Fashion and Beauty - Jum, 02/10/09 11:41 WIB

Jangan Takut Tua, Batik Semakin Modern

Koskosanku.com - Jangan Takut Tua, Batik Semakin Modern

Untuk mengatasi ketakutan dianggap tua dan kebosanan kaum muda dengan corak batik, kini sudah banyak dibuat berbagai macam motif dan corak kombinasi. Jadi anda sebagai kaum muda tak perlu takut dian...

Untuk mengatasi ketakutan dianggap tua dan kebosanan kaum muda dengan corak batik, kini sudah banyak dibuat berbagai macam motif dan corak kombinasi.

Batik mencerminkan kekayaan budaya nusantara. Wajar bila kita melestarikannya dan bangga akan hasil budaya negeri kita sendiri.

Dibuat dengan nilai seni tinggi, batik terdiri dari berbagai jenis dan motif. Jenis batik sendiri memiliki berbagai ragam, seperti batik tulis, batik cap, batik printing, dan batik kombinasi dari tulis dan cap.

Membuat batik tulis pun tidak mudah. Diperlukan waktu beberapa bulan. Proses pembuatannya butuh ketelatenan perancangnya dan cukup rumit tahap-tahapnya. Mulai dari harus memilah kain agar serat-seratnya rapat dan tidak tembus saat membuat, hingga proses mencuci kain setelah jadi.

Keunggulan batik tulis adalah motif yang disediakan berjumlah terbatas. "Agak susah kalau batik tulis, tahap-tahapnya banyak, prosesnya lama, makanya itu harganya juga mahal, apalagi kalau bahannya sutera," kata Ati, Store Manager Batik Danar Hadi Surabaya.

Sedangkan batik cap maupun batik printing lebih banyak muncul di pasaran, sehingga harganya bisa lebih murah dari batik tulis. Tetap menggunakan alat sederhana, tapi dengan menggunakan alat seperti cap (untuk batik jenis cap) membuat proses pembuatan batik menjadi lebih cepat. "Batik cap hanya butuh waktu 3-4 hari," lanjut Ati.

Batik biasa dibuat dalam berbagai warna. "Semakin banyak warna yang digunakan, harganya semakin mahal."

Batik yang terbuat dari sutera cenderung harganya lebih mahal, karena bahan kainnya yang halus membuat nyaman bila digunakan dan harga di pasaran yang memang mahal. "Tapi biasanya orang-orang lebih suka menggunakan yang jenis katun tulis karena harganya lebih murah," kata Rina, penjaga toko di Batik Danar Hadi Surabaya.

Batik dari sutra lebih disenangi oleh etnis Tionghoa karena menurut mereka lebih nyaman digunakan. Padahal harga yang diberikan tidak bisa dibilang murah, bisa mencapai jutaan rupiah.

Bagi kaum muda, tidak usah khawatir dengan anggapan "tua" dari masyarakat. Sudah banyak beredar batik yang disesuaikan modelnya dengan selera anak muda masa kini. Ada model sackdress, kemeja, siluet A longgar, dan beraneka lipit, pita, kerutan sudah banyak menghiasi batik sekarang ini. "Apalagi yang batik untuk perempuan, lebh banyak variasinya."

Motif yang biasa "ditakuti" oleh anak muda adalah motif parang yang berbentuk seperti motif air hujan jatuh, berbentuk diagonal. "Motif jadul," kata Rio, mahasiswa jurusan DKV UK. Petra kepada beritajatim.com.

Semakin bervariasinya jenis dan corak batik, membuat kaum muda sudah tidak perlu lagi takut dengan batik. Mari kita lestarikan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia dengan menggunakan batik pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2009.

(sumber:beritajatim/penulis: Indri Ayu Putri)(foto:metrogaya)

 
Komentar Anda
ADVERTISEMENT
Koskosanku.com

Artikel Lainnya