan nominal satu sel baterai NiMH adalah 1,2 volt
    • Self dischargingnya lebih kecil di bandingkan baterai NiCd, tergantung dari Typenya sekitar 6 16% energi akan hilang dalam 24 jam.
    • Cara charging yang salah akan mengakibatkan baterai tidak bekerja normal, meskipun baterai terisi penuh tetapi akan menyatakan habis walaupun di gunakan sebentar. ( tegangan terukur normal tapi langsung drop ketika di bebani ). Keadaan tersebut di sebut Lazy Battery.
    • Baterai NiMH dapat menyimpan energi 2x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
  • Baterai LI Ion

    Karakteristik Baterai Li Ion :

    • Tegangan nominal Baterai Li Ion adalah 3,6 volt.
    • Elektrolit dalam baterai Li Ion sangat reaktif, bocornya dapat mengakibatkan karat pada peralatan.
    • Baterai Li Ion ditempatkan dalam cassing logam yang stabil dan kuat
    • Microcontroller dan sensor-sensor di pasang pada cassing untuk mencegah panas berlebihan dan overcharging.
    • Kerapatan energi baterai Li Ion mampu menyimpan energi 3x lebih banyak di bandingkan dengan baterai NiCd.
    • Baterai Li Ion tidak memiliki efek memory maupun Lazy Battery sehingga baterai tidak perlu di kosongkan sebelum di charge.
    • Self discharging juga lebih kecil yaitu sekitar 10% dalam 24 jam.
    • Impedansi ( tahanan dalam ) baterai Li Ion lebih tinggi di bandingkan denga NiCd dan NiMH, yaitu 200 250 mili Ohm. Akibatnya baterai cepat menjadi panas dan tegangannya drop jika di bebani terlalu berat.
    • Lithium sangat reaktif, bahan kimia di dalam baterai akan terurai dengan sendirinya dan setelah 2 tahun baterai menjadi tidak dapat di gunakan lagi walaupun baterai tersebut di simpan saja.
  • Li Polymer

    Karakteristik baterai Li Polymer :

    • Tegangan nominal baterai Li Polymer adalah 3,6 volt.
    • Elektrolit dalam baterai Li Polymer berbentuk padat dan tidak reaktif sehingga menyederhanakan cassing baterai.
    • Baterai Li Polymer dapat dibuat dalam ukuran yang sangat tipis dan flexible sehingga cocok di gunakan dalam peralatan berukuran mini.
    • Di bandingkan dengan baterai Li Ion dengan kapasitas yang sama, baterai Li Polymer bobotnya lebih ringan 10 15%.
    • Baterai Li Polymer lebih cepat kehilangan kapasitasnya.
  • Baterai DMFC

    Baterai ini merupakan baterai yang materialnya menggunakan fuel cell yaitu berupa cairan di mana komposisinya berupa fuel hidrogen dengan campuran oksigen untuk memproduksi elektrik power, panas dan cair.

    Hasil dari reaksi kimia yang terjadi menghasilkan kepadatan energi yang tinggi. Hal inilah yang menjadi keunggulan DMFC di banding dengan baterai Lithium Ion. Baterai DMFC memiliki 10x improvement dalam kepadatan volumetrik energy.

Itulah tadi beberapa jenis baterai ponsel yang saat ini beredar dipasaran. Dan berikut ini beberapa contoh kebiasaan buruk yang patut dihindari oleh para pengguna ponsel agar ketahanan umur baterai sedikit bertahan dari waktu yang telah ditentukan:

  1. Penge-charge-an atau pengisian baterai setiap hari.

    Bagi Anda yang sering berpergian untuk melakukan urusan bisnis atau berwisata, pasti akan mencari colokan listrik untuk mengisi baterai ponselnya ketika setiba di hotel atau di sebuah tempat penginapan. Pengisian baterai tak teratur dapat menyebabkan sel-sel memori baterai melemah, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan umur baterai tak dapat bertahan hingga lama meskipun tidak secara langsung.

    Solusinya: Lakukan pengisian baterai minimal selama dua hari sekali, terkecuali Anda menggunakan ponsel tersebut selama non stop dan menerima resiko yang telah diberitahukan untuk melakukan pengisian baterai setiap hari atau sewaktu-waktu.

  2. Menyimpan ponsel dalam temperatur yang berlebihan.

    Sering kali pengguna tidak menyadari bahwa menyimpan ponsel dalam sebuah ruangan yang bersuhu atau memiliki temperatur berlebihan dapat memperpendek umur baterai. Meletakkan ponsel dalam ruangan dingin ber-AC atau meletakkan ponsel dalam ruangan yang memiliki suhu panas dapat beresiko baterai tak dapat bertahan lama.

    Solusinya: Jauhkan ponsel Anda dari sinar matahari atau ruangan yang panas berlebihan dan lapisi ponsel dengan kantong plastik jika berada dalam ruangan dingin yang berlebihan.

  3. Menggunakan ponsel ketika proses pengisian baterai masih berlangsung.

    Banyak pengguna yang tidak mengetahui dan terlalu meremehkan, bahwa menggunakan ponsel selama proses pengisian baterai masih berlangsung akan dapat membuat memperpendek umur baterai. Meskipun hal tersebut tak dapat berjalan secara langsung tapi telah terbukti, baterai yang baru dibeli hanya dapat bertahan hingga tidak sampai 1 tahun, terhitung dari pertama kali pembeliannya.

    Selain beresiko memperpendek umur baterai, hal tersebut juga dapat berresiko membuat IC power pada sebuah ponsel menjadi melemah. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila komponen pada ponsel tersebut akan terjadi replace pada IC powernya, jika pengguna masih memiliki kebiasaan tersebut.

Cek apa tipe ponsel anda, dan hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merusak baterai ponsel anda. (gal/bbs)

 
 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT

Artikel Lainnya