Kabar Terkait
Bertengkar yang Positif? Bisakah?
Bertengkar, justru dapat membuat kita semakin mengenal satu sama lain, asal kita bisa menyikapinya dengan benar
Dalam sebuah hubungan, secocok-cocoknya kita dengan pasangan pasti pernah mengalami masa pertengkaran dan perselisihan. Entah itu pertengkaran kecil atau sampai pada tahap pertengkaran yang hebat hingga mengancan hubungan cinta kasih Anda berdua.
Penyebab pertengkaran antara dua pasangan ini bisa macam-macam, mulai dari ego yang sama-sama tinggi, adanya perbedaan prinsip, terjadinya miskomunikasi, dan banyak hal lain lainnya. Banyak pula dari pertengkaran tersebut berujung kepada berakhirnya hubungan, break up, hingga tersimpannya rasa dendam.
Namun tahukah Anda, asal kita bisa mengelola amarah dengan cara yang positif justru akan menimbulkan suatu hal yang lebih baik. Anda mungkin merasa tidak masuk akal bagaimana rasa marah bisa dikelola secara positif. Eits, jangan meng-underestimate dulu. Kunci dari mengelola amarah secara positif ini adalah untuk mempertahankan hubungan supaya tetap awet dan langgeng. Siapa tahu dari pertengkaran ini Anda berdua bisa saling memahami.
Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan diantaranya:
- Cobalah menjadi pendengar yang baik.
Dapat memahami dan belajar untuk benar-benar mendengarkan kemarahan pasangan Anda. Kita tahu hal ini tidaklah mudah, ketika Anda dibombardir dengan tuduhan-tuduhan penuh emosi. Pastinya kebanyakan dari Anda langsung membuat tameng untuk melindungi diri dengan membalas langsung berupa nada yang lebih tinggi dan kata-kata yang lebih kasar. Hingga masalah yang sebenarnya kecil terasa menjadi besar atau dibesar-besarkan.
Mulai sekarang cobalah untuk mengabaikan sifat tersebut, dengan bersikap lebih sabar lagi dan berusaha mendengarkan setiap perkataan dari pasangan Anda.
- Ungkapkan perasaan secara jujur.
Cobalah untuk selalu mengungkapkan perasaan Anda secara terbuka terhadap pasangan. Bila Anda sedih, kecewa, marah, putus asa, dan merasa diabaikan, ungkapkan perasaan tersebut dengan kata-kata yang baik dan jangan dipendam.Sikap terbuka dan jujur tentang perasan marah pada pasangan bisa membantu memperbaiki hubungan Anda berdua.
- Terapkan win-win solution.
Peganglah prinsip : win-win solution yang artinya penyelesaian dimana tidak seorang pun yang kalah tetapi keduanya adalah pemenang. Tidak ada yang merasa dirugikan ataupun disalahkan tapi berdua bersama mencari penyelesaian yang terbaik bagi hubungan Anda.
- Fokus pada satu permasalahan.
Jika Anda sedang membahas permasalahan mengenai sikapnya yang suka menag sendiri, jangan ungkit kekurangannya yang lain, dan sedang tidak menjadi topik dalam masalah Anda kali ini. Mengungkit-ungkit masalah lain justru membuat suasana semakin panas, dan perdebatan akan terjadi berlarut-larut.
- Jaga nada suara
Ketika sedang emosi, suara akan meninggi dan melengking yang menyiratkan amarah dan kegeraman hati. Memang bisa jadi dengan marah dan berteriak, Anda akan lega, tetapi hal itu belum tentu membuat dia mengerti Anda dan justru memperkeruh suasana.
Lebih baik jaga nada suara tetap netral namun tegas. Pembelaan atau alasan-alasan yang ingin kemukakan, sampaikan dengan suara tenang. Jangan pedulikan jika ia memancing-mancing dengan sifat keras kepalanya. Jika pasangan Anda sudah menurunkan nada suaranya, maka Anda "berhasil" dan Anda berdua siap pada tahap kompromi.
- Jangan saling menyalahkan.
Dalam setiap pertengkaran, kedua belah pihak saling berlomba untuk menjadi pemenang dan saling mencari kesalahan. Mekanisme permainan ini adalah pertahanan untuk menutupi kesalahan. Jika Anda melakukan ini dan bersalah, kompromi dan penyelesaian tidak akan terjadi dan Anda justru kehilangan rasa hormat dari pasangan.
Dalam hal ini biasanya gengsi adalah penyebab utama, terutama gengsi untuk mengakui kesalahan yang telah dibuat. Hingga Anda merasa menurunkan harga diri Anda sendiri dihadapan pasangan. Namun supaya Anda tidak kehilangan harga diri di depan pasangan, Anda bisa tekankan juga alasan mengapa Anda menimpakan kesalahan kepadanya. Bersikap jujur akan lebih baik dan bisa menyelesaikan masalah lebih cepat.
- Jaga diri untuk tidak mengucapkan kata-kata putus.
Pertengkaran Anda dan pasangan bukan akhir dari segala-galanya. Jadi jangan pernah memancingnya dengan mengatakan, "Ya sudah, sebaiknya akhiri saja hubungan ini" atau kalimat-kalimat lain semacam itu. Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah mengeluarkan kata-kata untuk mengakhiri hubungan.
- Pelukan dan maaf.
Walaupun Anda merasa tidak bersalah dan masih menyimpan kesal, cobalah untuk meinta maaf terlebih dahulu kepada pasangan Anda. Ingat bertengkar bukan perlombaan mencari salah dan benar. Setalah itu berikanlah pelukan hangat sebagai bentuk ketulusan Anda untuk menyelesaikan dan mengakhiri pertengkaran. Keadaan ini justru akan membuat hubungan Anda terasa lebih erat.
Meskipun Anda merasa hal-hal tersebut susah dilakukan ketika dalam keadaan emosi, tapi yakin lah bahwa Anda bisa melakukanya. Anda berdua sudah cukup dewasa untuk mampu menyelesaikan permasalahan tanpa harus menambah masalah tersebut. Hati boleh panas, namu kepala tetaplah harus dingin. (gal/kos)

Artikel Lainnya
-

Karakter Pria Berdasar Zodiak
Karakter seorang pria bisa ditebak dari bintangnya. Percaya? Coba bandingkan sifat-sifat beriku...Baca» -

Atasi Keraguan Jelang Pernikahan
Pernikahan memang sesuatu yang indah. Tapi, akan menjadi resah jika anda mengawalinya dengan ke...Baca» -

Cara Menolak Ajakan Kencan
Dikejar-kejar oleh orang yang tidak Anda sukai?? Terapkan cara menolak berikut ini, sopan tapi ...Baca» -
Tipe Laki-Laki Tukang Selingkuh
Kenali tipe-tipe tukang selingkuh menurut pakar perselingkuhan, Ruth Houston, agar tidak terjeb...Baca» -

Okie: Sejak Pacaran Saya Sudah Dipukuli Pasha
Kata Okie, Pasha makin kasar sejak naik daun, hakim ingatkan Pasha akan lagu rohani yang dicipt...Baca» -

Menentukan Waktu yang Tepat Untuk Melamar
Kapan seharusnya hubungan Anda naik ke jenjang yang lebih tinggi? Pastikan Anda simak check lis...Baca»
